Sopir

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
31/5/2016 05:31
Sopir
(Ilustrasi Dok MI)

SOPIR ialah profesi periferi. Ia di luar lingkaran, tetapi ia ada di 'dalam lingkaran'. Bahkan, ia menjadi pihak yang paling tahu segala 'urusan dalam'. Tak ayal sang juru mudi itu kerap menjadi orang kepercayaan. Mujurlah jika sopir yang teguh mempunyai juragan yang lempang. Namun, celakalah sang juru mudi jika punya bos tukang lancung, pejabat negara yang juga bandit, misalnya.

Ia kerap dalam kebimbangan yang menguras emosi. Seperti bekas sopir Akil Mochtar, Daryono, semula ia sempat bimbang. Ia tahu sang bos berlaku khianat pada negara, pada sumpahnya sebagai petinggi penegak hukum, tapi ia menyadari Ketua Mahkamah Konstitusi itulah yang memberinya pekerjaan, memberinya kepercayaan. Setelah Komisi Antirasywah menangkap Akil, Daryono memenuhi permintaan sang bos untuk pergi meninggalkan Jakarta.

Namun, akhirnya ia menuruti nuraninya, mencari nomor penyidik KPK, berkomunikasi, dan siap memberi keterangan. Ia pun bersaksi di komisi yang memberatkan Akil, pelaku kejahatan korupsi. Selain Daryono, ada pula Miko Fanji, sopir Muhtar Ependy. Muhtar bersekongkol dengan Akil dalam memenangi gugatan perkara di Mahkamah Konstitusi. Miko pernah mengantarkan dua dus uang ke rumah dinas bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Sopir ialah wilayah periferi.

Namun, ia pihak paling tahu seluruh aktivitas sang juragan. Karena itu, dalam sidang-sidang tindak kejahatan korupsi, hampir semua juru mudi menjadi penting dihadirkan sebagai saksi untuk para bos mereka. Dalam kasus hambalang, Yanto, sopir Direktur PT Dutasari Citra Laras Machfud Suroso, lebih dari lima kali mengantar uang panas ke beberapa pihak, termasuk tiga kali mengantar paket kepada Yadi, sopir Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat.

Nurhasan, sopir Ahmad Fathanah, pernah diperintah bosnya mengantar tas berisi uang ke sebuah SPBU di Pancoran. Di sana, bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq sudah menunggu dengan mobil VW Caravelle. Luthfi membuka isi tas itu dan menghitung uang yang ada di dalamnya. Seumur hidupnya Nurhasan baru tahu uang bermiliar-miliar.

Ijay Herno, sopir Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo Bambang. Ia pernah mengantarkan uang Rp2 miliar kepada Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang kini berstatus terpidana kasus simulator surat izin mengemudi. Sopir yang kini menjadi buah bibir dan terus bersembunyi dari panggilan KPK pastilah Royani. Ia sopir Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, yang terindikasi melakukan korupsi.

Duit berbagai mata uang senilai Rp1,7 miliar yang disita KPK dari rumah Nurhadi sangat boleh jadi hasil kejahatan korupsi. Royani yang pegawai negeri sipil MA itu ialah sopir merangkap ajudan dan sekretaris Nurhadi. Itu sebabnya ada yang berspekulasi Royani ialah kunci Nurhadi dan Nurhadi ialah kunci Mahkamah Agung. Karena berada di wilayah periferi, Royani pun dengan mudah dibuang.

MA memecat Royani sebagai pegawai negeri sipil dengan alasan lebih dari satu bulan tak masuk kerja. Maksudnya jelas agar MA terlepas dari tanggung jawab membantu menghadirkan Royani ke KPK. Royani ialah pelajaran bagi para juru mudi yang lain. Posisinya yang 'di luar tetapi di dalam' terlampau mudah untuk dimanfaatkan dan dikorbankan. Karena itu, mestinya mereka tak mudah terhasut oleh tawaran para bos yang punya laku bandit itu. Sopir harus tahu mana bos yang berlaku benar dan mana yang cemar. Ia harus bisa menubuat masa depannya jika jalan lancung yang diambil.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima