Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SOPIR ialah profesi periferi. Ia di luar lingkaran, tetapi ia ada di 'dalam lingkaran'. Bahkan, ia menjadi pihak yang paling tahu segala 'urusan dalam'. Tak ayal sang juru mudi itu kerap menjadi orang kepercayaan. Mujurlah jika sopir yang teguh mempunyai juragan yang lempang. Namun, celakalah sang juru mudi jika punya bos tukang lancung, pejabat negara yang juga bandit, misalnya.
Ia kerap dalam kebimbangan yang menguras emosi. Seperti bekas sopir Akil Mochtar, Daryono, semula ia sempat bimbang. Ia tahu sang bos berlaku khianat pada negara, pada sumpahnya sebagai petinggi penegak hukum, tapi ia menyadari Ketua Mahkamah Konstitusi itulah yang memberinya pekerjaan, memberinya kepercayaan. Setelah Komisi Antirasywah menangkap Akil, Daryono memenuhi permintaan sang bos untuk pergi meninggalkan Jakarta.
Namun, akhirnya ia menuruti nuraninya, mencari nomor penyidik KPK, berkomunikasi, dan siap memberi keterangan. Ia pun bersaksi di komisi yang memberatkan Akil, pelaku kejahatan korupsi. Selain Daryono, ada pula Miko Fanji, sopir Muhtar Ependy. Muhtar bersekongkol dengan Akil dalam memenangi gugatan perkara di Mahkamah Konstitusi. Miko pernah mengantarkan dua dus uang ke rumah dinas bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Sopir ialah wilayah periferi.
Namun, ia pihak paling tahu seluruh aktivitas sang juragan. Karena itu, dalam sidang-sidang tindak kejahatan korupsi, hampir semua juru mudi menjadi penting dihadirkan sebagai saksi untuk para bos mereka. Dalam kasus hambalang, Yanto, sopir Direktur PT Dutasari Citra Laras Machfud Suroso, lebih dari lima kali mengantar uang panas ke beberapa pihak, termasuk tiga kali mengantar paket kepada Yadi, sopir Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat.
Nurhasan, sopir Ahmad Fathanah, pernah diperintah bosnya mengantar tas berisi uang ke sebuah SPBU di Pancoran. Di sana, bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq sudah menunggu dengan mobil VW Caravelle. Luthfi membuka isi tas itu dan menghitung uang yang ada di dalamnya. Seumur hidupnya Nurhasan baru tahu uang bermiliar-miliar.
Ijay Herno, sopir Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo Bambang. Ia pernah mengantarkan uang Rp2 miliar kepada Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang kini berstatus terpidana kasus simulator surat izin mengemudi. Sopir yang kini menjadi buah bibir dan terus bersembunyi dari panggilan KPK pastilah Royani. Ia sopir Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, yang terindikasi melakukan korupsi.
Duit berbagai mata uang senilai Rp1,7 miliar yang disita KPK dari rumah Nurhadi sangat boleh jadi hasil kejahatan korupsi. Royani yang pegawai negeri sipil MA itu ialah sopir merangkap ajudan dan sekretaris Nurhadi. Itu sebabnya ada yang berspekulasi Royani ialah kunci Nurhadi dan Nurhadi ialah kunci Mahkamah Agung. Karena berada di wilayah periferi, Royani pun dengan mudah dibuang.
MA memecat Royani sebagai pegawai negeri sipil dengan alasan lebih dari satu bulan tak masuk kerja. Maksudnya jelas agar MA terlepas dari tanggung jawab membantu menghadirkan Royani ke KPK. Royani ialah pelajaran bagi para juru mudi yang lain. Posisinya yang 'di luar tetapi di dalam' terlampau mudah untuk dimanfaatkan dan dikorbankan. Karena itu, mestinya mereka tak mudah terhasut oleh tawaran para bos yang punya laku bandit itu. Sopir harus tahu mana bos yang berlaku benar dan mana yang cemar. Ia harus bisa menubuat masa depannya jika jalan lancung yang diambil.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved