Sandi Korupsi

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
20/5/2016 06:00
Sandi Korupsi
(ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A)

ADA peningkatan upaya meneroka bahasa menjadi alat laku durjana. Di sini bahasa menjadi tempat bersembunyi, makna sesungguhnya disimpan hanya untuk mereka sendiri yang mafhum. Makna bahasa bukan seperti yang diujarkan, melainkan yang dimaksudkan. Ia menjadi kode, menjadi sandi!

Tak mengapa bahasa jadi kode. Kita mafhum, di dunia tentara, kepolisian, intelijen, dan operasi-operasi rahasia, sandi jadi keharusan agar orang ramai tak mafhum. Di dunia serupa ini, yang terang memang sengaja digelapkan, yang tampak disembunyikan. Makna menjadi medan sempit.

Lima tahun terakhir, bisa jadi mungkin sebelum itu telah terjadi, sandi mulai merasuk dalam kejahatan korupsi. Yang terbaru, percakapan via Blackberry di antara sesama amtenar Mahkamah Agung (MA), Andri Triastianto Sutrisna dan Kosidah, tentang ‘nomor sepatu’. “Kira-kira minta ‘nomor sepatu’ berapa ya, Mbak?” tanya Andri kepada Kosidah. “Berapa, ya? Kalau 25, bagaimana?” jawab Kosidah. ‘Nomor sepatu’ berarti besaran uang, ‘nomor 25’ mengacu ke jumlah rupiah, Rp25 juta.

Dalam kasus dugaan di MA, untuk sementara, baru ‘nomor sepatu’ yang terungkap ke publik. Andri, yang disebut-sebut sekondannya Sekretaris MA Nurhadi yang tengah ramai dibincangkan di publik, setelah KPK menangkap Ketua Panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Publik pertama mendengar kode untuk tindak korupsi ketika mendengar persidangan kasus korupsi anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh dan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang. Ketika itu berhamburanlah sandi korupsi buah-buahan seperti ‘apel malang’, ‘apel washington’, ‘semangka’, dan ‘melon’.

Kita tahu kemudian, ‘apel washington’ berarti uang dolar; ‘apel malang’ (uang rupiah), ‘semangka’ (permintaan dana miliaran), ‘melon’ (permintaan dana ratusan juta rupiah). Angelina Sondakh-lah pembuat istilah-istilah itu. “Katanya biar tidak terlalu vulgar,” tutur Rosa menirukan Angelina ketika bersaksi untuk terdakwa korupsi Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, pertengahan Januari 2012.

Dalam kasus korupsi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, juga terungkap istilah makanan untuk merujuk ke dana. Dalam persidangan awal Januari 2015, terungkap ‘bos besar’ meminta kiriman ‘empek-empek tiga dus’ ke ‘kiai Palembang’. Yang dimaksud ‘bos besar’ ialah Akil, sementara ‘kiai Palembang’ ialah Wali Kota Palembang Romi Herton. Selain empek-empek, Akil pernah menggunakan sandi ‘ton emas’.

Sebelumnya, dalam sidang kasus APBD Kota Semarang, Jawa Tengah, yang melibatkan bekas Wali Kota Semarang, Sumarno HS, terungkap istilah ‘kopi coro’ (kopi kecoak), ‘susu kaleng’, ‘nyam-nyam’ dan ‘luak’. ‘kopi coro’, untuk hal-hal yang mengecewakan (dana tak sesuai dengan permintaan), ‘Susu kaleng’ mengacu uang miliaran. Uang yang akan diberikan kepada anggota DPRD disebut ‘nyam-nyam’, ‘luak’ berarti pihak yang meminta uang.

Dalam kasus korupsi yang melibatkan Gubernur nonaktif Riau Annas Maamun dan pengusaha Gulat Medali Emas Manurung, terungkap sandi ‘kacang pukul’. Itu makanan ringan khas Kabupaten Rokan Hilir, terbuat dari kacang dan gula. Apa lagi maknanya kalau bukan duit?

Korupsi yang kian merajalela agaknya tak akan berhenti memproduksi sandi. Termasuk di MA, lembaga tertinggi pencari keadilan. Ia kini seperti remuk redam karena turbulensi korupsi. Korupsi di MA, seperti kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, serupa gunung es. Artinya, sangat boleh jadi, akan ada banyak sandi yang terungkap. ‘Sapu tangan’, ‘topi’, ‘kemeja’, ‘jas’ bisa jadi telah menjadi sandi kejahatan. Siapa tahu juga simbol-simbol negara, alat-alat ibadah, dijadikan sandi laku durjana!



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima