Mulut

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
12/5/2016 05:30
Mulut
(MI/ROMMY PUJIANTO)

PUNYA mulut, maaf, berkemungkinan dapat petaka. Tidak punya mulut? Petaka luar biasa. Mulut bukan cuma pintu pemasukan, melainkan juga pintu pengeluaran. Keduanya berpotensi membawa petaka. Oleh karena mulut sebagai pintu pengeluaran yang sedang hangat dipersoalkan di ruang publik, baiklah hal itu yang lebih dulu disorot. Mulut pada prinsipnya milik perseorangan. Sebagai pintu pengeluaran, bagaimana dan untuk apa mulut digunakan di ruang privat bukan urusan kita.

Ia baru menjadi urusan orang lain bila sembarang dipakai di ruang publik. Terlebih, jika pemiliknya penyelenggara negara, mulut sebagai pintu pengeluaran menjadi urusan publik. Pengeluaran yang disorot bukan berupa muntah dalam arti apa adanya, melainkan muntahan kata-kata yang dimaknai pihak yang terkena sama kotornya, sama baunya. Itulah yang terjadi dengan Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK, yang mengeluarkan kata-kata di ruang publik melalui televisi, tentang HMI dan korupsi yang memicu unjuk rasa ke KPK serta diadukan ke ranah hukum.

Mulut mendapat tempat penting dalam khazanah keindonesiaan, dibuktikan sebagai kata paling banyak dipakai dalam peribahasa, sampai 19 entri. Lancang mulut, sama artinya dengan mulut gatal, yaitu cerewet. Berbeda dengan mulut bocor, tak dapat menyim pan rahasia. Yang paling populer ialah terlepas dari mulut buaya masuk ke mulut harimau, terhindar dari kemalangan kecil menghadapi kemalangan besar. Yang paling kuno, dari sastra Melayu, mulut hang lebih daripada gedembai, yang artinya perkataanmu juga yang membinasakan dirimu.

Semakna dengan itu, mulut kamu harimau kamu mengerkah (batu) kepala kamu, yang dirampingkan menjadi, mulutmu harimaumu. Maknanya perkataanmu juga yang mencelakakan dirimu. Itulah kiranya yang terjadi pada Saut Situmorang. Karena bermula dari mulut, kiranya persoalan dapat diselesaikan juga dengan mulut, yaitu minta maaf, setulus-tulusnya. Mulut sebagai pintu pemasukan pun dapat membawa petaka. Masukkanlah barang yang enak-enak tanpa kira-kira, seperti kuning telur, kulit ayam, gorenggorengan.

Dampaknya boleh diharapkan kolesterol membubung tinggi. Jangan kaget bila suatu hari terkena penyakit jantung atau stroke. Itu baru makanan. Bila gairah serupa juga terjadi pada minuman bergula dan beralkohol, sempurnalah mulut sebagai pintu pemasukan petaka. Berkolesterol tinggi atau bergula tinggi dipandang persoalan perseorangan. Padahal, itu berdampak pada APBN bila pengobatannya menggunakan BPJS. Tidakkah negara bangkrut kalau 10% saja warga seperti itu?

Sebagai penutup, izinkan saya mengutip dua peribahasa. Pertama, mulut satu lidah bertopang, perkataannya lain dengan isi hatinya. Kedua, mulut manis mematahkan tulang, yang artinya perkataan lembut dapat menundukkan orang. Bayangkan, betapa mengerikan jika yang mematahkan tulang itu ternyata lidah yang bertopang. Untunglah Podium ini tidak dibikin dengan mulut, tetapi dengan gadget.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.