Inspirasi dari London

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
10/5/2016 05:31
Inspirasi dari London
(AFP PHOTO / POOL / Yui Mok)

INGGRIS terus memberikan kejutan. Tak hanya Leicester City, klub papan bawah yang selama ini dipandang ‘dua belah mata’ oleh para penggemar bola, yang berjaya di Liga Primer, tapi juga kemenangan Sadiq Khan sebagai Wali Kota London. Keduanya merupakan ukiran sejarah untuk pertama kali. Kedua fakta itu sebelumnya ialah kemuskilan, tetapi tidak di Inggris. Sadiq Khan, anak imigran asal Pakistan, berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya ialah sopir bus dan ibunya tukang jahit. Mereka pindah ke Inggris setelah India terbelah menjadi dua pada 1947. Dari delapan bersaudara, Sadiq ialah anak kelima.

Tak hanya bersa haja, Sadiq seorang muslim dan alumnus North London University, bukan kampus men tereng. Ia muncul di tengah-tengah ke takutan penduduk Eropa akan terorisme setelah tragedi Paris dan Belgia yang menimbulkan trauma dan islamophobia. Khan, muslim berdarah Pakistan dan anggota parlemen Partai Buruh, memang paling empuk menjadi sasaran ‘tembak’ pihak musuh. Sang rival, Tory Zac Goldsmith, yang kaya raya, terbiasa dengan sekolah-sekolah elite, anggota parlemen Partai Konservatif, seperti melihat celah menganga pada Khan untuk ‘dihabisi’. Tuduhan berbau SARA tak hanya muncul dari Goldsmith, tetapi juga dari Perdana Menteri Inggris David Cameron yang sekubu-sepikiran dan separtai politik dengan pria keturunan Yahudi itu. Goldsmith bahkan menulis secara khusus di Daily Mail dengan judul ‘Apakah Kita akan Menyerahkan Kota Terhebat di Dunia Ini pada Partai Buruh yang Menganggap Teroris sebagai Teman?’.

Goldsmith menuduh Khan sebagai corong muslim radikal dan pemberi ‘oksigen’ kepada ekstremis. Serangan yang amat brutal. Akan tetapi, rupa-rupa serangan, stigma, bahkan ancaman, tak mempan. Sadiq Khan, pria kelahiran London 45 tahun silam, tak goyah, tak labil. Ia kukuh belaka. Meskipun juga ada ulama di negerinya yang mengeluarkannya dari Islam karena sebagai anggota parlemen ikut menyetujui perkawinan sesama jenis. Warga London memang terbukti berakal sehat untuk memilih pemimpin. Keyakinan Khan betul belaka. Sang rival yang gemar me mainkan isu SARA tumbang.

Khan menang 57% melawan 43% suara. Kekalahan yang telak bagi Goldsmith. “Pemilu ini bukan tanpa kontroversi dan saya sangat bangga bahwa London hari ini memilih harapan daripada ketakutan. Takut tidak membuat kita lebih aman, itu hanya membuat kita lemah dan politik ketakut an tidak diterima di kota kami,” kata Khan dalam pidato pelantikan sebagai Wali Kota London, didampingi sang istri, Saadiya Ahmad, di Balai Kota London, Sabtu (7/5).

Wali Kota New York Bill de Blasio langsung mengucapkan selamat di akun Twitter. ‘Selamat untuk wali kota baru London dan sesama pejuang penyediaan perumahan untuk rakyat, @SadiqKhan’. Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga mengirim selamat lewat jejaring sosial yang sama. Kemenangan Khan menjadi jawaban London yang mengambil sikap tegas ketika Barat dilanda gejala islamophobia. Terlebih sejak marak serangan teror di Paris dan Belgia, dengan para pelaku membawa-bawa nama agama dalam aksi mereka. Ternyata akal se hat warga London menjawab dengan tak terduga bagi kubu Goldsmith.

Sadiq Khan memang bukan wali kota mus lim per tama di negara Barat. Rotterdam, Belanda, telah lebih dahulu mempunyai Ahmed Aboutalib, wali kota yang muslim. Namun, Sadiq memimpin London menjadi se suatu yang berbeda. London tak hanya ibu kota Inggris, tapi juga kota teramat pen ting di Eropa. Terpilihnya Sadiq pertanda du nia tengah mengoreksi cara memilih pe mimpin. Mungkin London akan terus men jadi inspirasi: usai sudah menjual SARA dalam politik. Kualitas kepemimpinan itulah yang utama.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima