Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BARU kali ini hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi kehebohan luar biasa.
Sebabnya pihak yang diaudit, Pemprov DKI Jakarta, melawan keras karena hasil audit pembelian lahan RS Sumber Waras berbeda jauh dari seharusnya.
Menurut BPK, ada indikasi korupsi.
Perang alasan antara Ketua BPK Harry Azhar Azis versus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama serupa acara berbalas pantun.
Penonton menunggu respons terbaik setelah pernyataan dari satu pihak dilontarkan.
Bagi para pendukung Ahok, mereka percaya sang gubernur membeli lahan dengan jalan lurus, tak lancung.
Tak ada kerugian negara Rp191 miliar dari pembelian lahan seluas 3,64 ha seharga Rp755,689 miliar, seperti dituduhkan BPK.
Tanah di Jl Kyai Tapa, Jakarta Barat, itu dijual sesuai NJOP (nilai jual objek pajak) 2014 seharga Rp20,7 juta per meter persegi.
Bahkan, seperti kata pihak RS Sumber Waras, Pemprov DKI diuntungkan karena tidak harus membayar nilai bangunan Rp25 miliar sesuai dengan kesepakatan awal.
BPK menggunakan NJOP 2013 senilai Rp15, 5 juta per meter persegi.
Artinya, Pemprov DKI Jakarta justru untung.
Mereka menilai Ahok yang selama ini nyaring berteriak antikorupsi tak mungkin berbuat pandir, bunuh diri dengan korupsi.
Mereka justru menuduh BPK tak steril dari gosip tak sedap, yakni adanya dugaan kekuatan hepeng di balik banyak audit.
Terlebih, nama sang ketuanya, Harry Azhar Azis, tercantum dalam dokumen Panama.
Bagaimana meluruskan pihak lain kalau di rumahnya sendiri, BPK, integritas para penghuninya masih centang-perenang?
Bagi para musuh politik Ahok, hasil audit BPK itu menjadi amunisi amat ampuh untuk menggebuk.
Mulutnya yang kerap bicara keras, emosinya yang meledak-ledak, kian memudahkan jalan serangan.
Mereka menuduh Ahok seperti kebenaran itu sendiri, yang tak boleh dikritik.
Latar belakangnya yang Tionghoa dan nonmuslim menjadi peluru lain lagi yang lebih menohok.
Ia dituduh melakukan perselingkuhan dengan para pengusaha besar.
Mereka tak gerah 'bermain SARA'.
Salah satu tayangan video yang diungguh ke Youtube dari seseorang yang mengaku auditor BPK, Imam Haryadi, yang memaki-maki dengan nada rasial, menantang duel, memperlihatkan betapa empuk Ahok untuk digebuk.
Tulisan dan komentar tokoh tentang indikasi kesalahan Ahok disebar.
Tuduhan adanya 'China Connection' pun diumbar.
'Dosa-dosa' Ahok di politik menyatukan 'mereka' yang sakit hati.
Meninggalkan Golkar, Gerindra, mengultimatum partai besar untuk cepat menyerahkan calon wakil gubernur menghadapi Pilkada DKI 2017, dan memilih jalur independen ialah langkah-langkah yang dinilai mempermalukan wibawa parpol.
Ada kecemasan di kedua pihak.
Bagi yang pro, jangan-jangan kali ini Ahok benar-benar roboh.
Bagi yang anti, jika kali ini Ahok tak jatuh, hilanglah sudah kesempatan terbaik untuk mengalahkan 'si mulut keras' itu.
Banyak pihak prihatin menyikapi perseteruan terbuka itu.
Saya justru melihat ini baik untuk menentukan siapa laknat dan siapa terhormat.
Yang melegakan, secara umum pilihan publik tak luruh karena isu SARA.
Kebenaran dalam audit tengah dicari. Namun, seraya mengutip Alkitab, Ahok mengamsalkan, jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
Kita menunggu cahaya fajar itu, akankah bertambah terang sampai rembang tengah hari atau seperti sinar matahari menuju rembang petang?
Tak ada pilihan, KPK harus bekerja dengan teguh menegakkan hukum yang hanya mengabdi pada kebenaran dan keadilan Dewi Themis.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved