Industri dan SDM

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
09/4/2016 05:26
Industri dan SDM
(ADAM DWI)

KAMAR Dagang dan Industri mengingatkan pemerintah tentang menurunnya kontribusi industri terhadap produk domestik bruto. Dengan kontribusi di bawah 20%, sulit untuk menyatakan Indonesia sebagai negara industri. Untuk itulah, Kadin menyeru kepada pemerintah agar lebih serius membangun industri. Peningkatan kesejahteraan masyarakat akan sulit dilakukan kalau kita tidak mentransformasi diri menjadi negara industri. Secara terpisah, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memprihatinkan arah pendidikan tinggi Indonesia. Terbatasnya minat mahasiswa mendalami bidang teknik membuat Indonesia sulit menjadi negara industri. Untuk itulah, Menristek dan Dikti akan menata ulang jumlah mahasiswa dan sarjana. Pemerintah akan mendorong lebih banyak anak Indonesia mau mendalami bidang teknik agar komposisi sarjana teknik seimbang dengan sarjana ilmu sosial.

Kita sengaja soroti dua persoalan itu karena berkaitan dengan arah besar pembangunan kita. Sudah saatnya kita berkonsentrasi kembali ke pembangunan industri manufaktur. Tepatnya, membangun industri manufaktur yang ditopang industri dasar dan industri barang modal dalam negeri yang kuat. Untuk itu, kita harus mempersiapkan manusia yang bisa melakukan itu. Kita harus melakukan rekayasa pendidikan agar mampu menghasilkan sarjana dan tenaga teknik yang kelak mampu memproduksi barang-barang modal yang kita butuhkan untuk membangun industri manufaktur. Saat ini kita harus mengimpor hampir seluruh barang modal ketika hendak membangun industri. Bahkan untuk mesin tekstil kita harus mengimpor. Lebih ironis lagi, kita pernah mengimpor pacul dan arit untuk keperluan petani. Itu terjadi karena kita tidak membuat strategi komprehensif dalam pembangunan.

Pendidikan yang kita kembangkan lepas dari arah pembangunan ekonomi dan industri. Kita bisa melihat menjamurnya sekolah tinggi ilmu sosial. Sebaliknya, sekolah teknik perlahan-lahan tidak diperhatikan. Jangan heran bila industri dasar dan industri barang modal kita tak berkembang. Kekeliruan arah kebijakan itu tecermin dalam neraca keuangan kita. Saban kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, kita dihadapkan pada ekonomi yang kepanasan (overheating economy) akibat meningkatnya defi sit neraca transaksi berjalan. Itu terjadi karena impor barang modal dan bahan baku ikut meningkat.

Kita mendukung niat Menristek dan Dikti melakukan audit sarjana dan perguruan tinggi. Kita perlu tahu komposisi sarjana dan yang sedang duduk di bangku kuliah. Dengan itulah kita bisa menata arah pendidikan tinggi ke depan agar komposisinya sesuai dengan arah pembangunan ekonomi. Kita harus melakukannya sekarang karena perbaikan itu baru kita rasakan hasilnya paling cepat sepuluh tahun mendatang. Kita harus menata ulang pendidikan yang kita lakukan agar tidak mubazir. Sumber daya yang kita keluarkan untuk mempersiapkan manusia Indonesia sesuai dengan tantangan yang kita hadapi. Apalagi kita sedang menghadapi era yang begitu terbuka. Semua negara berlomba membangun manusia mereka agar menjadi pemenang dalam era persaingan. Kita tidak boleh kalah dari Tiongkok yang dalam 25 tahun bisa melakukan transformasi besar. Semua itu dilakukan dengan membangun manusia secara terarah melalui pendidikan yang benar sehingga mereka menjadi bangsa pembelajar dan bangsa pemenang.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.