Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA ialah harapan. Tumpuan dari dunia yang ditimpa kekerasan berkali-kali dan kehendak hidup damai seperti yang kita mau jadi kian menjauh.
Setelah berderet bom mematikan di Brussels, Paris, London, Ankara, dan begitu banyak kota dunia, hidup damai seperti memasuki ruang gelap, memasuki labirin penuh jalan dan lorong yang berliku dan penuh persimpangan.
Dunia pun seperti dalam keputusasaan paling tak terkirakan menghadapi gelombang kekerasan yang ganti-berganti.
Kita tak tahu kota mana lagi, kapan lagi, dan berapa banyak lagi yang dilanda teror mengerikan.
Timur Tengah, tanah yang subur tempat lahir dan bersemainya agama-agama samawi, ternyata seperti terus menyebarkan bara api.
Alih-alih menjadi model bagaimana menyemai hidup damai, justru terus tenggelam dalam problem sendiri-sendiri.
Islam yang kehadirannya merupakan rahmat bagi semua ternyata beratus-ratus tahun kemudian belum menunjukkan buktinya yang paling nyata.
Konflik di zaman lama dalam masyarakat Arab yang bersuku-suku dan berkabilah-kabilah seperti dilanggengkan dalam rentang waktu lebih dari satu melanium.
Itu sebabnya Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungannya ke Amerika Serikat tampak berbahagia ketika tahu Masjid Indonesia Muslim Association in Amerika (IMAAM), di Maryland, menampilkan wajah moderat.
Wajah yang memberi penghargaan kepada perbedaan.
Bahkan menurut imam Masjid IMAAM, masjid yang ia pimpin dipakai juga sebagai tempat dialog dengan pihak gereja dan sinagoge.
Dua tahun lalu bangunan yang dulunya geraja itu dibeli pemerintahan Indonesia untuk digunakan sebagai masjid.
Kalla mengapresiasi kegiatan masjid Indonesia di Amerika yang sangat moderat itu.
Nilai penting Masjid IMAAM, katanya, bertujuan mengenalkan Islam yang tidak identik dengan Timur Tengah.
Islam di Indonesia memang masuk lewat jalur dagang, jalur damai, jalur yang memberi tempat bagi perbedaan.
Bukan jalur pedang dan perang.
Menurut Hisanori Kato, ahli sosial keagamaan, dalam penelitiannya yang panjang di Indonesia, Islam telah menjadi modal sosial sangat berharga.
Ia sangat menghormati perbedaan yang begitu warna-warni karena agama itu, katanya, memberi napas baru bagi kebudayaan setempat.
Ia pun percaya Islam Indonesia yang damai bisa menjadi model perdamaian di dunia.
"Sumbangkanlah sesuatu yang berharga itu bagi dunia," katanya Desember tahun lalu ketika memberi kuliah umum di Universitas Islam Negeri Jakarta.
Begaimana dunia tak limbung? Setiap teroris beraksi, bukankah setelah itu kematian yang mengerikan dan rasa takut yang tak terkirakan muncul?
Kepanikan, rasa takut, doa, kutukan, solidaritas, dan tekad memburu dan menghabisi para pembunuh menjadi gema yang sepi bagi mereka.
Perkabungan atas orang-orang yang tak berdosa, tentu saja, seperti tak membekaskan apa-apa bagi sang pencari mati itu sebab 'di sana', klaim dan sorak kemenangan, pujian pada para 'martir', menjadi maklumat bahwa keberanian telah disuntikkan tanpa garis batas.
'Di sana' yang disebut kebiadaban justru diklaim sebagai jalan perlawanan penuh kemuliaan.
Indonesia yang berbeda dengan Timur Tengah itu mestinya memang pantas menjadi model Islam masa depan.
NU dengan 'Islam Nusantara' dan Muhammadiyah dengan 'Islam berkemajuan', bersama pemerintah, mestinya bergandengan tangan meneguhkan Islam yang benar-benar rahmatan lil alamin itu, yang membawa rahmat, dan kesejahteraan bagi semesta.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved