Incredible Indonesia

22/4/2015 00:00
Incredible Indonesia
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

LUAR biasa acara World Economic Forum yang berlangsung awal pekan ini di Jakarta. Para peserta berdatangan dari dalam dan luar negeri. Mereka antusias mengikui sesi acara seminar yang diselenggarakan. Pada sesi Senin (20/4) pagi, banyak yang tidak bisa masuk ruangan diskusi karena penuh. Seorang eksekutif yang menjadi sponsor acara pun harus gigit jari karena tidak bisa masuk ke tempat acara.

Hal itu menunjukkan besarnya minat orang berbisnis di Indonesia. Mereka datang bukan sekadar untuk jalan-jalan. Pasti mereka melihat peluang besar untuk berbisnis di Indonesia. Kini tinggal terpulang pada kita untuk memanfaatkan kesempatan. Akankah kita juga antusias menyambut datangnya investasi ke negeri ini? Apakah kita serius untuk berbisnis dan mengoptimalkan segala peluang yang ada di sini?

Presiden Joko Widodo lagi-lagi menunjukkan diri sebagai manajer pemasaran luar biasa. Dengan tata bahasa sederhana, ia mampu menarik perhatian. "Silakan investasi di Indonesia, incredible country, incredible people, for incredible profit," kata Jokowi disambut tepuk tangan.

Jokowi mengingatkan bersama semua yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia, negeri ini akan berubah lebih baik. "If you have any problem, please call me," kata Jokowi dengan gaya tangan kanan seakan sedang menelepon sehingga membuat peserta tergelak.

Berulang kali Jokowi 'menjual' Indonesia dan sambutannya selalu luar biasa. Tantangannya terletak pada hal yang lebih detail. Dalam berbisnis kita tidak bisa bergaya politikus. Pekerjaan politikus menyampaikan janji, atau deliver promise. Namun, dalam bisnis yang harus dilakukan ialah menepati janji, atau promise delivered.

Tugas Jokowi sekarang ialah mengajak semua pihak untuk fokus membenahi negeri ini. Kita harus bergegas membangun negeri. Begitu besar peluang yang kita miliki untuk bisa maju dan tugas kita semua untuk menangkap peluang itu.

Janganlah kita terus terjebak dalam urusan politik. Segala persoalan dilihat dari kepentingan politik dan hanya menjadi masalah politik. Ada kecelakaan pesawat tempur, bukan dicari dulu penyebabnya, langsung dibawa ke isu kebijakan pemerintahan sebelumnya, kenapa memilih pesawat hibah, bukan membeli pesawat baru. Ada urusan kompetisi sepak bola yang harus dibenahi, langsung dibawa jadi kewenangan negara untuk melarang organisasi kemasyarakatan.

Energi bangsa ini jangan terus dibawa ke arah energi yang negatif. Tidak ada bangsa yang sekali jadi membangun negerinya. Semua harus melalui proses pasang naik dan surut. Ketika menghadapi masa surut, kita harus bergandengan tangan memperkuat diri, bukan saling memperlemah.

Salah satu penyebab negeri ini tidak bisa maju ialah kita suka menari di atas penderitaan orang lain. Kalau melakukan kesalahan, kita cenderung menyalahkan orang lain. Kritik tidak diharamkan, tetapi kritik itu harus membangun, jangan sekadar berhenti pada menyalahkan.

Kepemimpinan Jokowi diharapkan mengubah kebiasaan buruk itu. Jokowi menularkan energi positif agar bangsa ini tidak hanya berhenti pada masalah, tetapi juga keluar dengan pemikiran untuk memecahkan masalah.

Saat Jokowi mengatakan, "Hubungi saya apabila menghadapi masalah," teman yang duduk di sebelah saya bertanya: "Berapa nomor telepon Presiden?" Pesannya jangan hanya janji menyelesaikan masalah, tetapi sulit dihubungi. Kalau pemerintah cekatan menyelesaikan masalah, itu baru namanya incredible.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.