Tertangkap Basah

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
04/4/2016 05:30
Tertangkap Basah
(MI/SUSANTO)

KIRANYA patut disimpulkan, 'efek jera' tak terdapat dalam perbendaharaan jiwa wakil rakyat.

Yang banyak bercokol di situ ialah 'tertangkap basah'.

Kedua hal tersebut seyogianya saling memberi pengaruh positif bagi tegaknya legislatif yang bersih.

Akibat efek jera, tak ada lagi wakil rakyat yang korupsi, terlebih sampai tertangkap basah KPK, dengan bukti uang tunai.

Kenyataannya, belum lagi kering tinta media menulis ihwal tertangkap basah Damayanti, anggota DPR dari PDIP, kini media kembali menulis KPK menangkap basah Sanusi, anggota DPRD Jakarta, dari Partai Gerindra.

Kenapa wakil rakyat tidak takut tertangkap basah?

Boleh jadi mereka dirasuki percaya diri amat besar.

Segala sesuatu menyangkut jalannya transaksi telah dirancang dan dipikirkan sedemikian rupa, hanya nasib buruk sampai tertangkap basah.

Padahal, KPK menangkap basah bukan berdasarkan primbon.

Yang belum tertangkap pun bukan karena masih bernasib baik.

Korupsilah terus, nasib apes menjemputmu.

Korupsi di kalangan wakil rakyat layaknya candu.

Korupsi pertama Rp1 miliar, lolos, kenapa tidak kedua kali?

Uang yang diterima kedua kali lebih gede, Rp1,140 miliar.

Itulah yang dilakukan Sanusi, sampai kemudian tertangkap basah.

Seperti pecandu narkoba, koruptor bila sudah sakau akan mencari penawar yang lebih tinggi dosisnya, alias korupsi lebih besar lagi.

Seperti ketagihan lainnya, ketagihan korupsi pun tak mudah disembuhkan, tak gampang dihentikan.

Itu rupanya kelakuan 'enak', 'fly', sampai tertangkap basah.

Tertangkap basah KPK patut ditengarai menjadi semacam kenikmatan tersendiri. Bila belum sampai ke sana, sepertinya belum eksis, belum diakui sebagai koruptor hebat.

Kenapa?

Tertangkap basah mendapat liputan luas.

Pemeriksaan berjam-jam di KPK pun menarik perhatian pers.

Ketika tersangka mengenakan rompi oranye khas bertuliskan 'KPK', sempurnalah ketenaran sang koruptor.

Itulah penjelasannya, kenapa banyak koruptor berompi oranye itu tersenyum dan melambaikan tangan ketika berhadapan dengan kamera televisi.

Yang menjadi trending topic kemudian ialah hubungan santun dan korupsi.

Wakil rakyat yang santun tertangkap basah korupsi. Justru KPK-lah yang kurang santun, menangkapnya basah.

Terus terang, saya lebih memilih menggunakan frasa 'tertangkap basah' daripada 'tertangkap tangan' terhadap koruptor.

Korupsi itu sama mesum dan joroknya dengan perbuatan bersebadan yang tertangkap basah di WC umum. Sama-sama tidak punya malu.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima