Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SYAHDAN tragedi mengerikan itu terjadi di Nagasaki dan Hiroshima.
Atas perintah Presiden Amerika Harry S Truman, pada Agustus 1945 dua kota penting di Jepang dibuatnya serupa kiamat.
Asap berbentuk cendawan-cendawan raksasa yang mengembang di udara akibat ledakan dahsyat serupa dajal yang tak hanya menjemput maut 270 ribu orang-orang tak berdosa, tapi juga menghancurkan bumi (Jepang) seisinya.
Sejarah pun menegasi pengandaian: jika Presiden Franklin D Roosevelt tak wafat, mungkin tak ada derita bom atom itu.
Sejarah sudah terjadi. Tak ada sesal dan tak ada ragu.
"Yang tangannya berlumuran darah ialah aku. Biarlah ini jadi urusanku," kata Truman menjawab kepala perancang bom atom itu, ilmuwan Dr Oppenheimer, yang datang tergopoh-gopoh dengan rasa sesal yang berkelindan.
Wajar ilmuwan itu gundah hati: antara tugas negara dan membunuh manusia, pastilah menyiksa perasaannya.
Alasan Truman: meski Jepang telah sempoyongan menahan gempuran, tak ada tanda-tanda akan menyerah.
Truman kerap dikutuk sebagai presiden haus darah, tetapi juga kerap jadi contoh pemimpin yang berada di depan memikul tanggung jawab.
Ia sendiri sepenuhnya! Pendirian 'sang Baja' itu tak berkarat meski berselang lebih satu dasawarsa.
"Begitu saja saya memutuskannya. Ya seperti inilah," tuturnya enteng atas keputusan yang ia buat, dalam wawawancara dengan penulis sejarah kemiliteran, John Toland, pada 1958.
Dalam derajat yang lain, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (1966-1977) kerap menjadi contoh di depan dalam mengambil tanggung jawab.
Patokannya Bung Karno mengangkat dirinya menjadi gubernur untuk membangun Jakarta yang kumuh, jorok, miskin sarana dan prasarana, dan penduduk kere di mana-mana.
Padahal, anggaran negara begitu cekaknya. Ia pun melegalkan perjudian lalu pajaknya untuk membangun.
"Karena judi, biarlah saya masuk neraka," katanya.
Setelah sekolah, puskesmas, aneka prasarana, dan jalan-jalan dibangun, kepada alim ulama yang menentang bukan alang kepalang, Ali pun bilang, "Mestinya mereka kalau bepergian di Jakarta pakai helikopter sebab jalan-jalan di Jakarta dibangun dari uang judi yang haram itu."
Ali pula mengizinkan night club, steambath, dan tempat hiburan lainnya.
Ia beralasan, sebagai kota industri, perdagangan, dan pariwisata, warga Jakarta perlu menghibur diri.
Ia tak gusar digelari 'gubernur judi' dan 'gubernur maksiat'.
Toh, faktanya selama kepemimpinannya, sang letnan jenderal marinir itu punya prestasi yang selalu dikenang.
Berpuluh-puluh tahun ia tak tersaingi.
Tentu saya tak sedang mengapresiasi kebiadaban Truman.
Namun, ia contoh betapa seorang pemimpin memang berani mengambil tanggung jawab sepahit apa pun.
Ia tak melempar bola api ke tangan orang lain.
Keberanian sang gubernur mengatasi persoalan dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kebijakan-kebijakannya yang banyak ditentang, dan ternyata bermanfaat bagi rakyat, itu poin yang tak selalu melekat pada seorang pemimpin.
Memikul tanggung jawab memang milik pemimpin berkarakter.
Pemimpin bukan wilayah main-main.
Ia tak harus menjadi empunya seluruh faset yang sempurna, tapi mestinya tak menyembunyikan banyak mala.
Saya melihat dalam kasus Hambalang, yang mungkin akan dilanjutkan Presiden Jokowi, ada tanggung jawab yang rontok.
Meski seorang menteri dan ketua umum partai telah menjadi terpidana, terasa masih ada yang disimpan dalam ruang sembunyi.
Juga kasus Century, jika saja waktu itu ada yang mengambil tanggung jawab, ia tak menjadi hawa busuk yang terus menusuk-nusuk, menguras energi, hingga kini, hingga nanti.
Dalam urusan publik, terlalu lama menyembunyikan hal lancung, sesungguhnya ia tengah menimbun siksaan yang berlipat-lipat.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved