Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGALAMAN 1997 tidak akan pernah terlupakan oleh bangsa Indonesia. Gejolak ekonomi di Asia Timur mengimbas ke Indonesia. Kepanikan membuat pasar menarik dana besar-besaran dari perbankan. Untuk mencegah kehancuran sistem keuangan, pemerintah mengeluarkan kebijakan bantuan likuiditas Bank Indonesia.
Sampai sekarang, kebijakan itu masih menjadi kontroversi. Namun, pilihan menggelontorkan dana talangan sampai Rp600 triliun merupakan cara terbaik mencegah kehancuran sistem keuangan. Satu dekade setelah itu, krisis keuangan melanda Amerika Serikat. Pemerintahan George W Bush panik menghadapi ancaman keruntuhan perekonomian AS.
Padahal, selama ini mereka paling sesumbar sebagai negara terbaik menerapkan good corporate governance. Namun, prinsip kehati-hatian pada sistem keuangan mereka tabrak. Pemerintah AS harus mengeluarkan kebijakan Trouble Assets Recovery Program. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah AS mengeluarkan anggaran sampai US$725 miliar (sekitar Rp9.500 triliun) untuk mengambil alih aset perusahaan berkredit macet.
Hingga kini AS belum pulih dari krisis. Bahkan eksesnya mengimbas ke seluruh dunia karena dana talangan meluber ke mana-mana. Ketika Bank Sentral AS hendak menarik dana tersebut, mata uang dunia terguncang.
Dua gambaran besar itu menunjukkan tidak ada negara yang kebal dari krisis. Persoalannya tinggal kapan krisis itu akan terjadi serta bagaimana langkah penanganan untuk meminimalkan risiko. Kepanikan pasar merupakan faktor yang sulit dikontrol. Semua orang berupaya menyelamatkan uang masing-masing ketika krisis terjadi. Kepanikan itu menciptakan ketidakpercayaan massal pada sistem keuangan.
Dengan belajar dari pengalaman tersebut, semua negara menyusun protokol penanganan krisis. Protokol itu diperlukan agar jelas langkah apa yang perlu dilakukan ketika krisis terjadi. Bagaimana proses pengambilan keputusannya dan siapa yang berwenang mengambil keputusan tersebut. Setelah krisis keuangan AS, kita sempat dihadapkan pada krisis yang berpotensi memiliki dampak sistemis. Krisis yang melanda Bank Century membuat Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Boediono memutuskan untuk melakukan penyelamatan. Namun, isu itu bergulir menjadi masalah politik dan keduanya hingga kini tersandera oleh kasus itu.
Saat menjabat wakil presiden, Boediono pernah mengusulkan perlunya UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan. Namun, ide itu tak pernah ditanggapi dan dianggap sebagai upaya Boediono menghindari tuntutan hukum. Kini mulai disadari pentingnya UU PPKSK, apalagi jika melihat potensi ancaman yang bisa terjadi. Bank Sentral Eropa harus menyiapkan paket khusus untuk menyelamatkan perekonomian Uni Eropa. Tiongkok melakukan langkah pencegahan untuk menghindari krisis.
Persetujuan DPR bagi ditetapkannya RUU PPKSK merupakan langkah maju mengantisipasi krisis keuangan. Walau waktu pembahasan masih diperlukan, sudah muncul kesadaran membangun sistem yang bisa dipakai dalam menghadapi krisis keuangan. Semangatnya sudah dimunculkan, tidak lagi akan menggunakan skema dana talangan (bailout), tetapi kewajiban dari pemegang saham untuk menyetorkan modal tambahan (bail-in). Implikasinya sudah diantisipasi, yakni amendemen UU Otoritas Jasa Keuangan, UU BI, dan UU Lembaga Penjamin Simpanan. Semua itu berangkat dari kesadaran kita harus menyediakan payung sebelum hujan. Jika krisis keuangan telanjur datang, kita sulit berpikir jernih karena mudah panik. Kita harus belajar dari pengalaman.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved