Perikanan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
12/3/2016 07:52
Perikanan
(Dok.MI/ Gino F HADI)

PAMERAN Seafood Amerika Utara merupakan ajang tahunan para pelaku industri perikanan untuk saling memperkenalkan produk yang dihasilkan. Pertemuan di Boston, Amerika Serikat, itu tidak hanya berbicara soal bisnis, tetapi juga tata kelola perikanan.

Salah satu tema hangat yang diangkat ialah tata kelola perikanan yang bertanggung jawab (responsible fisheries). Pelaku industri perikanan dituntut memperhatikan keberlanjutan.

Selama ini, industri perikanan lebih fokus pada penangkapan. Sepanjang bisa dijaring, semua jenis dan ukuran ikan yang bisa ditangkap mereka angkat.

Akibatnya, jumlah ikan betina yang dibutuhkan untuk bereproduksi berkurang. Anak ikan yang seharusnya dibiarkan tumbuh terlebih dahulu pun gagal mencapai pertumbuhan optimal.

Tata kelola yang tidak memperhatikan faktor keberlanjutan, apabila dibiarkan, akan membahayakan masa depan umat manusia. Padahal, laut dan seluruh isinya merupakan penyangga kehidupan paling esensial.

Untuk itulah banyak negara membuat pengaturan perdagangan produk perikanan. Pemerintah AS, misalnya, sedang menyusun rancangan undang-undang yang mengharuskan pernyataan tentang asal ikan yang masuk ke negara mereka.

Para eksportir produk perikanan kelak harus menuliskan lokasi penangkapan, jenis kapal yang dipakai, hingga jenis jaring yang dipakai saat memasarkan produk ke AS.

Peraturan itu mau tidak mau membuat industri perikanan Indonesia harus berubah. Kita tidak bisa lagi asal menangkap, tetapi harus memperhatikan cara menangkap yang benar. Bahkan, ke depan, industri perikanan harus menggunakan sistem teknologi yang mendukung aturan penangkapan ikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai penerapan tata kelola industri perikanan berkelanjutan sesuai dengan langkah yang selama ini dilakukan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, seperti pembatasan tentang ukuran ikan yang boleh ditangkap dan diperjualbelikan. Aturan tersebut membuat ikan-ikan tidak hanya bisa terjaga keberadaannya, tetapi juga tumbuh optimal.

Apalagi pemerintah keras melarang penangkapan ikan secara ilegal, termasuk dengan menenggelamkan kapal-kapal tanpa izin resmi. Kini nelayan bisa lebih mudah menangkap ikan dengan ukuran lebih besar. Semua itu ditempatkan dalam tiga strategi pengembangan perikanan, yaitu sovereignty (kedaulatan), sustainability (keberlanjutan), dan prosperity (kesejahteraan).

Menteri Susi menyadari, agar kesejahteraan meningkat, kapasitas para nelayan harus diperbaiki. Semua itu bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan Hanya dengan itulah nelayan dan industri perikanan Indonesia mampu memanfaatkan pasar ikan dunia.

Tentu tidak bisa sekali jadi, sebab itu berkaitan dengan mengubah kebiasaan. Pemerintah sendiri tidak akan ragu meminta negara-negara besar memberikan waktu tambahan bagi pelaksanaan responsible fisheries bagi nelayan Indonesia. Namun, ke depan, nelayan dan industri perikanan Indonesia harus menyesuaikan itu dengan aturan dunia yang sangat memperhatikan soal keberlanjutan.

Salah satu persyaratan agar nelayan Indonesia bisa memenuhi peraturan internasional ialah dengan memperbaiki kualitas kehidupan mereka. Nelayan tidak bisa lagi dibiarkan masuk kelompok masyarakat miskin.

Menteri Susi melihat saat ini kualitas kehidupan nelayan jauh membaik. Apabila pada 2014 indeks kehidupan nelayan berada pada angka 102,97, sekarang sudah 107,37. Akan tetapi, perjalanan memang masih jauh.

Apalagi seperti disampaikan Profesor Emeritus Universitas Harvard, Gustav Papanek, perikanan Indonesia harus mampu membuka lapangan pekerjaan bagi mininal satu juta orang. Itu hanya bisa terjadi kalau kita mampu membangun industri perikanan yang menyejahterakan nelayan.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima