Pesta Gerhana

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
11/3/2016 05:30
Pesta Gerhana
(MI/ARYA MANGGALA)

TAK ada lagi mitos yang mengental karena marahnya Betara Kala seperti ketika gerhana matahari total 1983.

Juga tak ada larangan disertai patroli ketat dari aparat.

Masyarakat hanya boleh menikmati fenomena alam itu lewat TVRI dan RRI.

Yang melanggar terkena sanksi.

Gerhana matahari yang mestinya jadi momen menanamkan kecintaan masyarakat pada alam semesta justru dianggap subversif.

Antusiasme masyarakat menyambut gerhana matahari total kali ini (9/3) seperti sebuah perlawanan pada peristiwa lalu.

Di mana-mana, utamanya di 11 provinsi yang jadi lintasan gerhana total berdurasi antara 2-4 menit itu suasana meriah layaknya sebuah keriaan amat terasa.

Panggung hiburan digelar.

Gerhana kali ini tidak lagi menebar ketakutan karena destruksi Betara Kala, tetapi kegembiraan menyambut Dewi Laksmi turun ke bumi menebar kesuburan, kemakmuran, keberuntungan, keadilan, dan kearifan.

Memang ada ritual adat, doa, bertapa, tetapi jelas suasana turistik lebih menonjol. Digelarlah tari-tarian, festival kuliner, nonton bareng, dan foto bersama.

Pemerintah daerah memanfaatkan betul peristiwa langka itu sebagai momen promosi.

Berbagai tips melihat gerhana secara aman gencar dilakukan.

Ribuan kacamata aman radiasi dibagikan gratis.

Wajar.

Gerhana matahari total ini yang pertama melewati Indonesia di abad ke-21.

Ia juga istimewa karena lintasannya terentang dari barat ke timur.

Inilah gerhana matahari total keempat di Indonesia selama abad ke-20, yakni pada 1901, 1929, 1962.

Menurut Badan Antariksa AS, selama abad ke-21 akan ada 224 gerhana matahari: 77 gerhana matahari sebagian, 72 gerhana matahari cincin, 68 gerhana matahari total, dan 7 gerhana hibryd.

Hingga 2100 Indonesia akan mengalami 14 gerhana matahari.

Di Maluku Utara, di Ternate dan Maba, yang menjadi favorit para pengunjung, kuliner khusus sirop buah pala disediakan bagi turis asing.

Putri Raja Thailand Maha Chakri Sirindhorn pun terpikat dengan Ternate karena cerita harum rempah-rempah.

Tarian Legu Gam, yang biasanya hanya untuk keluarga Sultan Ternate, saat gerhana digelar untuk umum.

Juga digelar festival ritual Fere Kie (mendaki Gunung Gamalama) dan dolo-dolo (diawali membaca doa diakhiri memukul kentung).

Pemerintah memang tengah menyiapkan 10 tujuan wisata utama.

Ada target yang dicanangkan, wisata gerhana ini bisa menggaet 5 juta wisatawan domestik, 100 ribu wisatawan mancanegara, dengan perkiraan penerimaan devisa sekitar Rp5 triliun.

Wakil Presiden Yusuf Kalla bersama Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara nonton bareng GMT di Palu.

Presiden Jokowi menonton di halaman Istana Bogor.

Peneliti dari Lapan, LIPI, BMKG, Observatorium Bosscha (ITB), menyebar di 11 provinsi yang terlintasi GMT.

Maba dan Ternate menjadi tempat favorit.

Peneliti dari Jerman, Australia, Austria, Inggris, Jepang, Kanada, Prancis, Rusia, Spanyol, AS (NASA) melakukan penelitian di tempat ini.

Lapan akan mengumumkan hasil penelitiannya pada Juni mendatang.

Publik menunggu!

Tak salah memang jika kemeriahan masih amat turistik dibandingkan kesibukan untuk tujuan keilmuan.

Namun, jika semata pesta, negeri seperti Indonesia yang kaya peristiwa alam, menjadi amat ironis.

Seperti kata astronom dari ITB Hakim Luthfi Malasan, astronomi di Indonesia masih menjadi bidang yang dimarjinalkan.

Ia belum menjadi pelajaran wajib di sekolah.

Padahal, astronomi tak hanya mendekatkan kecintaan kita pada alam semesta, tetapi juga bagi pengembangan ilmu.

Pesta umumnya hanya menyenangkan perasaan, tetapi tak memperkaya pikiran.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima