Maria Sharapova

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
10/3/2016 05:30
Maria Sharapova
(AFP/KEVORK DJANSEZIAN)

KATA orang suci, setialah pada perkara-perkara kecil. Hanya yang setia pada perkara-perkara kecil akan setia pada perkara-perkara besar.

Apakah tidak menuruti nasihat orang suci itu yang terjadi pada Maria Sharapova sehingga ia tertimpa perkara besar?

Perkara besar itu ialah dilarang bermain tenis selama empat tahun karena terbukti memakai meldonium. Hukuman itu dapat berkurang, bergantung pada 'pembelaannya'. Maria Sharapova tidak bermaksud/berniat/sengaja melakukan doping.

Meldonium masuk daftar obat terlarang bagi petenis sejak 1 Januari 2016. Peraturan terbaru itu dikirim resmi melalui e-mail pada 22 Desember 2015. Tes doping dilakukan terhadap Maria Sharapova pada 26 Januari 2016, dalam Australian Open (18-31 Januari 2016).

Jadi, itu praktis hanya 35 hari setelah e-mail resmi International Tennis Federation itu diterima Maria Sharapova. Akan tetapi, pelatih, manajemen, juga Maria Sharapova sendiri, tidak membuka e-mail tersebut. "I didn't click on the link," kata Maria Sharapova, jujur, kepada pers di Los Angeles, Senin (7/3).

Ia menerima hasil tes doping itu, mengakuinya, bahkan menyatakan telah 10 tahun mengonsumsi meldonium dari dokter keluarga karena mengalami kekurangan magnesium. Keluarganya yang menderita diabetes pun memakainya.

Meldonium diproduksi sebuah perusahaan farmasi di Latvia, beredar di Rusia, tetapi tidak di AS. Obat itu merupakan modulator metabolis, untuk penyakit jantung, memperlancar peredaran darah.

Gara-gara obat itu, Nike membatalkan kontrak delapan tahun, senilai US$70 juta, yang ditandatangani Maria Sharapova pada 2010. Para penggemarnya berharap hukumannya kurang dari empat tahun.

Harapan itu beralasan. Ada sebuah kontras mendebarkan terhidang saban kali menyaksikan pertarungan Maria Sharapova melawan saingan terberatnya, Serena Williams, di layar televisi.

Adu kecanggihan kelas satu dunia, tetapi kontras bak pertarungan peragawati lembut gemulai berusia 28 tahun melawan atlet yang tetap perkasa padat berotot dalam umur 34 tahun.

Kiranya sebuah kehilangan besar bagi penggemar tenis di seluruh dunia karena pertandingan menarik juara 5 kali grand slam melawan juara 21 kali grand slam itu, selama 4 tahun ini.

I didn't click on the link. Saya tidak membuka e-mail, perkara kecil. Akan tetapi, karena perkara kecil itulah Maria Sharapova tergelincir dari puncak kebesaran. Padahal, puncak kekayaan dan ketersohoran itu diraihnya dari dasar kemiskinan.

Ayahnya, Yuri, membawanya ke AS ketika ia berusia tujuh tahun, bermodalkan US$700, uang pinjaman. Ayahnya menjadi pencuci piring, berpisah dengan ibunya yang tetap tinggal di Rusia. Semua itu demi putri cilik berbakat besar menjadi petenis dunia.

Impian menjadi kenyataan, kini ternoda oleh perkara kecil, I didn't click on the link. Kata orang suci, setialah pada perkara-perkara kecil.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.