Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HIDUP, saya kira, tak harus dipagari usia untuk memulainya. Ia bebas menentukan 'titik berangkat' dan 'titik pergi'. "Life begins at forty," kritik John Lennon, ialah hanya ada dalam pikiran, sebab ia sendiri ditembak mati di puncak kemasyhurannya, di usia empat dasawarsa itu. 'Hidup dimulai di usia 40' memang menjadi frasa yang banyak dipedomani, tapi ia juga bukan afi rmasi aksioma. Memulai hidup di usia 40 hanya salah satu pilihan titik berangkat, dengan asumsi di usia itu telah mencapai kematangan yang komplet.
Namun, kemajuan ilmu dan teknologi, kecerdasan, kreativitas, bakat bisnis, dan kepemimpinan banyak mematangkan manusia jauh sebelum mencapai usia 40. Begitu banyak orang muda gemilang dan matang di seantero jagat masih berusia di bawah 30 tahun. Pendiri Google, Larry Page, pastilah amat layak disebut dalam jajaran ini. Ia mencapai kegemilangan, dengan kekayaan US$13 miliar, ketika masih di bawah usia 30 tahun. Yang paling masyhur pastilah Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, drop out dari Universitas Harvard, tetapi membalasnya dalam kerja cemerlang. Ia terpilih menjadi Person of the Year versi majalah Time pada usia 25 tahun, dengan gelimang kekayaan.
Di usia usia 30, tahun lalu, setelah beberapa hari kelahiran putrinya, ia mengumumkan komitmen untuk menyumbangkan 99% (setara Rp623 triliun) kekayaannya lewat organisasi amal yang ia dirikan, Chan Zuckerberg Initiative. "Mempromosikan kesetaraan adalah untuk memastikan semua orang memiliki akses kesempatan ini, terlepas dari bangsa, keluarga, atau keadaaan mereka dilahirkan. Masyarakat kita harus melakukan ini tidak hanya untuk keadilan atau amal, tetapi juga untuk kemajuan manusia," tulis Zuckerberg di akun Facebook miliknya pada 2 Desember 2015.
Kemuliaan dan kearifan kelas tinggi tak harus menunggu hingga rambut memutih dan syal tebal kerap dililitkan di lehernya. Memang ada banyak yang merevisi ‘Life begins at forty’ menjadi ‘Life begins at thirty’ dan bahkan 'Life begins at twenty'. Maka, betullah ketika pekan silam majalah bisnis Forbes mewartakan 17 anak muda Indonesia masuk daftar 30 Under 30 Asia. Kaum muda yang menekuni aneka profesi dan bisnis itu dinilai sebagai pemimpin muda penuh inspirasi. Total ada 300 pemimpin muda Asia di bawah 30 tahun yang dirilis Forbes. Dari ke-17 orang itu, antara lain Yasa Paramita Singgih, 20, Leonika Sari Njoto Boedioetomo, 22, Abraham Victor, 23, Muhammad Alfatih Timur, 24, dan Benny Fajarai, 25. Inilah inspirasi kita.
Bergembiralah guru besar ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, dengan munculnya anakanak muda yang memiliki gagasan orisinal dan langsung bergerak. Anak-anak muda ini, kata Rhenald, seperti menyindir mereka yang banyak omong di parlemen, tetapi miskin prestasi. Mereka adalah pelita di malam gelap. Kita bersyukur ada anak-anak muda yang terus ber gerak, tak peduli negara hadir atau tidak. Kita berharap mereka menjadi lokomotif, penarik gerbong anak-anak muda lain di seluruh negeri yang kita percaya punya spirit besar ingin bergerak maju, hanya mereka tak tahu arah jalannya. Mereka kerap tertutup oleh aneka keterbatasan: pendidikan, keterampilan, akses permodalan, dan bimbingan. Padahal, mereka kekuatan besar yang mestinya bisa digerakkan. Sayang jika bonus demografi yang kita miliki pada akhirnya menjadi berkah yang pergi karena tak diberi arti.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved