Inspirasi Kaum Muda

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
04/3/2016 06:00
Inspirasi Kaum Muda
((AP Photo/Eric Risberg, file))

HIDUP, saya kira, tak harus dipagari usia untuk memulainya. Ia bebas menentukan 'titik berangkat' dan 'titik pergi'. "Life begins at forty," kritik John Lennon, ialah hanya ada dalam pikiran, sebab ia sendiri ditembak mati di puncak kemasyhurannya, di usia empat dasawarsa itu. 'Hidup dimulai di usia 40' memang menjadi frasa yang banyak dipedomani, tapi ia juga bukan afi rmasi aksioma. Memulai hidup di usia 40 hanya salah satu pilihan titik berangkat, dengan asumsi di usia itu telah mencapai kematangan yang komplet.

Namun, kemajuan ilmu dan teknologi, kecerdasan, kreativitas, bakat bisnis, dan kepemimpinan banyak mematangkan manusia jauh sebelum mencapai usia 40. Begitu banyak orang muda gemilang dan matang di seantero jagat masih berusia di bawah 30 tahun. Pendiri Google, Larry Page, pastilah amat layak disebut dalam jajaran ini. Ia mencapai kegemilangan, dengan kekayaan US$13 miliar, ketika masih di bawah usia 30 tahun. Yang paling masyhur pastilah Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, drop out dari Universitas Harvard, tetapi membalasnya dalam kerja cemerlang. Ia terpilih menjadi Person of the Year versi majalah Time pada usia 25 tahun, dengan gelimang kekayaan.

Di usia usia 30, tahun lalu, setelah beberapa hari kelahiran putrinya, ia mengumumkan komitmen untuk menyumbangkan 99% (setara Rp623 triliun) kekayaannya lewat organisasi amal yang ia dirikan, Chan Zuckerberg Initiative. "Mempromosikan kesetaraan adalah untuk memastikan semua orang memiliki akses kesempatan ini, terlepas dari bangsa, keluarga, atau keadaaan mereka dilahirkan. Masyarakat kita harus melakukan ini tidak hanya untuk keadilan atau amal, tetapi juga untuk kemajuan manusia," tulis Zuckerberg di akun Facebook miliknya pada 2 Desember 2015.

Kemuliaan dan kearifan kelas tinggi tak harus menunggu hingga rambut memutih dan syal tebal kerap dililitkan di lehernya. Memang ada banyak yang merevisi ‘Life begins at forty’ menjadi ‘Life begins at thirty’ dan bahkan 'Life begins at twenty'. Maka, betullah ketika pekan silam majalah bisnis Forbes mewartakan 17 anak muda Indonesia masuk daftar 30 Under 30 Asia. Kaum muda yang menekuni aneka profesi dan bisnis itu dinilai sebagai pemimpin muda penuh inspirasi. Total ada 300 pemimpin muda Asia di bawah 30 tahun yang dirilis Forbes. Dari ke-17 orang itu, antara lain Yasa Paramita Singgih, 20, Leonika Sari Njoto Boedioetomo, 22, Abraham Victor, 23, Muhammad Alfatih Timur, 24, dan Benny Fajarai, 25. Inilah inspirasi kita.

Bergembiralah guru besar ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, dengan munculnya anakanak muda yang memiliki gagasan orisinal dan langsung bergerak. Anak-anak muda ini, kata Rhenald, seperti menyindir mereka yang banyak omong di parlemen, tetapi miskin prestasi. Mereka adalah pelita di malam gelap. Kita bersyukur ada anak-anak muda yang terus ber gerak, tak peduli negara hadir atau tidak. Kita berharap mereka menjadi lokomotif, penarik gerbong anak-anak muda lain di seluruh negeri yang kita percaya punya spirit besar ingin bergerak maju, hanya mereka tak tahu arah jalannya. Mereka kerap tertutup oleh aneka keterbatasan: pendidikan, keterampilan, akses permodalan, dan bimbingan. Padahal, mereka kekuatan besar yang mestinya bisa digerakkan. Sayang jika bonus demografi yang kita miliki pada akhirnya menjadi berkah yang pergi karena tak diberi arti.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima