No Pain No Gain

SURYOPRATOMO/Dewan Redaksi Media Group
18/4/2015 00:00
No Pain No Gain
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)
BAGI kalangan bisnis, istilah itu sangatlah mereka pahami. Pesannya tidak ada jalan mudah meraih keberhasilan. Kita harus mau menerima rasa sakit apabila ingin menikmati keuntungan. Hal itulah yang ingin kita sampaikan kepada pemimpin negeri ini dalam memenuhi kebutuhan energi. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pengembangan energi baru dan terbarukan harus dimulai dari sekarang. Untuk itu, dibutuhkan kemauan dari pemimpinnya. Pandangan itu sama dengan ahli energi Prof Soebroto.  Saat menghadiri ulang tahun ke-70 Arifin Panigoro, mantan menteri pertambangan dan energi itu mengingatkan kebutuhan energi bangsa ini meningkat sekitar 10% setiap tahun, sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. Kalau hitungannya dibuat linier, jika kebutuhan BBM kita kini 1,5 juta barel per hari, 10 tahun lagi meningkat jadi 3 juta barel per hari.

Kini cadangan minyak terbukti yang kita miliki hanya sekitar 3 miliar barel. Kalau tidak ada penemuan baru, menurut Soebroto, dalam 11 tahun mendatang cadangan minyak akan habis.

Oleh karena itu, kita harus melakukan eksplorasi minyak baru. Meski harga minyak murah, kita tidak punya pilihan lain kecuali mendapatkan tambahan cadangan minyak terbukti. Energi dari fosil masih tetap menjadi penyumbang utama penyediaan energi.

Secara bersamaan kita harus mengembangkan energi baru dan terbarukan. Seperti halnya eksplorasi minyak, pengembangan energi alternatif harus dimulai dari sekarang karena butuh waktu untuk memastikan itu bisa dipergunakan. Apalagi biaya pengembangannya tidak sedikit.

Dalam keamanan energi ada faktor empat A dan satu S yang harus diperhatikan. Keempat A itu ialah availability atau ketersediaan, accessibility atau kemudahan mendapatkannya, affordability atau keterjangkauan harganya, dan acceptability atau kemauan masyarakat menggunakannya. Satu faktor S ialah sustainability atau keberlanjutannya.

Di sinilah tantangan pengembangan energi baru dan terbarukan. Kita memiliki banyak energi alternatif seperti matahari dan angin, tetapi tidak terjangkau masyarakat karena mahal harganya. Ada energi nuklir, tetapi kita takut menggunakannya. Ada bahan bakar gas yang lebih murah, tetapi sulit untuk mendapatkannya.

Tantangan itu sebenarnya tidak hanya dihadapi kita sendirian. Bangsa lain juga. Semua tahu energi fosil satu saat pasti habis. Hanya bangsa lain tidak sekadar berwacana, tetapi berani memulai pengembangannya.

Di Eropa misalnya, energi angin dikembangkan tidak dalam skala besar. Di Prancis dan Jerman, energi angin dikembangkan untuk kebutuhan listrik satu desa. Satu atau dua kincir angin menghasilkan 2 Mw cukup untuk kebutuhan desa.

Kota Daegu di Korea Selatan mencanangkan dirinya sebagai 'Kota Solar Cell'. Meski matahari tidak setiap waktu menyinari, mereka berani mengembangkannya. Meski mahal, mereka sadar ada biaya pembelajaran yang memungkinkan pengembangan teknologi dan dalam jangka panjang diyakini bisa lebih murah.

Kita membutuhkan pemimpin yang berani melihat jauh ke depan. Terutama untuk energi, kita harus berani berinvestasi dan bahkan berpetualang karena manusia tidak bisa hidup tanpa energi. Energi dari diri pemimpin akan bisa menggerakkan bangsa ini menemukan energi baru dan terbarukan. Tidak pernah ada makan siang yang gratis. Namun, kita tidak punya pilihan karena no pain no gain.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.