DNI

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
13/2/2016 05:19
DNI
(ANTARA/Audy Alwi)

MAYBANK sudah sejak 1980-an hadir di Indonesia. Hanya saja mereka beroperasi sebagai investment bank. Maybank tidak mendapat izin untuk menjadi retail banking. Tidak usah heran apabila penetrasi mereka kalah dibandingkan bank Malaysia lainnya, CIMB Niaga.

Namun, kini Maybank memperkecil ketertinggalannya. Secara cerdik mereka mengakuisisi Bank International Indonesia.

Mereka bisa melebarkan sayapnya menjadi retail banking dengan memanfaatkan izin dan cabang-cabang yang dimiliki BII. Mereka mengubah nama BII Maybank menjadi Bank Maybank Indonesia.

Otoritas moneter Indonesia mengizinkan akuisisi dan pergantian nama tersebut. Kita pun tidak mempermasalahkan kehadiran mereka.

Perbankan kita sudah lama dipenuhi bank-bank asing. Bukan hanya Malaysia, melainkan bank Singapura, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea, AS, dan negara-negara Eropa.

Ekonomi Indonesia memang dibuka lebar untuk asing. Kita menganggap sebagai geopolitik dan geoekonomi. Semua sektor dipersilakan dimiliki dan dikuasai asing.

Paket Kebijakan Ekonomi X melengkapi liberalisasi ekonomi yang kita lakukan. Bahkan restoran dan kafe pun dipersilakan 100% dimiliki asing.

Mereka boleh bersaing secara bebas dengan restoran-restoran tradisional seperti Mbok Berek, Ayam Suharti, Gudeg Yu Jum, atau Soto Ambengan.

Pemerintah tidak mau dikatakan kebijakan terakhir ini sebagai liberalisasi.

Namun, kenyataan penghapusan daftar negatif investasi (DNI) yang dikeluarkan Kamis (11/2), membuka investasi asing untuk bidang yang selama ini menjadi andalan pengusaha mikro, kecil, dan menengah.

Seorang menteri mengaku merasa berdosa membiarkan kebijakan liberalisasi dilakukan pemerintah Jokowi-JK.

Ia tidak menyangka rapat kabinet terbatas ditutup lebih cepat oleh Presiden.

Padahal, ia ingin mengingatkan, apakah memang seperti ini keterbukaan ekonomi yang ingin kita lakukan.

AS, yang dikatakan sebagai embahnya liberalisasi, tidak menjadikan perekonomian mereka terbuka sebebas-bebasnya.

Kita masih ingat ketika pengelolaan pelabuhan mereka hampir diambil alih investor Timur Tengah.

Masyarakat AS menolak liberalisasi dan kontrak pengambilalihan itu dibatalkan.

Kita membuka diri terhadap masuknya bank-bank asing di Indonesia. Bahkan mereka diperkenankan beroperasi dan membuka ATM di tempat yang mereka maui.

Sementara bank kita untuk membuka ATM di Singapura dan Malaysia saja izinnya dibuat berbelit-belit dan persyaratannya nyaris tidak masuk akal.

Anehnya, di satu sisi kita begitu terbuka, tetapi di sisi lain kita bisa begitu antiterhadap asing.

Contoh perlakuan terhadap PT Freeport Indonesia.

Sepertinya apa yang mereka lakukan selalu salah.

Bahkan kemudian kita berupaya menyingkirkan mereka dari Indonesia karena menganggap mereka tidak memberi manfaat.

Padahal, banyak investasi asing yang sebenarnya mengancam eksistensi negara ini.

Seperti penguasaan bisnis telekomunikasi, bisnis perbankan, bisnis perminyakan.

Terakhir penghapusan DNI untuk bidang-bidang yang menjadi penghidupan warga bangsa ini seperti restoran dan kafe.

Masak Mbok Berek boleh disingkirkan oleh Singapore Hainan Rice atau Soto Ambengan dikalahkan Wonton Soup.

Kita memang butuh investasi, tetapi sebaik nya investasi untuk bidang yang kita belum kuat.

Jangan hanya karena kita tidak bisa mengatur persaingan, lalu kita meminjam tangan asing untuk menciptakan persaingan.

Industri film dibuka selebar-lebarnya kepada asing dengan harapan mendorong produksi film nasional.

Sebuah cara berpikir absurd, karena kalau Bollywood yang masuk ke Indonesia, pasti film India yang akan dibuat, bukan film nasional.

Pemerintah mengaku sudah mendengar masukan dari semua pihak, tetapi seperti kata seorang menteri, apakah liberalisasi seperti ini yang kita maui?



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima