Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPAT kabinet terbatas, Selasa (2/2), berlangsung hangat. Presiden Joko Widodo senang ada perdebatan tentang pengelolaan Blok Masela di Laut Arafura. Namun, Presiden belum mengambil keputusan apakah pengelolaan gas alam cair dilakukan di darat atau di laut. Semua akan ditentukan setelah ia mendengar hasil kajian tim independen.
Siapa sebenarnya pemenang dari perdebatan yang tidak pernah berujung ini? Pemenang sesungguhnya ialah kontraktor production sharing (KPS) yang menjadi pengelola lapangan gas Abadi, yaitu Inpex (Jepang) dan Shell (Belanda). Mengapa? Karena bisnis LNG lebih ditentukan pasar. Pengelola lapangan gas harus mendapat jaminan ada pasar yang menyerap produksi mereka. Kalau eksploitasi dilakukan sebelum ada pasar, mereka akan dipermainkan pembeli.
Kita pernah punya pengalaman itu ketika mengeksploitasi Blok Tangguh. Tiongkok yang semula berminat membeli gas dari Tangguh, membatalkannya dan memutuskan membeli dari Australia. Presiden Megawati Soekarnoputri sampai harus berdansa dengan Presiden Jiang Zemin agar Tiongkok mau membeli gas Tangguh. Itu pun kemudian hanya diberikan untuk memasok kebutuhan Fujian dengan harga yang dianggap terlalu murah.
Inpex pasti senang melihat perdebatan di antara para pejabat Indonesia. Kian lama perdebatan itu berlangsung, kewajiban mereka untuk membangun fasilitas pengolahan LNG bisa ikut mundur. Apalagi Inpex belum membutuhkan gas dari Blok Masela sekarang, melainkan baru pada 2030 untuk memasok pasar Jepang.
Mengapa Inpex baru butuh gas Blok Masela 14 tahun lagi? Karena mereka baru mendapatkan pasokan LNG dari Darwin, Australia. Pertengahan 2016, proyek mereka di Darwin akan berproduksi dengan volume 8,4 juta ton per tahun. Sebenarnya Inpex sudah mendapat izin mengeksplorasi Blok Masela pada 1998. Eksplorasi yang mereka lakukan dua tahun kemudian menemukan lapangan gas Abadi. Eksplorasi lanjutan pada 2002 dan 2007-2008 memastikan adanya cadangan yang besar. Pada Desember 2010 sebetulnya pemerintah Indonesia sudah menyetujui eksploitasi menggunakan model pengelolaan LNG terapung dengan produksi 2,5 juta ton per tahun.
Kalau saja kita konsisten menjalankan keputusan, seharusnya Blok Masela sudah bisa kita nikmati sekarang. Pembangunan fasilitas LNG membutuhkan waktu 5 hingga 7 tahun. Seperti proyek Inpex di Darwin baru diputuskan pada 2011 dan pertengahan tahun ini sudah berproduksi. Apalagi kemudian terbukti cadangan gas di Blok Masela lebih besar dan produksinya bisa ditingkatkan menjadi 7,5 juta ton per tahun.
Eksploitasi gas di Darwin membawa manfaat ekonomi kepada Australia minimal US$3,5 miliar per tahun. Jumlah tenaga kerja yang bisa diserap dalam pembangunan proyek sekitar 2.700 orang dan ketika beroperasi dibutuhkan sekitar 300 karyawan. Kita ketinggalan kereta karena semangat yang dibawa pejabat hanya kompetisi. Padahal, semangat berkompetisi seharusnya dibawa ketika bersaing dengan bangsa lain. Ke dalam seharusnya kooperasi.
Kita tidak tahu perdebatan sekarang ini murni karena faktor nasionalisme atau ada kepentingan pihak lain. Yang pasti perdebatan ini sebenarnya sudah selesai pada 2010, tetapi dihidupkan lagi enam tahun kemudian. Tidak mengherankan bila kita dulu 350 tahun dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang karena kita terlalu mudah diadu domba.
Revolusi mental sepertinya tidak perlu dilakukan jauh-jauh. Presiden harus memulainya dari rumah sendiri.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved