Menjaga Bintang

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
05/2/2016 00:00
Menjaga Bintang
(ANTARA/FB Anggoro)

DI sebuah kabupaten di sebuah pulau, seorang kepala daerah punya kebijakan populis. Ia dekat dengan rakyat. Telepon selulernya tak pernah berhenti berdering saban hari. “Dari rakyat yang rindu,” katanya. Warga kerap mengerubutinya jika ia hadir di sebuah tempat, untuk sekadar melihat wajah dan mencium tangan pemimpinnya.

Ia punya tiga filosofi yang membimbing hidupnya. Pertama, filosofi lebah. Menghasilkan madu (manfaat) bagi rakyat. Pemimpin harus berada di tengah rakyatnya, tak boleh berjarak. Jarak bisa berubah jadi prasangka. Ia ibarat ilalang kering, mudah terbakar. Kedua, filosofi batu karang. Biar dihantam musuh dari delapan penjuru angin, ia kukuh belaka. Sebagai petahana, ia terpilih kembali dengan perolehan suara tinggi. Ketiga, filosofi lilin. Ia menerangi mereka yang dikepung kegelapan meski tubuhnya meleleh.

Ia Syaukani HR. Waktu itu menjabat Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tiga filosofinya luruh. Dugaan, sangkaan, dakwaan, dan vonis mengantarkannnya sebagai narapidana korupsi. Lebah itu tak lagi dikerumuni. Batu karang itu remuk redam. Lilin itu padam, tubuhnya lumer, tak ada lagi sisa nyala api.

Di lain daerah, lain pulau, seorang kepala daerah juga menjadi karang hancur. Padahal, ihwal hidupnya penuh inspirasi. Ia yang tumbuh dari keluarga papa menempa diri menjadi saudagar ketika muda usia. Suara mengajinya yang memukau dan kerja kerasnya dalam berwirausaha menjadikan ia serupa model ideal anak muda di daerahnya. Namanya membubung. Ia masuk politik mencoba peruntungan calon bupati. Ia sukses menjadi bupati. Daerahnya pun naik kelas melompati beberapa tingkatan.

Reputasinya yang berkilau menjadi tiket meraih peruntungan berikutnya. Ia jadi gubernur termuda waktu itu. Ia umumkan Visi Riau 2020 sebagai pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Semboyan ‘Esa hilang dua terbilang, takkan Melayu hilang di bumi’ digemakan kembali. Korupsi mengantarkannya ke bui. Ia Rusli Zainal, Gubernur Riau.

Di pulau lain lagi, cerita serupa terjadi. Kita pun tak percaya. Seorang bupati yang amat cemerlang masuk bui. Ada banyak yang menitikkan air mata. Ia pengusaha yang jadi pemimpin penuh visi, perintis rupa-rupa inovasi, antara lain pembuatan KTP tercepat (3 menit), pusat pelayanan terpadu, sistem daring hinggga ke desa-desa, pengembangan padi organik hingga menembus ekspor Timur Tengah. Peraih enam kali Adipura, penerima aneka penghargaan dari dalam dan luar negeri. Pusat pun menganjurkan para kepala daerah belajar darinya. Ia Untung Wiyono, Bupati Sragen (2001-2011), Jateng.

Masih ada cerita serupa itu. Mereka yang gigih merintis hidup lewat jalan terjal, menundukkannya, jadi inspirasi, menggenggam kekuasaan, lalu terjerembap. Mereka bisa beramsal dengan filosofi apa saja: lebah, lilin, karang, pohon kelapa, matahari, bintang, dan seterusnya. Mereka memang pernah jadi ‘bintang’ pada masanya.

Kini juga muncul beberapa pemimpin daerah penuh inspirasi. Mereka ‘bintang’ harapan. Namun, ingat, kekuasaan itu ‘memabukkan’ kata Al-Ghazali. Lord Acton menguatkan, “Kekuasaan cenderung korup dan kekuasaan yang absolut pasti korup absolut.” Saya kira, belajar dari para ‘bintang’ yang tumbang, khususnya KPK yang akan fokus pada pencegahan, amat penting menjaga mereka agar kekuasaan tetap menyehatkan sebab bermanfaat bagi umat. Juga Ombudsman, yang aksi-aksinya belum punya fibrasi, harus lebih berani mengawasi birokrasi di segala lini. Kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, meski indeks persepsi korupsi Indonesia 2015 membaik, reformasi birokrasi belum menyentuh substansi. Itu juga sebuah upaya ‘menjaga bintang’. Terlalu sayang potensi mereka hilang, bahkan tak layak untuk dikenang.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.