Bersiap untuk Salah

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
28/1/2016 05:00
Bersiap untuk Salah
Direktur Manager Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde berbicara pada sesi yang berjudul "Global Solutions untuk Migrasi Global" pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) pertemuan tahunan, di Davos, 20 Januari 2016.(AFP/FABRICE COFFRINI)

TIDAK semua orang bersiap untuk salah. Umumnya bersiap untuk benar. Termasuk pakar ekonomi, maupun otoritas ekonomi. Padahal, dalam perekonomian global dewasa ini, bersiap untuk salah atau keliru, naga-naganya tidak terhindarkan.

Buktinya, belum lagi kalender Januari dirobek berganti Februari, prediksi ekonomi 2016 telah diyakini salah. Seperti dendang lagu 'kau yang memulai, kau yang mengakhiri', begitulah misalnya IMF, awal sekali melansir prediksi pertumbuhan ekonomi, awal sekali pula mengoreksi kekeliruan ramalannya. Pada Oktober 2015, IMF mengeluarkan prediksi ekonomi dunia bakal tumbuh 3,6% pada 2016 dan 3,8% pada 2017.

Januari 2016 baru berjalan 18 hari, Selasa (19/1), IMF sadar semua itu salah. Perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun ini dan tahun depan dipenggal 0,2%, masing-masing menjadi 3,4% dan 3,6%. Siapa percaya tidak bakal salah lagi? Bersiaplah salah, karena menurut Reuters, kurang dari setahun, IMF telah tiga kali merevisi pertumbuhan ekonomi global. Alias, tiga kali salah.

IMF kali ini punya kambing hitam. Investor di pasar finansial global dinilai khawatir berlebihan atas jatuhnya harga minyak serta memburuknya perekonomian Tiongkok. Padahal, harga minyak memang remuk, tak ketulungan, dalam 18 bulan jatuh 75%, dari 110 US$ menjadi di bawah 27 US$ per barel. Bukan halusinasi, melainkan memang fakta menakutkan bagi sejumlah negara pengekspor minyak. Majalah terkemuka The Economist pekan ini, dalam editorial yang juga topik sampul depan, menurunkan telaah 'Who's afraid of cheap oil?', gamblang menunjukkan siapa dan mengapa takut. Keadaan ekonomi Tiongkok pun sah menakutkan. Kapital besar-besaran keluar dari Tiongkok. Yuan merosot, pasar modal anjlok. Terhadap fakta suram, lumrah ada yang khawatir berlebihan.

Bersiap salah terhadap harga minyak dunia kiranya keniscayaan. Bukan pula perkara baru. Jika dahulu bersiap salah karena harganya naik tak terduga, sekarang bersiap salah, karena turun tak terduga. Keduanya butuh sikap jiwa yang sama, bersiaplah salah asumsi, sehingga APBN perlu dikoreksi.

Senin (25/1) siang lalu, saya terpana membaca news tikcer di Metro TV. Berita yang berjalan tak henti-henti itu, isinya, BI optimistis rupiah tidak terdepresiasi tajam selama 2016. Sebagai anak bangsa, saya berharap optimisme itu menjadi kenyataan. Bahkan, jauhlah depresiasi, datanglah apresiasi, rupiah kian menguat. BI kayaknya 'sadar' terdepresiasi sepertinya tidak terhindarkan, tetapi tidak tajam. Bila terdepresiasi kecil-kecilan, wajar. Akan tetapi, mengikuti nasihat Prof. Anthony Tay, bersiaplah untuk salah.

Anthony Tay, direktur di Sekolah Ekonomi, Singapore Management University, di awal kuliah 'Economic Forecasting', selalu bilang kepada mahasiswanya, untuk 'prepare to be wrong', bersiap untuk salah (The Business Times, 20/1). Kenapa? Karena, semua model ekonomi merupakan simplifikasi atas ekonomi riil.? Lagi pula, dalam sistem yang kompleks, selalu ada komponen yang tidak terduga, yang luput dari pengambilan keputusan manusia. Dalam bahasa Pancasilais, manusia tetaplah manusia, bukan Tuhan, Yang Maha Tahu.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima