Budaya Estafet

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
25/1/2016 05:00
Budaya Estafet
Sesepuh Partai Golkar BJ Habibie (kiri), berbicara dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (tengah), pada saat Rapimnas Partai Golkar di JCC, Jakarta, Sabtu (23/1).(MI/Ramdani)

TOKOH senior Golkar, mantan Presiden RI ke-3, BJ Habibie, menyatakan perlunya mengembangkan budaya estafet dalam kehidupan berpolitik. Budaya itu ialah memberikan kepemimpinan politik kepada generasi lebih muda.

"Bukalah pintu untuk pimpinan partaimu, berikan kepada mereka yang usianya antara 40 sampai 60 tahun." Hal itu dicanangkan Habibie, ketika membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, Sabtu (23/1).

Tak ada teks tanpa konteks. Konteksnya ialah perseteruan tak berkesudahan dua kubu pengurus DPP Golkar, yaitu kubu hasil Munas Bali dipimpin Abu Rizal Bakrie dan kubu hasil Munas Jakarta dipimpin Agung Laksono. Konflik tak berkesudahan yang menunjukkan sempitnya kepentingan dan macetnya kearifan pemimpin partai untuk berbagi kekuasaan. Penilaian apakah yang layak disandangkan kepada pemimpin senior yang tersekap, tepatnya menyekapkan diri ke dalam gorong-gorong konflik tak berkesudahan?

Abu Rizal Bakrie November nanti berumur 70 tahun dan Agung Laksono Maret ini berusia 67 tahun. Kontekstual Habibie tegas mengalamatkan kata-katanya kepada kedua pimpinan Golkar itu. Akan tetapi, estafet di batas umur 60 tahun, faktanya tidak semata milik pimpinan Golkar. Bukankah sejumlah partai juga dipimpin tokoh senior di atas 60 tahun? Megawati Soekarnoputri, sebentar lagi dalam Januari ini juga berumur 69 tahun, disusul Wiranto dalam April pun 69 tahun. Setelah itu, dalam September, SBY berusia 67 tahun. Surya Paloh berumur 65 tahun dalam Juli, kemudian Prabowo usia yang sama, dalam Oktober. Bedanya dengan Golkar, semua pimpinan partai itu tidak memiliki masalah sebagai ketua umum, dalam partai masing-masing.

Fakta itu menunjukkan, apabila teks yang sama diterapkan dalam konteks yang jauh lebih besar, apa yang dicanangkan Habibie jelas perkara yang dihadapi kebanyakan partai di negeri ini. Semuanya memerlukan estafet kepada generasi selanjutnya berumur 40 sampai 60 tahun, karena semua yang disebut itu telah melewati 60 tahun, sama seperti Abu Rizal Bakrie dan Agung Laksono.

Saya menduga ada asumsi yang dipakai Habibie. Kurang lebih, isinya, apabila kedua pimpinan yang bertikai, yaitu Abu Rizal Bakrie dan Agung Laksono tidak lagi berkeinginan menjadi ketua umum, sepertinya selesailah konflik yang tak berkesudahan. Sepertinya jika tampuk pimpinan diberikan kepada yang lebih muda, hampir dapat dipastikan munaslub bakal mengakhiri konflik kepengurusan DPP Golkar. Sebuah tesis menarik untuk diusung dan diwujudkan, apakah yang muda tidak ketularan egoisme kekuasaan para senior.

Pernah penulis kemukakan dalam forum ini perihal pentingnya fungsi generatif kepemimpinan ditegakkan di negeri ini. Sebagian besar persoalan patut ditengarai bersemayam di kalangan senior yang resisten digantikan. Bahkan, selalu ada kenyataan manis sekaligus pahit, bahwa sang pemimpin tak tergantikan, entah berapa lama lagi. Namun tidak ada 'kesalahan tunggal', seperti tak ada bertepuk sebelah tangan. Sebagian persoalan pun kiranya bersembunyi dalam diri yang muda, yang hendak diwariskan estafet kepemimpinan, yang sulit mengakui keunggulan sesama yang muda. Bahkan, mereka pun terpenjara sebagai 'follower' sang pemimpin yang berkonflik, menyebabkan tak ada jaminan konflik usai dengan turun tahtanya senior yang berkonflik. Bukankah para pengikut pun turut terperangkap, bahkan juga memerangkapkan diri ke dalam gorong-gorong konflik?

Budaya estafet tak mudah dilaksanakan. Habibie, tokoh senior bangsa ini, sang pemimpin, telah mengingatkannya. Bukan hanya untuk Golkar, tetapi kiranya untuk kebanyakan partai.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima