It's the Economy, Stupid

SURYOPRATOMO/Dewan Redaksi Media Group
11/4/2015 00:00
It's the Economy, Stupid
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group()
ITULAH tema kampanye yang dibawakan capres AS Bill Clinton saat bersaing dengan Presiden George HW Bush pada Pemilu 1992. Clinton ketika itu mengajak masyarakat AS fokus membenahi ekonomi setelah terseret resesi akibat Kebijakan Hawkist yang diterapkan Presiden Bush di Irak. Clinton berhasil menarik perhatian masyarakat AS untuk membangun kembali ekonomi AS. Masa pemerintahan Clinton kemudian dikenang sebagai masa keemasan perekonomian negara adidaya itu.

Tema itu cocok untuk kita gaungkan di Indonesia sekarang. Situasi yang kita hadapi saat ini tidak bisa dianggap remeh. Pemerintah sepantasnya membentuk crisis center karena kondisi yang sangat tidak menggembirakan. Kegiatan ekonomi tiba-tiba lesu darah. Penjualan berbagai produk di dalam negeri turun sampai 20%. Ekspor di dua bulan pertama 2015 turun sekitar 16%. Perusahaan dan masyarakat kehilangan daya beli karena pendapatan mereka menurun akibat menurunnya harga komoditas di pasar.

Dengan situasi seperti itu, penerimaan pajak akan meleset. Padahal dalam APBN 2015 sudah ditetapkan penerimaan pajak naik Rp400 triliun dari tahun lalu Rp900 triliun menjadi sekitar Rp1.300 triliun. Tidak ada negara di dunia yang sanggup menaikkan penerimaan pajak 43%.

Pemerintah sudah menargetkan serangkaian pembangunan infrastruktur. Pembangkit listrik akan dibangun 35 ribu Mw dalam lima tahun ke depan. Jalan nasional dan jalan tol akan dibangun ribuan kilometer. Akan dibangun 46 waduk dan jaringan irigasi untuk meningkatkan produksi pertanian. Pelabuhan baru akan dibangun untuk merealisasikan gagasan poros maritim.

Penghematan akibat penaikan harga BBM bersubsidi November lalu tergerus akibat penurunan kembali harga BBM. Apalagi harga minyak dunia juga anjlok sekitar 50% sehingga windfall yang semula diperhitungkan Rp200 triliun diperkirakan tinggal Rp50 triliun. Pemerintah tidak punya pilihan kecuali melakukan penghematan. Tetapi dari mana penghematan itu dilakukan? Apakah mungkin bonus-bonus untuk pegawai negeri sipil dan para pejabat dikurangi?

Sense of crisis sangat diperlukan. Pemerintah tidak bisa lagi menganggap enteng dan merasa tidak ada masalah. Kita dihadapkan pada persoalan besar, yang kalau salah-salah menanganinya akan membawa ke situasi yang lebih parah. Peringatan ini kita sampaikan bukan untuk menakut-nakuti. Kita ingin mengajak semua pihak untuk sadar akan kondisi besar yang dihadapi dan bersungguh-sungguh menanganinya. Bahkan ada yang mengingatkan, kita perlu melakukan konsensus nasional. Kita dihadapkan persoalan besar dan harus bersama-sama menghadapinya. Kita harus fokus kepada masalah ekonomi dan menyingkirkan terlebih dahulu hal-hal yang tidak terlalu penting untuk dipersoalkan.

Kita undang orang-orang terbaik di negeri ini untuk urun rembuk menjawab persoalan. Pemerintah perlu membuat matriks tentang apa yang harus dikerjakan dan siapa yang bertanggung jawab. Bahkan kita harus menugasi orang-orang khusus untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Sri Mulyani Indrawati, misalnya, kita tugasi melobi Dana Moneter Internasional. Ginandjar Kartasasmita ditugaskan ke Jepang.

Kini bukan saatnya bermain-main. Yang kita sedang pertaruhkan nasib bangsa dan negara. Tidak boleh ada hal yang lain yang harus difokuskan. Its the economy, stupid!

Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.