Tuan Rumah

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
07/4/2015 00:00
Tuan Rumah
(Grafis/SENO)
INI ironi kemerdekaan, terjadi justru setelah pengakuan kedaulatan, ketika film impor mulai membanjiri Indonesia. Selain lewat raksasa AMPAI (American Motion Picture Association of Indonesia), juga lewat importir nasional. AMPAI menguasai hampir seluruh bioskop di Indonesia. Melalui AMPAI, film-film asing tak hanya menjadi tuan rumah, tapi menjadi raja. Film Indonesia justru diperla kukan sebagai hamba sahaya. Sebagai raja, para importir pastilah menikmati laba luar biasa. Wajar mereka amat takut film Indonesia masuk bioskop kelas satu. Alasannya karena film Indonesia bisa membuat penonton bioskop berteriak-teriak dan penonton bioskop kelas satu, orang-orang terhormat itu, bisa melarikan diri. Pantaslah, film Krisis karya sutradara cemerlang Usmar Ismail masuk bioskop kelas satu perlu campur tangan Menlu Agus Salim.

Pada 1964, AMPAI terusir, tapi pertengahan 1980-an kembali hadir lewat para 'bangsawan Indonesia'. Dominasi terulang. Aktris Christine Hakim menangis karena film Langitku Rumahku karya Slamet Rahardjo tak diberi tempat di Bioskop  21. Film Indonesia, bercerita tentang rakyat Indonesia, tapi dihina di negeri sendiri. Namun, pekik menjadi tuan rumah masih terdengar pada Hari Film Nasional 30 Maret, 65 tahun usia film kita, sejak film Darah dan Doa karya Usmar dibuat. Sejatinya selama 2010-2014, film Indonesia setiap tahun naik; dari 77 film, 82, 90, 105, hingga 126. Namun, hanya 10% film Indonesia yang ditonton di atas 300 ribu orang. Pembuat film menargetkan minimal 400 ribu penonton. Film asing tentu jauh di atas itu.

Menjadikan film kita tuan rumah di negeri sendiri memang bukan retorika. Ia kerja keras, visi, dedikasi, edukasi, dan dukungan regulasi. Kita boleh mimpi apa saja, tetapi jika tak memulai perbaikan dengan pendidikan dan regulasi, ia selamanya mimpi. Menurut Umar Kayam, film sebagai hiburan dan ekspresi dramatik idealnya berjalan serentak. "Film-film yang artistik yang cukup menghibur dan memberikan informasi yang jujur tentang sebanyak mungkin sektor kehidupan kita yang sedang mengalami transformasi kebudayaan seyogianya menjadi modal terpenting." Film, kata Garin Nugroho, mestinya jangan dikerdilkan semata pasar ekonomi. Kesuksesan sebuah film hanya diukur banyaknya pemirsa. Aspek film sebagai wahana berekspresi, dialog, dan pengembangan gagasan dilupakan.

Menurut Sutan Sjahrir, novel yang baik menjadi cerita tentang sebuah masyarakat yang bisa menggantikan bepuluh-puluh buku sosiologi. Film yang baik juga punya 'kekuatan' seperti novel yang baik. 'Bahaya pasar' juga disampaikan Radhar Panca Dahana dalam buku terbarunya, Ekonomi Cukup: Kritik Budaya pada Kapitalisme. Tak hanya film yang berjuang menjadi terhormat di negerinya sendiri. Nelayan dan industri kemaritiman juga jauh dari tuan rumah di baharinya sendiri.  juga perusahaan BUMN migas. Mungkin bahasa Indonesia sebagai pemersatu dan identitas juga terpinggirkan. Ketiadaan kesiapan dan strategi serta efektivitas bekerjanya institusi negara, akan menambah banyak perjuangan kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri karena keterlambatan memberikan pendidikan yang bermutu bagi bangsanya. Tak ada yang lebih menyakitkan di Republik ini selain menjadi penonton bahkan mungkin bedinde di negerinya sendiri. Tragis!


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.