Lubang

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
06/4/2015 00:00
Lubang
(Grafis/SENO)
KEPASTIAN hukum ialah kepastian banyak lubang. Tak lolos lubang satu, banyak lubang lainnya. Pada mulanya carilah keadilan sampai ke lubang di ujung langit. Pada akhirnya, carilah kesempatan bernapas sedikit hari lagi, di lubang yang sangat sempit sekalipun. Orang mengajukan grasi karena harapan di Mahkamah Agung selesai. Grasi ditolak presiden, harapan punah. Namun, belum semua lubang tertutup. Peninjauan kembali masih terbuka, atau masih bisa dibuka, kendati lubang kecil. Bukankah penegak hukum harus menghormati hukum? Eksekusi mati harus ditunda, langit runtuh sekalipun. Tak ada artinya novum jika orang telah dieksekusi mati. Sekalipun penasihat yang paling baik ialah yang sudah meninggal,  unggulah putusan MA.

Apa yang terjadi jika MA mengabulkan PK terpidana mati yang grasinya ditolak? Muncul paduan suara mengajukan PK. Sebaliknya, muncul juga kor telah terjadi ketidakpastian hukum. Salah satu tugas Polri ialah menetapkan tersangka. Karena itu, ketika jenderal polisi menolak dirinya dijadikan tersangka, tentu dia tahu betul apakah hal itu dapat dipraperadilankan atau tidak. Tahu betul karena hukum punya lubang. Lubang tetaplah lubang meskipun langit runtuh. Orang tahu hukum juga tahu betul reruntuhan langit sekalipun tak cukup menutupi lubang hukum. Karena itu, dapat melihat dan memanfaatkan lubang merupakan bagian dari kecerdasan penegak hukum. Apakah hakim praperadilan tahu bahwa putusannya merupakan hukum itu sendiri? Pertanyaan bodoh sebab kendati di atas langit masih ada langit, hakim bebas memutus perkara.

Bahwa putusannya preseden dan juga menciptakan lubang, itu dibuktikan fakta beramai-ramai tersangka ke praperadilan. Mereka berharap menikmati lubang yang sama. Sepertinya tesis kembali melahirkan antitesis. Putusan hakim ialah kepastian hukum yang kemudian diserang sebagai menciptakan ketidakpastian hukum. KPK hadir justru karena tak terhingga banyak dan besarnya lubang di negeri ini. Sedetik pun tak pernah terbayangkan KPK menjadi pesakitan dan sebagai institusi penegak hukum yang berwibawa membutuhkan pembelaan hukum untuk menghadapi serangan dari berbagai lubang. Kini 10 personel Biro Hukum KPK keteteran menghadapi banyaknya tersangka yang menggugat di praperadilan. KPK lalu meminta MA menerbitkan surat edaran agar penetapan tersangka tidak lagi menjadi objek praperadilan karena menimbulkan ketidakpastian hukum.

Di situ ada urusan keterbatasan sumber daya manusia yang kiranya dapat diatasi dengan beramai- ramai gratis membantu pembelaan hukum untuk KPK. Akan tetapi, di situ juga ada urusan substansi. Menyerahkan kepastian hukum pada sepucuk surat edaran dari yang agung sekalipun tak bijak dari sudut esensi. Surat edaran tak boleh lebih hebat daripada putusan pengadilan. Nyatanya, Maret lalu, tiga hakim di tiga pengadilan negeri (Purwokerto, Pontianak, dan Sumedang) menolak permohonan praperadilan. Seorang hakim bahkan tegas memutuskan sidang praperadilan tidak memiliki kewenangan memutuskan masalah penetapan tersangka. Putusan tiga hakim itu jangan diremehkan sebagai 'detoxing' lubang lokal, di bawah la ngit lokal. Ketiganya jelas menciptakan kepastian hukum dan tidak secara langsung mengoreksi bagian dirinya sendiri yang dilakukan seorang sejawat hakim yang bergema secara nasional. Pelajaran tak enak, betapa sulitnya menghargai perkara-perkara kecil dan betapa gampangnya tenggelam dalam isu besar.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.