Gaduh

02/4/2015 00:00
Gaduh
(MI/SENO)
TIAP kali wakil rakyat hendak menggunakan hak angket, tiap kali itu pula alergi gatalgatal saya kumat. Namun, kali ini cepat reda, berkat sikap politik Zulkif li Hasan, Ketua Umum PAN yang baru. Katanya, tak usah menambah kegaduhan politik dengan menggunakan hak angket.

Hak angket tergolong hak DPR yang seksi dipakai setidaknya karena dua alasan. Pertama, karena itu hak melakukan penyelidikan. Bayangkan wakil rakyat melakukan penyelidikan. Bukankah penyelidikan merupakan upaya mengumpulkan bukti permulaan? Perkara yang diselidiki pun amat terbuka diinterpretasikan, yaitu pelaksanaan suatu undang-undang dan atau kebijakan pemerintah yang penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kedua, hak angket merupakan sapu jagat terhadap apa yang disebut sebagai pelaksanaan suatu undang-undang dan kebijakan pemerintah, yaitu menurut penjelasan Pasal 79 ayat 3, UU Nomor 17 Tahun 2014, baik dilaksanakan sendiri oleh presiden, wakil presiden, menteri negara, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, atau pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian.

Berdasarkan rumusan itulah sejumlah anggota DPR bermaksud menggunakan hak angket terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyangkut keputusannya mengesahkan pengurus Partai Golkar dengan Ketua Umum Agung Laksono. Pertanyaannya, apakah keputusan Menteri Hukum dan HAM itu berpengaruh luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara? Publik tidak tahu parameter yang dipakai DPR. Kecuali barangkali berdampak pada kehidupan elite partai yang tersingkir. Dengan penuh hormat kepada pengusung hak angket, senyatanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara masih seperti sebelum ada keputusan menteri. Umumnya warga nyenyak tidur, kecuali penderita insomnia.

Hak angket memang bisa ditafsirkan mulur mungkret. Celakanya hak itu sangat gagah bila dipergunakan. Misalnya, anggota DPR melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan undang-undang atau kebijakan yang dilakukan Panglima TNI. Penjelasan undang-undang perihal hak angket memang menunjukkan pengagungan berlebihan kekuasaan legislatif terhadap eksekutif.Semacam megalomania. Tak berlebihan menilai DPR menganggap dirinya atasan menteri negara, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, atau pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian.

Padahal, mereka itu pembantu presiden, bukan pembantu DPR. Bahkan wakil presiden pun sejatinya membantu presiden. Demikian seksi dan gagahnya hak angket sehingga paling kerap dipakai. Begitu sering digunakan, terkesan obral, kian berkurang keampuhannya. Bahkan, hak angket cuma menambah kegaduhan politik. Contoh, hak angket Bank Century. Heboh berkepanjangan, tapi ompong. Demikian pula hak angket mafia pajak. Judul gagah, hasil melempem.

Yang lebih menyesakkan dada, masih ada wakil rakyat yang tak tahu apa itu hak angket.Bagaimana bisa diharap memperjuangkan hak rakyat bila hak sendiri pun tak tahu artinya?

Pemimpin partai bertikai perkara memalukan.Itu bukti buruknya leadership. Sampai-sampai di hari Minggu pun kantor fraksi di DPR dikawal karena khawatir diduduki. Karena itu pertikaian elite dalam satu partai tak usah merembet menggunakan hak angket dengan framing 'berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara'. Semua itu hanya kegaduhan elitis dan melawan akal sehat publik.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.