Rinto, Sepi

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
13/2/2015 00:00
Rinto, Sepi
(MI/Seno)
SEORANG musikus, juga biduan yang berpuluh tahun berkarya dan menghibur jutaan orang, tutup usia. Rinto Harahap berpulang Senin (9/2) di sebuah rumah sakit Singapura. Stroke dan kanker tulang belakang telah lama melemahkan tubuhnya yang semula prima. Pria kelahiran Sibolga, Sumatra Utara, 10 Maret 1949, itu meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Di tengah banjir yang mengharu biru dan ketegangan politik dan hukum, kepergian sang legenda lagu-lagu pop itu seperti terlupakan.

Padahal, selama kariernya sejak penghujung 1960-an mengawali bermusik bersama The Mercy's, ia mencipta 518 lagu. Lewat perusahaan rekaman yang ia dirikan, Lolypop, Rinto mengorbitkan banyak penyanyi, membuka lapangan kerja, meneguhkan industri musik pop Indonesia, dan pasti menginspirasi sekian banyak musikus. Karya-karyanya yang ada di hati banyak penikmatnya akan terus hidup diwariskan dari generasi ke generasi.

Kita tahu Rinto musikus yang amat konsisten di jalur musik populer dengan spesial cinta. Lagu-lagu ciptaannya tidak hanya menjadi hit, tetapi juga melambungkan banyak penyanyi baru ketika itu, antara lain Eddy Silitonga, Hetty Koes Endang, Iis Sugianto, Nur Afni Octavia, Christine Panjaitan, Betharia Sonata, Diana Nasution, dan Nia Daniati. Di luar itu masih ada begitu banyak penyanyi baru atau mereka yang sudah mapan menyanyikan lagu-lagu Rinto. Ia bertangan dingin.

Di jalur pop pada 1980-an lagu-lagu ciptaan Rinto tak tertandingi. Lagu-lagu yang mudah dicerna tak hanya digemari di dalam negeri, tetapi juga di beberapa negara ASEAN. Bahkan, mantan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Vladimir Plotnikov yang fasih berbahasa Indonesia sangat menyukai karya-karya Rinto. Rinto menerima Anugerah Seni dari Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 1982.

"Generasi saya dan bahkan yang lebih tua dibesarkan oleh lagu-lagu Bang Rinto. Kami mengingat lagu-lagu itu karena ada kaitannya dengan kenangan, masa remaja," kata mantan wartawan dan mantan Dubes Indonesia untuk Polandia, Hazairin Pohan, ketika peluncuran memoar Gelas-Gelas Kaca: Tribute to Rinto Harahap yang ditulis Izharry Agusjaya Moenzir di Jakarta pada 2011.

Ia pernah marah ketika Menteri Penerangan Harmoko ketika itu menuduh lagu-lagunya cengeng. "Jangan menuduh. Nanti musim kampanye Bapak juga akan cari-cari saya," kata Rinto seperti ditirukan Izharry.

Saya memang bukan pengagum Rinto. Di musik Indonesia saya lebih menyukai Leo Kristi, Ebiet G Ade, Franky & Jane, Iwan Fals, yang lebih bercerita tentang alam dan masyarakat yang 'hidup'. Tetapi hampir sulit untuk tidak ikut menikmati lagu-lagu Rinto yang mengalun di seantero negeri setiap hari. Siapa yang bisa menghindar?

Lagu Rinto memang semacam penanda dan pengingat sebuah momen. Lagu Benci tapi Rindu, yang dinyanyikan Diana Nasution, menjadi frasa yang amat populer hingga kini. Begitu juga lagu Ayah, seperti mewakili siapa pun yang rindu kepada ayahnya. Kini pemerintah giat mengembangkan ekonomi kreatif. Sudah dibentuk pula Badan Ekonomi Kreatif yang diketuai Triawan Munaf dengan target penerimaan mencapai 7% dari produk domestik bruto. Rinto telah menjadi bagian penting industri kreatif ini. Sayang, sepi apresiasi ketika ia pergi.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.