Seruan Persatuan

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
24/4/2024 05:00
Seruan Persatuan
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(Ebet)

HARI-HARI ini, kata 'persatuan' ngetren lagi di banyak perbincangan di negeri ini. Pemicunya, dalam pandangan saya, ada dua.

Pertama, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan paslon capres-cawapres Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud yang berarti mengesahkan kemenangan Prabowo-Gibran sebagai presiden-wapres terpilih. Kedua, munculnya tantangan dahsyat akibat badai geopolitik dunia yang kian tidak menentu dan berpotensi membuat perekonomian negeri ini kalang kabut.

Dua hal itu datang berbarengan. Putusan MK yang bersifat final dan mengikat jelas mengecewakan pihak-pihak yang ingin para hakim memutus sebaliknya. Itu berpotensi memicu gesekan bila tidak disikapi dengan besar hati, dengan lapang dada. Karena itu, seruan persatuan menjadi relevan.

Kondisi geopolitik global, yang dipicu konflik Rusia-Ukraina, Israel-Palestina, dan Israel-Iran, jelas mensyaratkan persatuan nasional untuk menghadapinya. Persis seperti saat kita menghadapi pandemi covid-19. Ketika itu, tanpa aba-aba, tidak usah dikomando, semua bergotong royong menaklukkan covid-19.

Karena itu, wajar belaka bila kita kerap menggaungkan kata persatuan saat menghadapi tantangan berat. Setidaknya, itu mengingatkan kembali bahwa 'persatuan' itu memang jiwanya kita. Persatuan itu 'DNA-nya Indonesia'.

Apalagi, mengupayakan persatuan di dalam masyarakat plural seperti Indonesia bukanlah perkara mudah. Sejak awal berdirinya Republik ini, para pendiri bangsa menyadari sepenuhnya bahwa proses membangun bangsa merupakan agenda penting yang harus terus dibina dan ditumbuhkan.

Berkali-kali, dalam berbagai kesempatan, Bung Karno membangun rasa kebangsaan dengan membangkitkan sentimen nasionalisme yang menggerakkan kehendak berbangsa. Persatuan itu, kata sang Proklamator, 'suatu iktikad, suatu keinsafan rakyat, bahwa rakyat itu adalah satu golongan, satu bangsa'.

Bung Karno kerap mengutip pendapat filsuf Ernest Renan bahwa bangsa adalah satu jiwa (une nation est un ame). Satu bangsa adalah satu solidaritas yang besar (une nation est un grand solidarite). Kebangsaan tidak bergantung pada persamaan bahasa meski adanya bahasa persatuan bisa lebih memperkuat rasa kebangsaan.

Jika begitu, apakah gerangan yang mengikat manusia menjadi satu jiwa? Mengutip Renan, Bung Karno mengatakan bahwa yang menjadi pengikat itu ialah kehendak untuk hidup bersama (le desir d’etre ensemble). "Jadi, gerombolan manusia, meskipun agamanya berwarna macam-macam, meskipun bahasanya bermacam-macam, meskipun asal turunannya bermacam-macam, asal gerombolan manusia itu mempunyai kehendak untuk hidup bersama, itu adalah bangsa,” kata Presiden Pertama RI itu.

Karena itu, sangat penting untuk menggelorakan persatuan, kapan pun dan di mana pun, dalam kondisi tenang, apalagi dalam situasi penuh tantangan. Apalagi, di tengah-tengah potensi perpecahan yang selalu ditabur berbagai pihak, yang terkadang hanya demi kepentingan jangka pendek, gelegar persatuan akan menjadi pengingat penting.

Jika tidak dikawal dengan rasa persatuan dan rasa untuk 'hidup bersama', kita akan terus dibenturkan satu dengan lainnya. Kita selalu akan diajak berkompetisi tidak sehat tanpa ujung, tanpa akhir. Kita dipaksa untuk hidup dan berjuang secara terkotak-kotak, nyaris tanpa menyisakan pintu dan jendela untuk menumbuhkan empati dan simpati terhadap kotak lain selain kotak di mana kita hidup dan berjuang.

Karena itu, putusan MK ialah ujung kompetisi, akhir kontestasi. Guncangan global ialah ajakan bergotong royong lagi, bersatu lagi, demi memastikan kita untuk tidak tergopoh-gopoh, tersungkur, lalu susah bangkit.

Dalam seruan ulama tempo doeloe, yang dibutuhkan bukan sekadar ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), melainkan juga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Dalam kredo itu, kita meniti jalan gemilang masa depan.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.