Debat tanpa Adab, Ngeles kayak Bajaj

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
15/1/2024 05:00
Debat tanpa Adab, Ngeles kayak Bajaj
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PESAN yang disampaikan dalam debat capres mestinya memiliki daya magis menjatuhkan lawan. Lawan dijatuhkan agar mendapatkan peluang yang besar untuk memenangi kontestasi. Tujuan debat tentu saja mencapai kemenangan lewat adu argumentasi.

Terkait dengan debat capres-cawapres, ada tiga tujuan debat sebagai salah satu metode kampanye. Pertama, mengukuh dukungan pemilih yang loyal. Kedua, merebut konstituen lawan debat. Ketiga, meraih pemilih yang belum menentukan pilihan.

Selain debat, masih ada tujuh metode kampanye lainnya, seperti pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga, media sosial, iklan media massa, dan rapat umum.

Debat capres diharapkan mampu mengembalikan sukma kampanye sebagai pendidikan politik bagi rakyat. Karena itu, meski menyiapkan pesan yang memiliki daya magis, para kontestan tetap menjaga kesantunan dan keadaban selama debat berlangsung.

Menjaga kesantunan dan keadaban mutlak dilakukan karena pemilih itu cerdas. Jangan lupa, pemilih tidak mau dikadali dengan debat yang hanya mempertontonkan emosi tanpa mengindahkan etika dan adab. Peserta debat jangan ngeles kayak bajaj.

Jujur diakui bahwa ada kemajuan signifikan dalam debat capres kali ini. Pertama kali diadakan pada Pemilu 2004, debat capres seperti dialog. Gagasan yang dilontarkan capres normatif, lawan debat hanya menyatakan persetujuan tanpa mengambil posisi berlawanan atas sebuah isu.

Debat ketiga pada Pemilu 2024 memperlihatkan kemampuan capres mengirimkan pesan berdaya magis. Tema debat yang digelar pada 7 Januari 2024 menyangkut isu pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.

Capres Anies Baswedan dan capres Ganjar Pranowo menelanjangi kinerja Kementerian Pertahanan yang dijabat capres Prabowo Subianto. Ganjar memberi nilai 5 (dari rentang 1-10) untuk kinerja Kementerian Pertahanan. Anis memberikan nilai 11 dari 100 poin. Amat disayangkan, Prabowo berlindung di balik rahasia negara atas data yang disodorkan Ganjar dan Anies.

Terkait dengan rahasia negara yang disampaikan Prabowo, Presiden Joko Widodo mengatakan ada data yang harus dirahasiakan yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara, termasuk alat utama sistem persenjataan.

“Itu ada yang bisa terbuka, tetapi banyak yang memang harus kita rahasiakan karena ini menyangkut sebuah strategi besar negara, enggak bisa semua dibuka kayak toko kelontong, enggak bisa,” kata Jokowi. Anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi cawapres pendamping Prabowo.

Boleh-boleh saja Jokowi menilai debat ketiga itu kurang mengedukasi dan memperlihatkan serangan personal. Sebaliknya, publik sangat antusias mengikuti debat itu. Antusiasme itu diukur dari banyaknya respons publik di media sosial saat debat berlangsung dan setelah debat digelar.

Masih tersisa dua kali debat. Elok nian bila capres-cawapres mempersiapkan diri secara matang. Persiapan itu tidak hanya menyangkut substansi tema debat.

Jauh lebih penting lagi ialah membenahi teknis penampilan, seperti gaya komunikasi, pemilihan diksi, dan bahasa tubuh kandidat. Jadikan dua debat tersisa sebagai momentum memperkukuh basis dukungan, terutama dukungan pemilih loyal biar mereka tidak beralih ke lain hati.

Pemilih mengambang dan pemilih yang belum menentukan pilihan pada umumnya ialah orang-orang yang berpendidikan. Cara merebut perhatian kelompok itu ialah memberikan data, fakta, dan argumen yang masuk akal. Karena itu, dalam dua debat tersisa, pasangan calon jangan lagi menawarkan pesimisme disertai data abal-abal, tetapi menyodorkan narasi optimisme dengan data akurat.

Lebih elok lagi jika capres-cawapres berjuang habis-habisan di arena debat. Gunakan kesempatan debat untuk beradu argumentasi, bukan memperlihatkan tong kosong nyaring bunyinya. Pun, tidak perlu melempiaskan kekesalan dari arena debat pada saat bertemu pendukung di daerah.

Idealnya, ukuran keberhasilan debat ialah seberapa banyak konstituen capres lawan beralih menjadi konstituennya dan memilihnya pada hari pelaksanaan pencoblosan. Ukuran ideal itu tidak akan terpenuhi apabila pemerintah dan perangkat negara lainnya ikut cawe-cawe mendukung salah satu calon. Kondisi lain yang dibutuhkan ialah calon jangan mengadali debat dengan mengeksploitasi emosi.

Masih ada dua kali debat yang diharapkan menampilkan kualitas diri pasangan capres-cawapres. Kualitas debat tidak terpenuhi jika pasangan calon berdebat tanpa adab dan ngeles kayak bajaj.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.