Papua

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
13/1/2016 00:00
Papua
(Grafis Seno)
AKHIR pekan lalu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono menjelaskan kepada para pemimpin redaksi tentang pekerjaan besar pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan sepanjang 2016. Ada anggaran sebesar Rp 104 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan jalan, waduk, hingga perumahan rakyat.

Dari semua itu yang menarik perhatian adalah pembangunan jalan di Papua. Ada lebih 4.300 km jalan yang akan dibangun hingga 2019. Sekarang yang sedang dilakukan adalah pembangunan jalan sepanjang 400 km dari Merauke hingga Wamena.

Pembangunan jalan di Papua akan memberi manfaat luar biasa bagi pergerakan orang dan barang di daerah itu. Jalan bukan hanya akan membuka isolasi, tetapi meningkatkan efisiensi. Harga barang di Wamena akan jauh lebih murah, karena selama ini hanya bisa diangkut melalui udara.

Namun pembangunan yang dilakukan memerlukan usaha yang luar biasa. Biaya yang dibutuhkan pun tidak terbilang tingginya. Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto mencontohkan biaya pengadaan eskavator. Harga eskavator hanya Rp 1,5 miliar. Tetapi untuk membawanya ke daerah pedalaman harus diurai terlebih dahulu. Biaya pengangkutan dan perakitan di lokasi bisa mencapai Rp 2 miliar.

Hal lain yang dicontohkan Hediyanto adalah biaya pengadaan batu untuk pengerasan jalan. Di Papua ternyata tidak tersedia cukup bebatuan. Untuk itu kebutuhan batu didatangkan dari Palu, Sulawesi Tengah. Namun yang jarang kita ketahui adalah persoalan keamanan. Di jalur Merauke hingga Wamena ternyata. masih banyak kelompok separatis. Mereka sering menculik para pekerja yang sedang bertugas membuka isolasi. Setidaknya sudah empat kali terjadi penculikan kepada para pekerja, termasuk warga Papua sendiri. Setiap kali penculikan mereka meminta tebusan Rp 2 miliar.

Apa yang lalu dilakukan Kementerian PU-Pera? Menurut Dirjen Bina Marga tidak ada pilihan lain kecuali segera membayarnya. Sebab, pihaknya tidak ingin semangat para pekerja kemudian terganggu. Mereka harus yakin, pemerintah peduli dan melindungi keselamatan para pekerja.

Kita menghargai kerja keras mereka yang membangun Papua. Kita harus memberi prioritas pembangunan di sana, karena hanya dengan itulah Papua bisa mengejar ketertinggalan. Meski sudah 70 tahun kita merdeka, namun banyak daerah di Papua yang masih terisolasi.

Ternyata tidaklah mudah untuk membangun Papua. Medannya begitu berat karena banyak berada di daerah yang berketinggian. Para pekerja harus mendaki pengunungan untuk menembus daerah yang lain. Belum lagi cuacanya yang sering tidak bersahabat, sehingga dibutuhkan perjuangan yang luar biasa.

Hanya dengan kemauan yang keras kita akan bisa membangun Papua. Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah berketetapan hati untuk mengangkat kehidupan warga di sana. Bahkan bukan hanya jalan yang dibangun, tetapi juga jaringan kereta.

Sambil menyelesaikan pembangunan infrastruktur, yang harus dipersiapkan pembangunan manusianya. Jangan sampai pembangunan Papua menimbulkan ekses negatif di bidang sosial. Pembangunan bukan menyejahterakan masyarakat, tetapi justru menimbulkan persoalan baru.

Terutama yang harus dipikirkan, Papua seperti apa yang kelak kita akan bangun. Belajar dari pengalaman daerah lain, jangan hanya simber daya alamnya saja yang dieksploitasi. Kita harus ingat Papua dibangun pada saat dunia sedang peduli pada persoalan lingkungan. Papua harus jadi model yang bisa menyeimbangkan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Kuncinya terletak pada manusia yang mengelolanya. Sebab, kemajuan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh seberapa banyak sumber daya alam yang dimilikinya, tetapi seberapa banyak manusia berkualitas yang dipunyai.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.