Malu di Posisi Global

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
04/1/2016 00:00
Malu di Posisi Global
(MI/SUMARYANTO)
TAHUN baru kiranya selalu dicandrakan tahun harapan baru. Betapa pun indah dan cemerlang tahun lalu, orang tetap berharap tahun baru lebih baik lagi. Terlebih bila pencapaian tahun lalu buruk, menyebabkan daya saing bangsa rendah. Kiranya penting bangsa ini berkaca, di mana posisi kita dalam ukuran global? Dampak eksternal terhadap domestik sangat besar. Melambannya pertumbuhan ekonomi, misalnya, dipercaya akibat melambannya perekonomian global.

Karena itu, memeriksa posisi diri dalam berbagai ukuran dunia seyogianya merupakan keniscayaan. Contohnya, di manakah posisi negeri ini dalam kewiraswastaan? Pertumbuhan ekonomi suatu negara, antara lain, dipengaruhi kehebatan kaum wiraswasta dan ekosistem kewiraswastaan. Negara sulit maju kalau anak bangsanya lebih suka, bangga, dan bahagia menjadi pegawai negeri.

Kaum wiraswastalah inovator, penghasil barang dan jasa, pencipta lapangan kerja, penghasil devisa, pembayar pajak. Karena itu, penting menilik di mana posisi kita dalam global entrepreneurship index (GEI). GEI mengukur tiga aspek, yaitu perilaku berwiraswasta, kemampuan berwiraswasta, aspirasi berwiraswasta. Dengan skor GEI 22,8 dari 0-100, Indonesia menempati peringkat ke-103 dari 132 negara. Singapura peringkat ke-11 (GEI 66), Malaysia ke-56 (37), Tiongkok ke-60 (34,9), Thailand ke-65 (33,4), Vietnam ke-84 (28,2), Filipina ke-91 (27), dan India ke-98, (24,9).

Bahkan, peringkat Kamboja, ke-101 (23), lebih baik daripada Indonesia. Indeks kewiraswastaan 2016 itu diumumkan The Global Entrepreneurship and Development Institute, lembaga nirlaba berbasis di Washington DC, AS, 13 November lalu.  Tujuannya menelaah ekosistem kewiraswastaan berbeda di berbagai negara serta membantu mengungkap hambatan yang menggerus daya saing untuk memulai wiraswasta. Pada 2016, AS di posisi tertinggi, disusul Kanada, Australia, Denmark, dan Swedia.

Di Asia, kewiraswastaan Taiwan terbaik di peringkat ke-6 dengan GEI 69,7, naik dua tingkat dari tahun lalu. Sejak 2012, Taiwan telah dinilai dan selalu masuk 10 besar. Taiwan juga dinilai negara Asia paling atraktif di kawasan untuk melansir awal kewiraswastaan. Apa pasal? Skor Taiwan antara lain sangat bagus dalam risiko modal, inovasi produk, dan 'pertumbuhan tinggi', yaitu tingginya persentase bisnis mempekerjakan orang, sedikitnya 10 orang dan tumbuh 50% dalam 5 tahun.

Apa yang mesti dilakukan agar kewiraswastaan bangsa ini meningkat? Kewiraswastaan bertautan dengan nilai-nilai berani mengambil risiko, yang perlu dicanangkan dan ditanamkan. Gairah menjadi pegawai negeri merupakan hak warga negara. Akan tetapi, perlu dikendalikan pertumbuhannya, digantikan gairah berwiraswasta.

Di negara kita, suku bunga sangat tinggi malah mencekik yang ingin berwiraswasta. Ketidakefisienan perbankan dibebankan kepada nasabah. Ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga 0,25%, Taiwan malah menurunkan suku bunga. Bandingkan dengan BI rate yang tinggi, 7,50%. Tiap institusi negara, sesuai dengan kewenangan masing-masing, mestinya malu besar bila posisi global yang menjadi tanggung jawabnya buruk. KPK malu besar jika indeks persepsi korupsi malu-maluin. Kemendikbud bersama Kemenkes malu banget jika human development index masih seperti sekarang. Kementerian Koperasi dan UKM mestinya sangat malu karena global entrepreneurship index kita bahkan kalah dengan Kamboja. Tahun baru tahun berkaca, di cermin global. Bisakah indeks malu besar dalam ukuran dunia kita perbaiki tahun ini?


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima