Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meresmikan pembangkit listrik tenaga surya berkekuatan 5 megawatt di Nusa Tenggara Timur. Itulah PLTS terbesar yang dibangun di negeri yang kaya dengan sinar matahari. Lebih membanggakan lagi, sel surya yang dipergunakan merupakan hasil karya perusahaan nasional, PT Len Industri.
Meski sempat ditentang Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, kita masih membutuhkan pembangkit listrik baru. Masih banyak warga bangsa ini yang belum mendapatkan aliran listrik. Jelajahi pantai selatan Pulau Jawa, misalnya, masih banyak daerah yang ketika malam gelap gulita.
Sekarang arah pembangunan pembangkit listrik tidak bisa lagi menggunakan energi yang tak ramah lingkungan. Setelah Conference of Parties 21 di Paris, Prancis, semua negara harus peduli pada pelepasan energi gas buang. Untuk menjaga pemanasan bumi 1,5 derajat celsius dalam satu dekade ke depan, semua negara harus meninggalkan energi berbasis fosil.
Tiongkok sudah memutuskan secara bertahap mematikan pembangkit listrik batu bara. Mereka mulai menggantikannya dengan energi ramah lingkungan. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang besar, Tiongkok membangun pembangkit listrik tenaga nuklir baru.
Kalau kita tidak ingin menjadi sorotan dunia, kita harus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. PLTS merupakan salah satu pilihan. Terutama di pulau-pulau terpencil, PLTS merupakan pilihan terbaik. Apalagi teknologi sudah tidak masalah karena PT Len Industri mampu memproduksi sel surya sendiri.
Kini tinggal kemauan untuk tidak sekadar melihat biaya atau harga. Sebagai bagian masyarakat dunia yang sudah berjanji mengurangi emisi gas buang hingga 26%, kita harus mau memikirkan masa depan bumi dan kehidupan anak-cucu kelak.
Pilihan energi lain yang tersedia ialah panas bumi. Sejak lama kita mengingatkan potensi itu, tetapi kita tidak terlalu memedulikannya. Pembangunan pembangkit listrik panas bumi di Sumatra Utara, misalnya, lama terganjal karena ada pihak yang merasa bisnis pasokan solar ke daerah itu terganggu. Ketika pendapatan dari bisnis solar berkurang US$1 juta setiap bulan, mereka melakukan apa pun untuk mengganjal proyek yang lebih ramah lingkungan itu.
Potensi yang kita miliki dari panas bumi lebih dari 29 ribu Mw. Ironisnya sampai sekarang yang baru kita garap tidak sampai 5%. Orientasi kita untuk kepentingan jangka panjang patah hanya karena kepentingan sekelompok orang.
Kini saatnya memikirkan masa depan. Kalau PLTS menjadi pilihan, demikian pula dengan panas bumi, air, dan angin, niscaya dunia akan lebih positif melihat kita. Kampanye negatif terhadap kebakaran hutan akan berkurang apabila kita bersungguh-sungguh mengurangi emisi gas buang.
Yang kita butuhkan tinggal sikap lebih terbuka bukan hanya pada sisi pemerintah, melainkan juga dari lembaga legislatif. Kita harus mau membayar biaya energi yang lebih mahal, tetapi dengan biaya sosial yang lebih rendah. Kita harus ingat kerusakan lingkungan yang diakibatkan penggunaan energi yang kotor, kelak biaya pemulihannya akan kita bayar lebih mahal.
Presiden sudah berada pada jalur yang tepat dengan meresmikan PLTS di NTT. Kini tinggal bagaimana mendorong lebih banyak lagi pembangkit listrik ramah lingkungan. Presiden jangan goyah oleh bujuk rayu kelompok yang sekadar mementingkan bisnis mereka.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved