Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memutuskan menurunkan harga premium dan solar mulai 5 Januari 2016.
Harga premium yang semula Rp7.300 per liter menjadi Rp7.150. Harga solar yang sebelumnya Rp6.700 per liter menjadi Rp5.950.
Menurut Menteri ESDM Sudirman Said, harga keekonomian premium dan solar sebenarnya bisa lebih rendah. Namun, sesuai perintah UU Nomor 30/2007 tentang Energi, pemerintah mengenakan premi energi fosil Rp200 per liter untuk premium dan Rp300 per liter untuk solar.
Dana tersebut akan dipergunakan untuk pengembangan energi terbarukan.
Penurunan harga BBM merupakan konsekuensi terus menurunnya harga minyak dunia. Saat ini harga minyak mencapai titik terendah dalam 11 tahun terakhir.
Harga minyak jenis brent diperdagangkan US$34,53 per barel Selasa (22/12) lalu. Harga acuan OPEC bahkan mencapai US$30,74 per barel.
Rendahnya harga minyak dunia memukul industri perminyakan.
Pendapatan perusahaan minyak seperti Exxon-Mobil Oil, Chevron, British Petroleum, dan Shell menurun signifikan. Bahkan keuntungan Petronas, Malaysia, pada kuartal III lalu anjlok 95%.
Negara-negara Petrodollar mulai mengurangi belanja. Arab Saudi, misalnya, menunda pembelian barang modal seperti kendaraan.
Dengan harga minyak yang sudah turun lebih 50%, kemampuan negara yang mengandalkan pendapatan dari minyak sangat terganggu.
Hanya tidak mudah untuk mengubah kebiasaan hidup. Sama tidak mudahnya untuk melakukan transformasi ekonomi agar tidak lagi tergantung minyak.
Turunnya harga minyak disebabkan oleh peningkatan produksi di negara penghasil minyak demi menjaga penerimaan mereka.
Kita pun masih menjadikan minyak sebagai sumber penerimaan negara meski tidak sebesar era Orde Baru.
Pada 2016, pemerintah menargetkan penerimaan minyak dan gas US$12,3 miliar.
Asumsinya harga minyak dunia seperti ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara US$60 per barel. Sepertinya mustahil harga minyak akan bisa naik ke angka itu.
Sampai semester I 2016, harga minyak masih akan berada di bawah US$40 per barel. Dengan kondisi seperti itu, target penerimaan negara dari migas akan sulit tercapai.
Satuan Kerja Khusus Migas memperkirakan penerimaan migas tahun depan hanya sekitar US$10,7 miliar. Itu pun dengan asumsi target lifting minyak 830 ribu barel per hari bisa tercapai.
Kenyataannya, sekarang ini produksi minyak kita berada di bawah 800 ribu barel per hari.
Penurunan harga minyak, di satu sisi, memberi berkah kepada masyarakat karena harga BBM menjadi lebih murah. Namun, di sisi lain menjadi musibah bagi negara karena turunnya penerimaan.
Akibatnya, kemampuan negara membiayai pembangunan berkurang dan dalam jangka panjang merugikan masyarakat.
Kondisi ini memperingatkan negara untuk mempercepat transformasi ekonomi.
Kita tidak bisa mengandalkan komoditas sebagai andalan produksi dan ekspor.
Akhirnya, kita harus menjadi negara industri yang menghasilkan produk manufaktur dengan nilai tambah tinggi.
Peringatan berakhirnya era komoditas, baik minyak maupun sumber daya alam lain, sudah disampaikan sejak 6 tahun lalu.
Namun, kita terlena dan tidak melakukan transformasi.
Bahkan yang terjadi ialah deindustrialisasi, yakni kontribusi industri terhadap produk domestik bruto menurun dari 35% menjadi 23%.
Sekarang kita harus bergegas memperbaiki diri kalau tidak ingin mati.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved