Pengalihan Isu?

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
17/9/2022 05:00
Pengalihan Isu?
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

DUA pekan terakhir, perbincangan isu soal adanya pengalihan isu terus menghangat. Riuhnya pemberitaan aksi peretas bernama Bjorka diyakini sebagian kalangan merupakan bentuk pengalihan isu penyidikan kasus Ferdy Sambo.

Bukan cuma itu. Riuh nan gaduh soal Jenderal Dudung Abdurachman yang marah karena TNI disebut mirip 'gerombolan melebihi ormas' oleh anggota DPR Effendi Simbolon dalam rapat di Senayan juga dihubung-hubungkan dengan usaha pengalihan isu.

Pula, berubah-ubahnya alasan PSSI membatalkan penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai tempat bertanding timnas senior pada laga FIFA Matchday, ada yang menyebutkan pengalihan isu. Penjelasan Ketua Umum dan Sekjen PSSI bukannya menjernihkan duduk persoalan, melainkan malah menambah dosis kecurigaan.

Paling gres, tulisan usil pegiat media sosial Eko Kuntadhi yang dianggap menghina Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, tidak lepas dari tudingan pengalihan isu. Eko sudah meminta maaf. Ustazah Imaz juga sudah memaafkan. Namun, spekulasi ihwal pengalihan isu tidak lantas mereda.

Isu tentang adanya pengalihan isu lumrah terjadi di kalangan khalayak yang menggemari teori konspirasi. Teori konspirasi berkecambah di lingkungan yang tingkat literasinya rendah. Orang malas berpikir. Makin rajin bergosip. Terjadi pendangkalan intelektual.

Bagi penakzim teori konspirasi, pengalihan isu dianggap suatu cara mengalihkan fokus orang-orang pada suatu pemberitaan. Ketika orang-orang sibuk mengikuti pemberitaan suatu kasus besar, lambat laun pemberitaan itu (entah sengaja atau tidak) ditenggelamkan dan digantikan dengan berita lain yang lebih menghebohkan.

Pagi, siang, malam, berita tersebut terus-menerus disiarkan dan diperbincangkan banyak media. Timbullah kecurigaan adanya pengalihan isu. Pengalihan isu, walaupun banyak dibicarakan, diperdebatkan, tak pernah bisa dibuktikan secara riil.

Saya jadi ingat para penganut teori 'bumi datar'. Bahkan, tokoh penganut 'bumi datar', yaitu Mike Hughes, harus meregang nyawa karena jatuh dari roket buatannya, hanya untuk membuktikan eksperimennya bahwa bumi itu datar, bukan bulat.

Orang percaya dan meyakini teori konspirasi juga amat mungkin dipengaruhi kemalasan berpikir lebih dalam atau membaca banyak informasi atau referensi. Akhirnya, langsung pada kesimpulan bahwa kejadian atau peristiwa ini dan itu ialah bagian dari teori konspirasi atau persekongkolan.

Ramai pula tudingan pengalihan isu. Bjorka membetot perhatian. Apalagi, hingga detik ini belum bisa diidentifikasi siapa sesungguhnya hacker yang mengobrak-abrik data pribadi itu.

Ada kabar bahwa Bjorka berhasil ditangkap. Eh, enggak tahunya 'Bjorka kw'. Untuk itu, kian dipercayalah bahwa perburuan Bjorka ialah bagian dari konspirasi belaka. Tujuannya mengalihkan isu kasus Sambo, kasus penaikan harga BBM, dan seterusnya.

Begitulah logika ogah rumit. Tidak terlalu bermasalah jika sikap 'mamik' (malas mikir) itu tidak dipasarkan kepada khalayak. Risiko kemalasan berpikir ditanggung sendiri.

Namun, apa jadinya bila orang yang malas berpikir lalu menggunakan teori konspirasi dan memasarkan isu pengalihan isu? Tentu akan banyak yang menjadi korban.

Sebagai sebuah perbincangan, bagi sebagian orang, teori konspirasi dan isu pengalihan isu itu 'gurih'. Namun, dia serupa gibah, yang kalau tidak disaring berpotensi menjadi fitnah. Menyemai kedangkalan dan kemalasan berpikir akan menuai kemandekan, bahkan kemunduran. Padahal, bangsa ini mau maju, bukan mandek, apalagi mundur.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.