Ketelanjangan Bjorka

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
14/9/2022 05:00
Ketelanjangan Bjorka
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADA kata-kata yang sepintas sama, tapi pada hakikatnya berbeda. Kebahagiaan dan kesenangan itu seperti sinonim, padahal tidak sama. Begitu pula antara kata 'keterbukaan' dan 'ketelanjangan'. Keduanya kerap disalahartikan sebagai 'kembar identik' meski sesungguhnya jauh berbeda.

Perbedaan antara keterbukaan dan ketelanjangan itu serupa dengan perbedaan antara kebahagiaan dan kesenangan. Keterbukaan itu senilai kebahagiaan. Ketelanjangan itu sepadan dengan kesenangan.

Banyak orang menganggap kebahagiaan itu identik dengan pleasure, kesenangan. Padahal, itu dua hal berbeda. Kesenangan itu sifatnya konsumtif dan pasif, sedangkan kebahagiaan itu sifatnya produktif, aktif, juga sesuatu yang menumbuhkan. Sesuatu yang membuat kemanusiaan kita berkembang.

Begitu pula dengan keterbukaan. Transparansi itu kejujuran. Keterbukaan itu produktif, demokratis, memenuhi hak publik untuk tahu. Dalam keterbukaan, hak pribadi dilindungi. Domain pribadi tidak boleh dimasuki. Domain publik wajib dibuka.

Itu jelas berbeda dengan ketelanjangan. Ketelanjangan itu keterbukaan yang tidak mengenal garis demarkasi mana hak publik dan mana hak privat. Semua dibuka. Domain privat diacak-acak. Tidak ada perlindungan atas hak pribadi.

Dalam cara pandang seperti itulah saya melihat pro dan kontra kasus serangan siber oleh hacker yang menamakan dirinya Bjorka. Dalam kacamata pandang saya yang kerap disebut generasi 'kapal selam' ini, aksi Bjorka itu mempromosikan ketelanjangan. Mungkin bagi banyak kalangan generasi speedboat, Bjorka dianggap pahlawan keterbukaan.

Aksinya membobol data Presiden Jokowi, Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menkominfo Johnny G Plate, Menteri BUMN Eric Thohir, Komisi Pemilihan Umum, dan bahkan Badan Intelijen Negara sama sekali bukanlah aksi heroik. Karena itu, bagi saya, Bjorka tidak layak mendapatkan tempik sorak. Bukan untuk dihormati dengan standing ovations.

Semakin riuh tepuk tangan, semakin nekat ia berbuat. Bjorka, misalnya, menjanjikan akan membocorkan data My Pertamina, yang menurutnya dilakukan demi mendukung demonstrasi memprotes penaikan harga BBM bersubsidi.

Lewat grup Telegram-nya, Bjorka mengaku masih menunggu ditangkap pemerintah Indonesia. "I'm still waiting to be raided by the Indonesian goverment," ia menantang di grup itu.

"Saya menunggu digerebek pemerintah Indonesia."

Aksi Bjorka boleh jadi sudah berlangsung lama. Sebuah akun Dark Tracer menyebut Bjorka yang membocorkan berbagai database kewarganegaraan Indonesia itu sudah melakukan peretasan sejak 2020. Ia mulai dari membocorkan data 26 juta pelanggan Indihome, tetapi Telkom membantahnya.

Yang terbaru, Bjorka juga yang menjual 105 juta data milik warga negara Indonesia yang berasal dari Komisi Pemilihan Umum. Bjorka juga mengeklaim memiliki 1,3 miliar data registrasi SIM card prabayar Indonesia yang isinya meliputi data NIK, nomor telepon, operator seluler, hingga tanggal registrasi.

Saya mengapresiasi Kementerian Kominfo yang terus-menerus memekikkan perlunya segera disahkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Sudah 10 tahun lamanya rancangan undang-undang tersebut luntang-lantung di DPR, tak kunjung disahkan menjadi undang-undang.

Pada 2012, RUU PDP sudah dibahas dan mengatur banyak hal. Lalu pada 2019, Menteri Kominfo Rudiantara (saat itu) sudah meneken RUU Perlindungan Data Pribadi. Panitia kerja (panja) DPR mulai dibentuk pada Maret 2020. Di akhir 2020, DPR memutuskan untuk memperpanjang waktu pembahasan RUU PDP.

Hingga akhirnya, aksi Bjorka membuat Komisi I DPR mengebut pengesahan RUU PDP. Sebentar lagi, DPR akan mengesahkannya menjadi undang-undang pada Sidang Paripurna. Undang-undang itu akan menjamin keterbukaan, bukan ketelanjangan. Ia menggaransi hak publik, sekaligus melindungi hak pribadi.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.