Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu potret paling buruk dari Jakarta ialah angkutan umum jalan raya.
Di luar Trans-Jakarta, angkutan umum yang ada amburadul.
Bukan hanya kelayakannya yang jauh dari standar, perilaku pengemudinya menakutkan. Mereka membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Kasus terakhir yang mengenaskan ketika metromini melewati pelintasan kereta di Tubagus Angke. Sebanyak 14 penumpang tewas ketika metromini mogok di tengah pelintasan dan ditabrak oleh kereta listrik.
Sebenarnya hampir setiap hari terjadi kecelakaan yang melibatkan entah itu metromini, kopaja, atau Koantas Bima.
Dengan perilaku berkendaraan yang ugal-ugalan bagaimana tidak terjadi kecelakaan di jalan raya. Akibatnya, fatal karena kendaraannya sudah tidak layak. Sosok kendaraan sudah tidak berbentuk.
Asap yang dikeluarkan tidak sesuai aturan emisi gas buang. Rem pun seringkali sudah tidak berfungsi optimal. Malam hari semua lampu tidak menyala.
Kaca yang dipakai, bukanlah kaca kristal yang pecah menjadi butiran kecil ketika terjadi benturan, tetapi kaca rumah yang bisa menembus leher penumpang.
Anehnya mobil-mobil itu bisa mendapatkan izin jalan.
Perbaikan yang dilakukan begitu minimal meski belum lama terjadi kecelakaan fatal. Tidak usah heran apabila kecelakaan terus berulang.
Belum lama memang Kepolisian Daerah Jakarta Raya menemukan buku uji kelayakan kendaraan umum palsu. Rupanya selama ini banyak angkutan umum yang tidak layak, tetapi bisa jalan karena mengantongi surat uji kelayakan palsu.
Pertanyaannya, mengapa Pemerintah Provinsi DKI tidak kunjung membenahi secara struktural?
Padahal, angkutan umum itu tidak memudahkan masyarakat, tetapi malah mencelakakan.
Angkutan umum tersebut menjadi penyebab kemacetan karena selalu berhenti seenaknya dan merusak citra Jakarta.
Begitu sering gubernur berganti, tetapi angkutan umum jalan raya di Jakarta nyaris tidak berubah. Tetap kacau dan tidak memberikan solusi memecahkan pergerakan manusia.
Jangankan orang asing, warga Jakarta pun akan tersesat apabila menggunakan angkutan umum. Padahal, salah satu ukuran tingkat peradaban kota besar ditentukan oleh angkutan umumnya.
Semua kota besar di dunia membangun sebuah sistem angkutan yang mudah, efektif, dan efisien.
New Delhi, yang dikenal sebagai kota paling chaos di dunia, mampu membangun sistem angkutan umum yang baik.
Jakarta tidak kekurangan ahli sistem transportasi.
Deputi gubernurnya ada yang bergelar profesor transportasi, tetapi tidak pernah bisa dibuat cetak biru bagaimana membuat angkutan umum lebih beradab.
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama jangan hanya bisa marah-marah. Yang harus dilakukan ialah membenahi angkutan umum di Ibu Kota. Tidak bisa metromini dan sejenisnya dibiarkan beroperasi tanpa manajemen yang baik.
Angkutan umum bukan sekadar bisnis yang menghasilkan untung dan membuka lapangan pekerjaan. Mereka mempunyai peran membantu mobilitas manusia dan harus dijamin selamat sampai tujuan.
Bukan saatnya lagi angkutan umum dikelola dengan model rumah tangga biasa. Kendaraan hanya dipakai tanpa perawatan. Penggantian suku cadang dilakukan dengan model kanibal. Pengemudinya pun tak dibekali sikap tanggung jawab.
Ada yang mengatakan metromini merupakan potret kecil dari kehidupan bangsa ini.
Orang main 'tembak' dan masa bodoh dengan akibatnya kepada orang lain. Kepatutan dan kepantasan tidak jadi pegangan.
Logika dan akal sehat pun dijungkirbalikan.
Kasus 'papa minta saham' tak ubahnya seperti metromini.
Ironis! Kita pura-pura tutup mata dan terus membiarkannya.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved