BRI

16/12/2015 00:00
BRI
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

RABU, 16 Desember 2015, merupakan hari istimewa bagi dunia perbankan Indonesia. Bank Rakyat Indonesia (BRI) merayakan hari jadi ke-120. BRI merupakan contoh institusi perbankan yang berhasil melakukan transformasi. Bank yang dibangun Raden Bei Aria Wiraatmadja pada awalnya hanya melayani kalangan priayi di Purwokerto. Namun, bank itu berkembang melayani masyarakat. Sekarang BRI menjadi bank modern yang menggunakan teknologi informasi dalam melayani nasabahnya.

Satu yang menarik, BRI selalu digambarkan sebagai bank guram karena melayani nasabah kecil seperti petani. Namun, fokus melayani kelompok masyarakat bawah membuat BRI menjadi satu-satunya bank milik pemerintah yang selamat dari krisis keuangan pada 1997. Bahkan sekarang BRI menjadi bank dengan aset terbesar dan keuntungan terbesar di Indonesia.

Bentuk ekonomi Indonesia memang didominasi usaha mikro, kecil, dan menengah. Sekitar 98% pengusaha kita UMKM, 2% pengusaha besar. Memang 2% pengusaha besar itu menguasai 80% aset, tetapi kelompok UMKM asetnya juga tumbuh.

Kekuatan UMKM ialah mereka sangat patuh kepada kewajiban yang harus dipenuhi. Dengan tingkat pinjaman relatif kecil tetapi perputaran yang tinggi, bisnis dengan kelompok UMKM justru menguntungkan. Apalagi mereka tidak terlalu peka terhadap tingkat suku bunga pinjaman.

Itulah yang memancing kritik Wapres Jusuf Kalla. Perbankan diskriminatif. Mereka bisa memberikan suku bunga pinjaman 12% kepada pengusaha besar, sementara pengusaha UMKM harus membayar bunga sampai 22%. Pemerintah mencoba mendukung UMKM dengan memberikan subsidi bunga sehingga kredit usaha rakyat maksimal hanya dikenai suku bunga 9%.

Tingkat perputaran dan suku bunga yang tinggi itulah yang membuat banyak bank melirik sektor UMKM. Banyak bank yang mengikuti BRI melayani UMKM. Bahkan perusahaan AS, Texas Pacific Group, mengakuisisi sekitar 71% saham Bank Tabungan Pensiunan Nasional kemudian fokus melayani pengusaha UMKM.

Di tengah persaingan memperebutkan kelompok UMKM, bank dituntut berinovasi. Hanya yang paling baik dalam memberikan pelayanan, yang menjadi pemenang. Kehadiran para pesaing itulah yang membuat BRI bergegas memperbaiki layanan mereka.

Kita harus acungi jempol kepada BRI yang berpikir jauh ke depan. Tahun depan BRI akan menjadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit sendiri. Brisat yang menggunakan teknologi Ku-band akan semakin mengefisienkan BRI dalam menjalankan fungsi intermediasi dan merangkul lebih banyak warga masuk ke sistem perbankan.

Bank Dunia sejak lama mengapresiasi BRI sebagai bank yang fokus menangani masyarakat bawah. BRI berbeda dengan Grameen Bank yang dibangun peraih Hadiah Nobel Muhammad Yunus di Bangladesh karena menerapkan prinsip perbankan modern. BRI mampu memenuhi syarat seperti yang ditetapkan Kesepakatan Basel III.

Kita perlu mendorong hadirnya perbankan nasional yang kuat dan mengerti kebutuhan bangsa ini. Indonesia dengan kelas menengah yang begitu besar menjadi incaran perbankan dunia. Perekonomian kita sudah demikian terbukanya sehingga bebas siapa pun masuk, termasuk di sektor perbankan. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dan kita membutuhkan bank seperti BRI yang terus melakukan transformasi.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima