Yang Mulia

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
14/12/2015 00:00
Yang Mulia
(Grafis Seno)
DALAM percakapan sehari-hari, predikat 'yang mulia' mulai menjadi olok-olok. Itulah hasil samping produksi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas kasus Ketua DPR Setya Novanto yang diduga kuat mencatut kekuasaan Presiden dan Wakil Presiden. MKD forum yang mulia. 'Yang mulia' bersidang berjubah, paduan warna putih dan merah. Paduan kesucian dan keberanian. Yang putih lebih dominan. Merah lebih sebagai hiasan. Simbolik menunjukkan MKD bakal lebih dulu mengedepankan kebersihan, kejujuran, kesucian, baru keberanian.

Kira-kira berani karena jujur. Bukan jujur karena berani. Jelaslah mana telur, mana ayam. Pemakaian jubah menjanjikan harapan besar, kepercayaan besar, MKD mengawal kehormatan wakil rakyat sebagai anggota DPR, maupun DPR sebagai lembaga negara. Namun, yang terjadi, 'yang mulia' inkonsisten. Semula sidang MKD terbuka, kemudian tertutup. Warna merah di jubah otomatis tanggal, seperti gigi tanggal, ompong. Warna putih berubah dominan abu-abu. Anggota DPR duduk di MKD diasumsikan melepas baju partai karena itu mengenakan seragam, jubah yang sama. Martabat mereka naik kelas, dari anggota DPR 'yang terhormat' menjadi 'yang mulia'.

Siapa pun yang disidangkan, anggota DPR atau Ketua DPR, di hadapan 'yang mulia' kedudukannya sama, yaitu teradu. Nyatanya? Yang terjadi keberpihakan. Keberpihakan itu kian gamblang diperlihatkan tiga anggota MKD dari Partai Golkar menghadiri jumpa pers Luhut Pandjaitan. Padahal, nama Luhut disebut 66 kali dalam rekaman. Perbuatan tiga orang 'yang mulia' itu, yaitu Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir, serta anggota MKD Ridwan Bae dan Adies Kadir, diduga telah melanggar etika. Secuil sejarah (2012) kiranya perlu dikutip.

'Yang mulia' menyidangkan tertutup dugaan kasus video mesum anggota DPR, Karolin Margret Natasa, dari PDIP. Barang bukti video diuji oleh kepolisian, juga oleh ITB, UGM, dan Unpad. Dapatlah dipahami perkara porno disidangkan tertutup, antara lain, karena barang bukti tidak mulia ditonton publik, terlebih anak-anak. Bagaimana dengan kasus Novanto? Apakah perbuatan yang diadukan mencatut Presiden tergolong porno, tidak mulia ditonton publik, apalagi anak-anak? Tidakkah malah mulia banget dalam rangka pendidikan moral politik?

Rabu (9/12), Setya Novanto mengadukan Menteri ESDM Sudirman Said ke Bareskrim, Jakarta, dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Esoknya, Kamis (10/12), di Bandung, nama baik Sudirman Said meningkat karena dalam peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia, KPK memberinya penghargaan sebagai penyelenggara negara paling besar melaporkan gratifikasi. Gratifikasi ia laporkan senilai Rp3.966.313.978. Demikianlah, pembaca yang mulia, maaf keliru, pembaca yang budiman, dunia kangouw seperti jungkir balik, yang dituduh mencemarkan malah dimuliakan lembaga superbodi antikorupsi.

Lagi-lagi tampaklah postulat, kekuasaan tidak hanya berhubungan dengan 'siapa' yang memegang kekuasaan, tetapi juga 'bagaimana' kekuasaan itu digunakan. Siapa yang mulia pun ditentukan bagaimana sifat-sifat kemuliaan itu dioperasikan. Yang mulia bukan orang sewaan, orang titipan. Kita memerlukan penitipan sepeda, tapi bukan penitipan kehormatan, terlebih kemuliaan. Pantaslah timbul olok-olok terhadap 'yang mulia' karena orang lebih percaya tempat penitipan sepeda ketimbang tempat pengaduan kehormatan dewan.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.