Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Pertemuan Tahunan Bank Indonesia pekan lalu, Gubernur BI Agus Martowardojo menyampaikan presentasi dengan cara menarik. Dengan ilustrasi yang dinamis, ia menggambarkan persoalan ekonomi yang kita hadapi dan respons yang harus dilakukan agar bisa melewati kondisi global yang diliputi ketidakpastian pada 2016. Agus optimistis tahun ini pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 4,8%. Artinya kuartal IV ini pertumbuhan harus mencapai 5,1% agar target bisa tercapai. Kalau itu bisa dilakukan, tahun depan BI melihat pertumbuhan bisa membaik di kisaran 5,2%-5,6%. Kunci dari semua itu, menurut Agus, tidak ada lain kecuali mendorong industrialisasi.
Bahkan, secara tegas Gubernur BI mengingatkan pentingnya penguasaan industri barang modal, industri dasar, dan industri kimia. Tekanan pada defisit neraca transaksi berjalan disebabkan tingginya impor setiap kali kita hendak melakukan pembangunan industri. Kontribusi industri terhadap produk domestik bruto dalam beberapa dekade terus menurun. Apabila pada masa Orde Baru kontribusi bisa mencapai 35%, sekarang hanya di kisaran 23%.
Wakil Presiden Jusuf Kalla merespons penjelasan Gubernur BI dengan mengatakan industrialisasi hanya akan terjadi apabila ada investasi. Namun, seperti teori John Milton Keynes, minat investasi ditentukan tingkat suku bunga. Kalau tingkat suku bunga tinggi, siapa pun akan enggan berinvestasi karena beban uang yang terlalu mahal. Oleh karena itu, Wapres kembali mengingatkan perbankan untuk berani menurunkan tingkat suku bunga. Sepanjang BI pun masih menerapkan kebijakan suku bunga tinggi, jangan harap pembangunan ekonomi seperti diharapkan Gubernur BI bisa terjadi.
Wapres tidak menutup mata bahwa BI mempunyai tanggung jawab untuk menjaga nilai mata uang dengan mengendalikan tingkat inflasi. Namun, tidak bisa jika untuk melaksanakan tugas tersebut BI tidak peduli dengan indikator lain. Untuk itu, Jusuf Kalla mengajak BI bekerja sama dengan pemerintah melakukan pembangunan, yang muaranya kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Inilah persoalan klasik yang tidak pernah bisa kita selesaikan. Ibarat ayam dan telur, kita tidak bisa pernah memutuskan untuk memulai dari mana. Otoritas moneter selalu dihadapkan kepada ketakutan apabila tingkat suku bunga diturunkan, akan terjadi arus modal keluar dan nilai tukar rupiah akan melemah. Kenyataannya, dengan BI rate 7,5% seperti sekarang, nilai tukar rupiah tidak juga menguat. Padahal, kita sudah mengorbankan potensi untuk mendorong pertumbuhan. Kita harus membayar rezim suku bunga tinggi dengan investasi yang relatif rendah. Kita membutuhkan cara lain untuk memutuskan lingkaran setan ini.
Dengan berkaca pada pengalaman negara lain, kita harus mendorong produktivitas. Salah satu yang bisa mendorong efisiensi ialah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya dengan itu kita akan memiliki daya saing. Syaratnya kita harus menghapus ekonomi biaya tinggi dan menciptakan persaingan yang sehat.
Kini kita belum mampu menciptakan levelled playing field. Ekonomi kita lebih banyak dikuasai kelompok pemburu rente. Itulah yang menciptakan ketidakpastian dan akibatnya biaya semakin tinggi. Untuk melawan itu tinggal dibutuhkan kemauan kuat dan kebersamaan. Faktor keberhasilan pembangunan tidak pernah tunggal. Sambil kita melakukan deregulasi dan debirokratisasi, BI perlu lebih berani melakukan kebijakan moneter yang propertumbuhan.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved