Moto Baru BWF

01/12/2015 00:00
Moto Baru BWF
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

DUNIA tengah menjadi saksi bagaimana olahraga bulu tangkis menatap masa depannya yang gemilang.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) telah meluncurkan semboyan baru, I am clean, I am honest, I am badminton (Saya bersih, saya jujur, saya bulu tangkis).

Di website BWF edisi 8 November silam, beberapa pebulu tangkis memegang brosur dengan moto dalam delapan bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Mandarin, dan Spanyol.

Presiden BWF Poul Eric Hoyer Larsen yang terpilih menjadi orang nomor satu di federasi bulu tangkis dunia pada 2013 memang tak main-main dengan kejahatan korupsi dan aneka penyelewengan yang menggerogoti olahraga, khususnya bulu tangkis.

Sejak ia terpilih--setelah mengalahkan pesaing terberatanya dari Indonesia, Justian Suhandinata--ia seperti berlari kencang.

Moto baru yang menarik itu memang bertujuan menangkal berbagai pelanggaran, seperti doping, pengaturan skor, taruhan ilegal, dan bentuk lain korupsi di tubuh bulu tangkis.

Larsen yang mantan pebulu tangkis nomor satu Denmark, agaknya sekuat tenaga meniupkan kultur bersih dari negerinya.

Denmark salah satu negara dengan pemerintahan bersih.

Larsen memberikan pemahaman kepada para atlet agar bisa menjadi pemain profesional, menghindari laku yang merusak integritas.

Integritas ialah jantung pertahanan termahal.

Para atlet pun diikat dengan pakta integritas.

Spirit bersih juga ia tiupkan pada pelatih, manajer, dan mereka yang terlibat olahraga profesional.

Ia ingin dunia tahu apa yang orang-orang bulu tangkis perjuangkan. Menegakkan prestasi dengan kehormatan!

Di bawah Larsen, moto itu mulai terlihat hasilnya.

Sejak 15 November BWF resmi menjadi anggota International Paralympic Committee, ini artinya bulu tangkis resmi ikut dipertandingkan di Paralympic Games, ajang olahraga sejagat bagi penyandang disabilitas. Bulu tangkis juga masuk Universiade (olahraga internasional universitas) dan masuk Timur Tengah.

Super series kini memasuki tahun keempat di Dubai, Uni Emirat Arab.

Pendeknya kini bulu tangkis menjadi kegairahan baru di seluruh dunia. Kontrak dengan sponsor kian ramai.

Jika Anda pecinta bulu tangkis, kini berbagai kejuraaan bulu tangkis kian teratur digelar, khususnya super series (bintang 5) dan grand prix gold (setara bintang 4)--selain super serie premiere (bintang 6) dan aneka kejuaraan yang tetap.

Yang mengejutkan, munculnya pebulu tangkis putri asal Spanyol, Carolina Marin, juara dunia 2014 dan 2015.

Marin membuktikan meski ia lahir dari negeri yang tak punya tradisi bulu tangkis, anggarannya mungkin kecil, infrastruktur kurang mendukung, dengan pengetahuan yang benar, seorang atlet bisa mengukir prestasi dunia.

Marin ialah inspirasi yang merobohkan mitos bahwa bulu tangkis ialah milik Asia, terutama Tiongkok.

Mestinya bulu tangkis Indonesia yang pertama-tama terinspirasi moto baru BWF itu.

Negeri yang dulu punya tradisi kuat 'permainan tepok bulu' ini kini kerap tumbang di berbagai ajang.

Sepanjang 2015, kita jadi pecundang di Makau Terbuka, Hong Kong Terbuka, Denmark Terbuka, India Terbuka, Prancis Terbuka, juga Indonesia Terbuka!

Sayang, di berbagai bidang, negeri ini sudah terlalu banyak kehilangan kekuatan dan kehormatannya.

Kita tahu, di negeri ini aneka slogan telah dibuat untuk sekian banyak perikatan dan organisasi, tetapi ia kerap kehilangan makna.

Ia diinjak-injak pembuat dan pengucap slogan itu sendiri.

Semoga semboyan BWF menjadi inspirasi yang menguatkan!

Kita ingin bulu tangkis kembali kepada torehan prestasi.

Syukur-syukur olahraga lain terkena virus positifnya.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima