Bekas Penjahat Dielu-elukan

Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group
06/9/2021 05:00
Bekas Penjahat Dielu-elukan
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

PENJAHAT dan pahlawan bisa sama-sama dikurung. Namun, apa yang membedakan keduanya? Begitu pertanyaan penulis dan pemusik Fiersa Besari di akun Twitter-nya pada 19 Januari 2019. “Ketika keluar dari gelapnya penjara, penjahat akan berjuang mati-matian mendapatkan maaf, sementara pahlawan akan disambut dan dielu-elukan.”

Jawaban Fiersa itu tidak sepenuhnya benar sebab banyak penjahat berbulu pahlawan bagaikan serigala berbulu domba. Begitu keluar dari penjara, mereka juga disambut dan dielu-elukan.

Ada tiga jenis kejahatan luar biasa di negeri ini, yaitu korupsi, kejahatan seksual terhadap anak, dan narkotika. Setidaknya ada dua kasus mantan terpidana korupsi dan kejahatan seksual yang disambut dan dielu-elukan.

Tengok saja sambutan terhadap Bambang Biantoro, mantan Bupati Batang, Jawa Tengah. Ia mendekam dipenjara selama 18 bulan karena tersandung oleh kasus korupsi dana APBD 2004. Begitu keluar penjara pada 17 September 2013, ia tidak hanya dikalungi bunga. Ratusan warga berdiri berderet di luar rutan sambil memainkan alat musik rebana.

Situasi negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Telah terjadi pergeseran nilai. Penjahat tidak perlu lagi berjuang mati-matian untuk mendapatkan maaf.

Pergeseran nilai itu pula yang tampak kasatmata saat penjemputan pedangdut Saipul Jamil pada 2 September. Ia bebas dari penjara setelah lima tahun mendekam akibat kasus asusila terhadap anak di bawah umur dan penyuapan yang menjeratnya.

Begitu keluar dari pintu penjara, Saipul disambut dengan gegap gempita. Kalung berukuran besar yang dibentuk dari bunga dipakaikan ke lehernya. Dia juga mendapatkan buket bunga mawar dari penyanyi dangdut Indah Sari yang turut menyambut kebebasannya.

"Aku bebas," teriak Saipul di hadapan awak media sambil mengangkat bunga. Ia langsung masuk mobil Porsche merah. Seraya membuka atap mobil mewahnya itu, ia melambaikan tangan ke arah awak media. Hebatnya lagi, sehari setelah bebas, Saipul Jamil langsung tampil di berbagai acara televisi.

Bagaimana perasaan korban ketika melihat Saipul Jamil disambut dan dielu-elukan? Berbagai literatur menyebutkan korban perkosaan mengalami trauma psikologis yang sangat hebat, ada kemungkinan akan merasakan dorongan yang kuat untuk bunuh diri. Dampak bagi korban kekerasan seksual tidak hanya dampak fisik, tetapi berdampak psikologis juga.

Begitu banyak anak mengalami tindakan kekerasan seksual. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat kekerasan seksual pada anak dan perempuan mencapai angka tertinggi pada 2020, yakni sekitar 7.191 kasus.

Kementerian PPPA mencatat kasus kekerasan terhadap anak setiap tahun melalui sistem informasi online (Simfoni-PPA). Pantauan kemarin, terdapat 11.029 kasus yang dilaporkan, di dalamnya terdapat kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Bangsa ini sesungguhnya berpihak dan bersimpati kepada anak-anak korban kekerasan seksual. Karena itulah, pada 25 Mei 2016, dikeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 yang selanjutnya ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Lewat perundang-undangan itu negara mengambil langkah-langkah yang optimal dan komprehensif dengan tidak hanya memberikan pemberatan sanksi pidana, tetapi juga menerapkan bentuk pencegahan dengan memberikan tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Amat disayangkan, ruang publik masih memberikan akses glorifikasi atas kebebasan mantan terpidana kasus kejahatan kelamin terhadap anak-anak. Inilah bangsa yang kontradiktif. Kejahatannya dianggap luar biasa, tapi pelakunya dianggap pahlawan sehingga tetap diidolakan.

Ternyata masih banyak warga yang mampu merawat pikiran waras. Netizen bereaksi keras karena Saipul langsung disambut dengan panggilan talk show di beberapa acara di televisi. Muncul petisi ajakan memboikot Saipul Jamil tampil di televisi dan Youtube.

Petisi itu ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI agar melarang televisi mengundang Saipul Jamil. Hingga kemarin, petisi yang muncul pada 3 September itu diteken lebih dari 309 ribu orang.

Salah satu pendukung petisi ini menuliskan, 'Saya berempati pada korban. Dan sudah sepatutnya pelaku pedofilia diboikot dari acara mana pun karena menimbulkan keresahan masyarakat dan bisa memicu trauma korban. Sungguh memalukan nama Indonesia, bagaimana mungkin pelaku kejahatan malah diberi panggung dan diarak bak pahlawan yang mengharumkan nama bangsa. Sungguh teramat memalukan!'.

Kiranya KPI mampu membebaskan ruang publik dari siaran yang menampilkan pelaku kejahatan luar biasa. Ini sekaligus ujian bagi KPI yang internalnya juga dilanda kasus pelecehan seksual. Hukuman sosial perlu diberikan untuk menciptakan efek jera.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.