Milenial di Pasar Modal

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
28/7/2021 05:00
Milenial di Pasar Modal
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

ADA dua kabar gembira dari dunia pasar modal kita, di tengah suasana muram akibat pandemi korona. Kabar pertama, jumlah investor efek kita mencapai 9,3 juta orang, naik 56% bila dibandingkan dengan posisi akhir 2020. Kabar kedua, lebih dari separuh investor itu kaum milenial, berusia di bawah 30 tahun.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), lembaga yang menampung uang investor, awal bulan ini merilis informasi bahwa jumlah nomor tunggal identitas pemodal atau yang lazim juga disebut dengan Single Investor Identification (SID) yang tercatat di KSEI telah mencapai 9.335.798 atau 9,33 juta investor per 15 Juni lalu. Jumlah SID ini naik 56% daripada posisi 29 Desember 2020, ketika SID baru mencapai 3,87 juta.

Data KSEI menunjukkan salah satu pendorong kenaikan jumlah investor pasar modal itu ialah masuknya peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebanyak 3,91 juta dalam Sistem Multi Investasi Terpadu KSEI, yang beroperasi sejak 10 Juni lalu. Tanpa masuknya peserta Tapera itu pun, jumlah investor pasar modal sudah naik 44% jika dibandingkan dengan total jumlah investor di akhir 2020.

Kian dipangkasnya suku bunga tabungan, ikut mendorong para deposan mengalihkan sebagian uang mereka dari deposito ke pasar modal. Selain itu, banyak kaum milenial mulai melek saham dan ikut berbondong-bondong menanamkan uang mereka ke pasar modal.

Hal itu bisa dilihat dari profil statistik usia investor pasar modal. Investor yang berusia 30 tahun ke bawah mendominasi dengan jumlah 58,39%. Sementara itu, investor berusia 31-40 tahun mencapai 21,61% dan sisanya berasal dari investor berusia 41-50 tahun, 51-60 tahun, dan di atas 60 tahun.

Dari segi angka-angka, kondisi seperti itu bisa dibilang sangat fantastis. Apalagi, pasar modal kerap menjadi tolok ukur kinerja ekonomi sebuah negara modern. Dengan pergerakan di pasar modal seperti itu, bolehlah kiranya kita menyebut bahwa Indonesia tengah bergeliat.

Semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya ekonomi modern. Selain membangun bisnis-bisnis tradisional, masyarakat kita --sebagian besar kaum milenial-- mulai melirik pasar modal sebagai alternatif untuk mencari peruntungan. Pasar modal ialah ekonomi masa depan. Kita tengah mengikuti gerak negara-negara maju.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia 2020 yang diukur berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp13.432,2 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp56,9 juta atau US$3.911,7. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp7.329 triliun pada 11 Februari 2021. Itu artinya, kontribusi pasar modal terhadap perekonomian sudah mendekati 60%.

Peluang kontribusi pasar modal terhadap perekonomian nasional masih terus bertumbuh dan mendekati apa yang dicapai negara-negara maju. Di Asia Tenggara, kontribusi pasar modal Indonesia terhadap perekonomian nasional sedikit lebih baik daripada Vietnam.

Namun, jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia yang kontribusi pasar modal mereka terhadap PDB sudah 100%, kita masih harus terus bekerja keras. Apalagi, jika perbandingannya Amerika Serikat, kita mesti bekerja ekstra keras. Di Amerika, kontribusi pasar modal terhadap perekonomian sudah lebih dari 158%, dengan kapitalisasi pasar US$30 triliun lebih. Itu setara 30 kali PDB kita.

Namun, capaian dan geliat pasar modal Indonesia yang seperti itu jelas menggembirakan. Apalagi jika kita melihat hampir 10% kaum milenial di negeri ini ikut menjadi motor bagi pergerakan pasar modal kita. Dengan semakin banyak jumlah investor di pasar modal, akan semakin besar jumlah perputaran uang.

Semakin banyak anak-anak muda membangun startup dengan niat untuk go-public, akan kian banyak pula yang berlomba-lomba berinovasi dan menciptakan karya kreatif yang laku dijual. Saya makin optimistis, dengan kondisi tersebut perputaran dan laju perekonomian kita makin kencang.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.