Gendermu Hukumanmu

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
29/6/2021 05:00
Gendermu Hukumanmu
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KESETARAAN atau keadilan gender bukanlah pemberian hak-hak istimewa kepada gender tertentu. Kesetaraan gender juga bukan belas kasihan kepada kelompok gender tertentu. Kesetaraan gender merupakan aksi afirmatif (affrirmative action) terhadap gender yang selama ini terdiskriminasi.

Mencapai kesetaraan perempuan yang diupayakan sejak masa Kartini bukanlah perjuangan menuntut hak-hak istimewa untuk kaum perempuan. Membela kesetaraan perempuan bukanlah mengemis belas kasihan dari kaum lelaki untuk kaum perempuan. Mencapai kesetaraan perempuan atas laki-laki merupakan keharusan.

Prinsip kesetaraan gender dan kesetaraan perempuan itu tercoreng ketika Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding dan memangkas hukuman jaksa Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara.

Hakim memangkas hukuman Pinangki setelah mempertimbangkan hal-hal yang meringankan antara lain Pinangki mengaku bersalah, menyesal, dan ikhlas dipecat dari status jaksa. Bila dalam dunia pepatah menyesal kemudian tiada guna, dalam dunia hukum menyesal kemudian ada gunanya rupanya.

Hakim juga mempertimbangkan Pinangki seorang ibu yang mempunyai anak berusia empat tahun. Tak hanya itu, hakim mempertimbangkan Pinangki sebagai perempuan harus mendapat perhatian, perlindungan, dan diperlakukan secara adil.

Pertimbangan terakhir itu mencederai prinsip kesetaraan dan keadilan gender. Salah kamar kiranya bila hakim memangkas hukuman Pinangki demi melindungi dan memperlakukan perempuan secara adil. Hakim bukannya memasuki kamar kesetaraan atau keadilan gender, melainkan nyelonong masuk ke kamar hak-hak istimewa gender atau belas kasihan gender.

Keputusan hakim juga melanggar prinsip equality before the law, kesetaraan di muka hukum. Hukum harus memperlakukan orang secara setara tanpa memandang etnik, agama, gender, latar belakang budaya, dan keturunan. Tidak boleh seseorang dikurangi atau ditambah hukumannya atas pertimbangan etnik, agama, gender, budaya, dan keturunannya. Hukum memperlakukan orang secara adil dan setara berdasarkan perbuatannya.

Pinangki terbukti melakukan tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan pemufakatan jahat terkait dengan penanganan perkara terpidana korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Dalam urusan korupsi, perempuan sesungguhnya makhluk lebih jujur, lebih antikorupsi, jika dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan yang menduduki jabatan publik, serupa Pinangki, semestinya lebih antikorupsi.

Penelitian David Dollar, Raymond Fisman, dan Roberta Gatti pada 1999 menemukan korelasi positif antara jumlah perempuan di lembaga legislatif dan lembaga publik dengan tingkat korupsi di satu negara. Penelitian itu menghasilkan teori bahwa peningkatan perempuan di lembaga legislatif dan dunia publik akan menurunkan tingkat korupsi.

Penelitian yang disponsori Bank Dunia itu juga menghasilkan rekomendasi jumlah perempuan di dunia publik mesti ditingkatkan karena perempuan merupakan kelompok yang dapat menghasilkan pemerintahan yang jujur dan bersih. Dalam dunia hukum, kita mengenal Albertina Ho, penegak hukum superjujur.

Komisi Pemberantasan Korupsi pernah mengundang pasangan para pejabat, baik istri maupun suami. KPK ingin mencegah korupsi berbasis keluarga. Pasangan, selain mengawal dan mendampingi pejabat supaya tidak korupsi, juga bisa mendidik anak-anak antikorupsi.

KPK sejak 2013 punya program Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK). Sampai 2019, tercatat 2.000 perempuan aktivis SPAK di 34 provinsi. Program SPAK juga mengajak istri pejabat ambil bagian minimal mencegah suami mereka korupsi.

KPK ingin istri pejabat tinggi memberi teladan, misalnya tidak membeli dan memakai tas mahal supaya bawahan tidak ikut-ikutan. Hidup sederhana salah satu jalan mencegah korupsi.

Hidup mewah sebaliknya bisa memicu korupsi. Kehidupan glamor Pinangki, misalnya doyan piknik ke luar negeri dan bermobil mewah, kiranya mendorongnya korupsi. Kalau kita lihat dakwaan terhadap Pinangki, Pinangki yang berinisiatif datang menghampiri Djoko Tjandra.

Keputusan Pengadilan Tinggi DKI memangkas hukuman Pinangki dari 10 tahun menjadi 4 tahun terang benderang menabrak prinsip kesetaraan gender dan hukum. Jaksa, seperti didorong banyak pihak, semestinya mengajukan kasasi atas keputusan itu.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.