Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi, dalam sebuah kesempatan, menyampaikan pesan kepada kaum perempuan. Kata dia, meskipun profesionalisme menuntut kinerja logika, jangan sampai meninggalkan hati. "Logika bisa disatukan dengan hati. Jangan lupa, diplomasi is about heart. Hati tidak akan berbohong.”
Menyatukan logika dan hati menjadi kekuatan diplomasi Retno. Ia menyelaraskan kata dan tindak sehingga terpancar kasih dari hatinya. Tepatlah kata-kata puitis Kahlil Gibran, “Perempuan yang dianugerahi keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran nyata yang bisa kita pahami hanya dengan cinta, dan bisa kita sentuh hanya dengan kesucian.”
Dipahami hanya dengan cinta kasih. Kata filsuf Thomas Aquinas, kasih menggerakkan seseorang dari kedalaman dirinya untuk terarah kepada sesama; kasih mendorong orang untuk melakukan yang baik bagi sesama.
Kasih dari kedalaman dirinya itulah yang mendorong Retno untuk menyuarakan pembelaan atas anak-anak Palestina saat berpidato dalam pertemuan Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, Kamis (20/5). Ia berbicara dengan hati terkait dengan nasib anak-anak, pakai logika tatkala menolak penjajahan Israel atas Palestina.
Dalam pernyataan pembukaan, Retno menyampaikan bahwa kehadirannya ke Markas Besar PBB adalah... demi kemanusiaan, demi keadilan masyarakat Palestina… dan untuk menyerukan penghentian kekerasan dan gencatan senjata, demi menyelamatkan nyawa mereka yang tidak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak.
“Saya yakin bahwa kita semua tersentuh ketika melihat gambar-gambar bayi berusia dua bulan yang terluka dan dikeluarkan dari reruntuhan di saat keluarganya terbaring tanpa nyawa,” katanya.
Retno mengedepankan tragedi anak-anak dalam konflik yang disebutnya asimetris, antara Israel, negara penjajah dan penindas, dan bangsa Palestina, yang diduduki, yang terus menerus ditindas.
Kewajiban dunia ialah melindungi anak-anak. Jangan biarkan keceriaan dan nyawa mereka dicaplok mesin perang. “Anakmu bukan milikmu” menurut puisi Kahlil Gibran, “Mereka sekadar lahir melaluimu, tetapi bukan berasal darimu.”
Isu anak-anak Palestina yang diangkat Retno dalam forum PBB itu mengonfirmasi perhatian yang besar dari Indonesia atas martabat anak-anak. Mestinya anak diberi perhatian istimewa dengan perasaan yang mendalam akan keluhuran pribadinya.
Martabat anak-anak secara khusus diangkat Paus Yohanes Paulus II dalam Sidang Umum PBB pada 2 Oktober 1979. Dalam diri anak-anak ditemukan musim semikehidupan, antisipasi sejarah masa depan tanah air setiap negara di dunia ini.
“Kepedulian terhadap anak, juga sebelum ia lahir, sejak saat pertama ia dikandung, kemudian selama masa kanak-kanak dan keremajaannya, merupakan batu ujian utama dan fundamental bagi hubungan antarmanusia,” kata Yohanes Paulus II.
Serangan Israel ke Palestina, lebih tepatnya disebut pembantaian, ialah ujian utama dan fundamental bagi hubungan antarmanusia. Setiap manusia yang punya hati dan kasih, tanpa memandang asal-usul, pasti mengutuk kebiadaban Israel.
Kasih itu pula yang menggerakkan sejumlah perempuan Israel melakukan protes di luar tembok Kota Tua Jerusalem, pada Rabu (19/5). Mereka menyerukan upaya hidup berdampingan secara damai bagi orang Yahudi dan Arab.
Benar bahwa Israel dan Palestina sudah melakukan gencatan senjata sejak 20 Mei. Paus Fransiskus memuji gencatan senjata dan mengimbau seluruh gereja Katolik memanjatkan doa untuk perdamaian. "Saya berdoa untuk jalan dialog dan perdamaian."
Gencatan senjata harus dilihat sebagai jalan untuk segera menyelesaikan masalah intinya, yaitu penjajahan Israel atas Palestina. Karena itulah, Retno mengajak masyarakat internasional fokus pada masalah pokoknya, yaitu penjajahan.
Jalan menuju Palestina merdeka sudah dirintis. Dari 193 negara anggota PBB, per 31 Juli 2019, 138 (71,5%) telah mengakui negara Palestina. Palestina resmi disahkan sebagai non-member observer state PBB pada 29 November 2012. Tiga tahun kemudian, 30 September 2015, bendera Palestina secara resmi berkibar di Markas Besar PBB.
Negara Palestina harus terbentuk, selain karena penjajahan di atas muka bumi harus dihapus, juga untuk melindungi anak-anak sesuai Konvensi tentang Hak-Hak Anak yang disetujui PBB pada 20 November 1989. Hanya negara merdeka yang mengakui tiap-tiap anak mempunyai hak yang melekat atas kehidupannya. Hak anak itulah yang menjadi logika dan hati diplomasi Menlu Retno.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved