Pansus Hujan

Saur Hutabarat
02/11/2015 00:00
Pansus Hujan
(MI/Seno)
DUA pekan setelah ide membentuk Pansus Asap muncul di DPR, kabar gembira datang dari Kota Jambi. Melalui grup keluarga di Whatsapp, saudara-saudara kandung mengabarkan hujan turun. Itu terjadi Selasa (27/10), pukul 12.48 WIB.

Esoknya hujan kembali turun. Kemarau panjang seperti tiba-tiba sirna dalam sehari. Warga gembira menampung air hujan karena kemarau telah mengeringkan sumur mereka. Hari itu, pukul 18.14, dikabarkan asap mulai bersih.

Terus terang, sebagai orang yang lahir dan besar di Jambi, ayah bunda pun dimakamkan di sana, saya termasuk yang sebal melihat pimpinan DPR bersidang bermasker ria di ruang sejuk ber-AC, di ruang tanpa asap, dan tanpa debu.

Sementara warga terpapar asap berbulan-bulan merindukan hidup tanpa masker, eh, ketika hujan mulai turun, pimpinan DPR malah bermasker ria. Bahkan, sebelumnya muncul gagasan membuat Pansus Asap, yang bisa berujung pada penggunaan hak interpelasi.

Namun, saya segera mengoreksi diri. Apa guna sebal gara-gara ulah pimpinan DPR? Bukankah Pansus Asap dapat dikarang sebagai ide cemerlang, dibuat lucu-lucuan?

Pertanyaan paling penting ialah siapa pelaku utama pembakaran hutan gambut. Pansus Asap bekerja keras, sekeras-kerasnya, termasuk memanggil sang asap dari Sumatra dan Kalimantan, untuk ditanyai di hadapan wakil rakyat terhormat.

"Hei, asap, siapakah membuatmu eksis di bumi pertiwi, di hutan gambut, membuat warga tersiksa? Benarkah terjadi pembiaran pemerintah terhadap dirimu?"

Karena anggota pansus yang bertanya menggunakan masker, pertanyaan itu tak jelas terdengar di telinga asap. Setelah bekerja berbulan-bulan, Pansus Asap berkesimpulan bahwa pemerintah tidak tanggap terhadap bencana asap.

Pemerintah melakukan pembiaran. Presiden Jokowi mempercepat pulang dari lawatan kenegaraan ke AS, lebih sebagai pencitraan. Kesimpulan Pansus Asap itu diambil ketika hujan telah turun di mana-mana.

Bahkan, saking derasnya hujan, bencana banjir kembali menimpa sebagian Jakarta. Seperti biasa. Yang luar biasa ialah hujan kali ini pun memberi inspirasi kepada anggota DPR untuk membentuk Pansus Hujan.

Jika sebelumnya pimpinan DPR mengenakan masker, kali ini mereka memimpin sidang memakai jas hujan. Bahkan, ada yang berpayung di dalam gedung. Padahal, di luar gedung DPR, hari terang-benderang.

Dalam karya sebagian fiksi ini, Pansus Hujan pun bekerja mati-matian, termasuk mengundang hujan ke dalam sidang DPR, untuk ditanyai, mengapa turun tak kira-kira sehingga menimbulkan banjir.

Kesimpulannya? Seperti terhadap asap, pemerintah dinilai tidak tanggap mengantisipasi dampak musim hujan. Presiden meninjau korban banjir dinilai hanya semata pencitraan.

Semua itu 'karangan' saya. Yang bukan karangan ialah ada anggota DPR, pimpinan komisi, berpandangan Pansus Asap lebih penting ketimbang Pansus Pelindo. Yang benar, fakta berbicara, semua pansus yang dibentuk DPR, termasuk Pansus Bank Century, lebih hebat gaduhnya daripada hasilnya. Nggak ngefek.


Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima