Toynbee

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
27/10/2015 00:00
Toynbee
(WIKIPEDIA)
MAUT menyapa sejarawan masyhur Inggris Arnold Joseph Toynbee, 22 Oktober 1975.

Ia lahir di London, Inggris, 14 April 1889, dari pasangan Henry Valpy Toynbee, saudagar teh yang beralih menjadi pekerja sosial, dan Sarah Edith Marshall, ahli sejarah Universitas Cambridge.

Sang ibulah yang menempa Toynbee hingga mendapat beasiswa belajar sastra Yunani dan Romawi Kuno ke Balliol College, Oxford.

Mahasiswa cemerlang itu lulus pada 1912.

Tujuh tahun kemudian ia menggenggam gelar profesor sejarah internasional dari Universitas London.

Kesehatannya yang tak prima justru jadi keberuntungan.

Ia terbebas dari menjalani wajib militer untuk diterjunkan pada Perang Dunia I.

Banyak di antara mereka gugur.

Sebagai rasa terima kasihnya atas anugerah hidup, ia banyak melibatkan diri dalam perdamaian.

Seraya berjejak pada Injil, Toynbee kerap berseru, "Semua yang menggunakan pedang akan musnah bersama pedangnya."

Kekerasan akan menjadi embrio kekerasan baru!

Toynbee dipercaya memimpin Royal Institute of International Affairs (1925-1955).

Jabatan itu justru kian menyuburkan hasratnya melakukan riset dan menulis.

Lahirlah beberapa buku, di antaranya Nationality and the War (1915), Civilization on Trial (1948), The World and the West (1953), East to East, East to West (1958), A Study of History (1961), dan Mankind and Mother Earth (1976).

Kata Toynbee, di mana pun salah satu gejala kerusakan sosial dan penyebab kerusakan sosial ialah merosotnya peran 'minoritas dominan', ya para pemimpin.

Tugas pemimpin kreatif ialah memainkan peran sebagai penakluk menghadapi tantangan dengan tanggapan yang memberikan harapan dan menjanjikan.

Ada empat fase perjalanan kekuasaan menurut Toynbee: dimulai dari lahir dan bangkit (genesis), masa tumbuh (growth), masa surut (breakdown), dan terakhir masa punah (disintegrated).

Dalam masyarakat yang runtuh, para pemimpin kreatif diminta untuk memainkan peran ratu adil, menyelamatkan masyarakat yang telah gagal menghadapi tantangan.

Toynbee banyak memakai surat kabar untuk melacak berbagai peristiwa kontemporer di seluruh dunia.

Kemajuan sebuah bangsa, katanya, salah satunya lewat pertumbuhan surat kabar.

Dari surat kabar juga ia meyakini peradaban Barat tengah memperlihatkan 'kecenderungan bunuh diri'.

Pemujaan terhadap teknologi, proliferasi senjata nuklir, konflik terus-menerus, nasionalisme, konsumerisme ekstrem, kerakusan, kurangnya perhatian pada negeri sedang berkembang, dan egosentrisme ialah fakta-fakta 'bunuh diri' itu.

Sejarawan itu memang menjadi rujukan banyak pemimpin dunia.

Di Indonesia, Bung Karno, Bung Hatta, dan Mohammad Yamin, misalnya, kerap menyitir Toynbee.

Di depan Konferensi Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia pada 1962, Yamin menyitir teori kekuasaan Toynbee untuk menguraikan kejayaan Majapahit.

Menurut Yamin, Majapahit-lah usia kekuasaan terpanjang jika dibandingkan dengan kekuasaan kerajaan mana pun di Nusantara, yakni 232 tahun (1293-1525).

Kerajaan itulah yang menjadi inspirasi nasionalisme Indonesia.

Kata sejarawan George Seeley, "Kita belajar sejarah agar bijak sejak awal."

Jejak sejarah akan mengajari kita ke masa silam, tetapi masa silam yang mengajari perihal masa depan.

Namun, seperti tak ada sejarah yang dipelajari di sini.

'Kaum minoritas dominan', khususnya para pemimpin politik, bukan menjadi penakluk yang berani menghadapi tantangan dan memberikan harapan.

Mereka justru kerap memadamkan noktah-noktah inspirasi.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.