El Nino

24/10/2015 00:00
El Nino
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

BELUM hilang dari ingatan kita El Nino yang melanda pada 1998. Hampir 11 bulan kita mengalami kekeringan luar biasa.

Lahan pertanian nonirigasi teknis nyaris tidak bisa diolah. Kebakaran hutan tidak bisa dihindarkan.

Dalam kondisi seperti itu, Presiden Soeharto menugasi staf untuk memantau kondisi riil di lapangan. Bahkan intelijen diturunkan untuk menganalisis kondisi terburuk yang bisa terjadi dan langkah penanganan apa yang harus dilakukan untuk mencegah kelangkaan pangan.

Presiden Soeharto sangat paham pentingnya urusan pangan. Ia tidak pernah main-main dengan urusan yang satu itu. Pemerintah akan melakukan langkah apa pun untuk menjaga ketersediaan pangan rakyat.

Pengalaman 1970-an Presiden Soeharto bahkan menugasi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Prof Widjojo Nitisastro untuk mengawal perjalanan beras.

Kini kondisi yang kita hadapi tidak bisa dianggap enteng. Meski El Nino tidak separah 1998, periodenya panjang.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, El Nino diperkirakan terjadi hingga Januari 2016.

Seorang mantan pejabat tinggi intelijen yang terlibat dalam pengendalian krisis 1998 mengingatkan pemerintah lebih antisipatif.

Ia tidak melihat tim khusus dibentuk Presiden untuk memantau kondisi riil di lapangan.

Beberapa mantan pejabat Badan Urusan Logistik mengingatkan stok tergolong minimum.

Memang stok di Bulog masih sekitar 1,7 juta ton, termasuk bantuan untuk masyarakat miskin.

Sampai akhir tahun, jumlah itu mencukupi. Persoalannya, untuk tahun depan, dari mana pasokan akan bisa didapatkan?

Pemerintah akan menghadapi tantangan berat pada tiga bulan pertama 2016. Itulah titik krusial di saat masa panen raya belum tiba, sedangkan stok beras menipis.

Kita senang dengan sikap optimistis Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Namun, menyederhanakan masalah sangat berbahaya. Lebih baik kita berhitung lebih cermat agar tepat 'menyiapkan payung sebelum hujan'.

Kita hidup di dunia nyata, bukan utopianisme. Apalagi urusan pangan tidak cukup dijawab dengan sikap heroik semata.

Kita harus menjejakkan kaki di Bumi dan tidak terus dibuai dengan seremonial panen raya.

Lebih baik seperti Prof Widjojo dulu, membentuk desk khusus untuk menyusun langkah strategi menghadapi El Nino sekarang ini.

Wapres Jusuf Kalla pada peringatan Hari Pangan mengingatkan kita semua untuk tidak main-main dengan data pangan.

Kekeliruan membaca data bisa berujung salah mengambil kebijakan. Kalau sudah urusan pangan, dampaknya pada stabilitas sosial.

Pada 1998 Presiden Soeharto menyiapkan tim khusus mengantisipasi kondisi terburuk El Nino. Namun, Presiden Soeharto tidak mampu melawan alam.

Meski sudah berusaha keras, akhirnya ia harus menyerah dan bahkan turun dari kursi kekuasaan.

Kita tidak ingin kondisi seperti 1998. Namun, Presiden Jokowi harus belajar dari pengalaman dan tidak terbuai oleh laporan 'asal bapak senang'.

Kadang kita tidak bisa melawan kondisi alam dan itu harus dihadapi dengan kearifan, bukan keangkuhan.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima