Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUTAN syekh di Timur Tengah secara harfiah berarti orang lanjut usia, tetua. Belakangan istilah dari bahasa Arab itu berarti kepala suku, pemimpin, tetua, atau ahli agama Islam. Pemakaian syekh sebagai tetua juga digunakan kalangan Arab Kristen. Ini menunjukkan pemakaian istilah syekh bukan khas agama Islam.
Di Teluk Persia, gelar syekh ini digunakan para pemimpin di masyarakat, seperti manajer, pejabat tinggi, pemilik perusahaan besar, atau pemimpin lokal. Para anggota keluarga kerajaan Kuwait, keluarga bangsawan Bahrain, serta Qatar juga menggunakan gelar syekh.
Di Indonesia, syekh ialah elite agama Islam asli Hadramaut, keturunan teolog, dan orang bijak. Orang-orang Arab di Indonesia diketahui berasal dari Hadramaut, Yaman. Mereka yang lahir di Hadramaut, termasuk golongan syekh, lebih mencintai tanah leluhur mereka ketimbang Indonesia meski bermukim dan mencari penghidupan di Tanah Air.
Namun, orang-orang Arab yang lahir di Indonesia lebih mencintai Indonesia daripada tanah leluhur mereka. Pada 4 Oktober 1934, sejumlah 39 syekh dan sayid muda dan progresif yang lahir di Hindia Belanda menyatakan tidak lagi memandang Hadramaut sebagai tanah air mereka, tetapi Indonesia. Keesokan harinya, mereka mendirikan Persatuan Arab Indonesia.
Sayid mengklaim diri sebagai keturunan Nabi Muhammad. Sebagai keturunan Nabi, sayid memiliki hak-hak istimewa. Dalam struktur masyarakat Arab di Indonesia ketika itu, syekh posisinya berada di bawah sayid. Syekh memprotes hak-hak istimewa sayid. Terjadi perseteruan antara syekh dan sayid. Namun, pada akhir 1934, mereka bersatu atas nama cinta kepada Indonesia.
Ada orang Indonesia bergelar syekh. Namanya Syekh Nawawi al-Bantani. Dia bukan berasal dari Hadramaut. Dia lahir di Banten pada 1813. Dia kemudian bermukim di Mekah. Gelar syekh ditabalkan kepada Nawawi boleh jadi karena dia menguasai ilmu agama Islam. Syekh memang salah satu sebutan untuk ahli agama Islam.
Syekh Nawawi sangat mencintai Indonesia. Setelah tiga tahun bermukim di Mekah, dia pulang ke Banten pada 1828. Di Tanah Air dia menyaksikan praktik-praktik ketidakadilan, kesewenang-wenangan, dan penindasan yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda terhadap rakyat. Sebagai ulama yang memiliki komitmen tinggi terhadap prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran, Syekh Nawawi kemudian berdakwa keliling Banten mengobarkan perlawanan terhadap penjajah. Belanda mengusirnya kembali ke Mekah.
Kemarin kita kehilangan seorang syekh yang juga mencintai Indonesia. Dia Syekh Ali Jaber. Syekh Ali Jaber berpulang dalam usia 44 tahun. Sebelumnya, Syekh Ali Jaber positif covid-19, tetapi tes terakhir menunjukkan negatif. Ia dimakamkan di Tangerang tanpa protokol covid-19.
Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi, pada 1976. Pada 2008, dia terbang ke Indonesia. Ia menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, tempat dia mengajarkan hafalan Alquran kepada anak-anak.
Syekh Ali Jaber kemudian berkeliling Indonesia untuk berdakwah. Dakwahnya menyejukkan dan meneduhkan. Kita tak habis pikir ketika seorang pemuda di Lampung menikam pendakwah yang meneduhkan ini pada September lalu. Syekh Ali Jaber justru melarang orang-orang menghakimi penikamnya. Orang lain atas nama agama malah memerintahkan anggota organisasinya menghakimi ‘kemaksiatan’.
Konten dakwahnya yang menyejukkan menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia. Berkat ketulusannya berdakwah di Tanah Air, Syekh Ali Jaber memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 2011.
Syekh Ali Jaber yang lahir di Arab Saudi, lalu bermukim di Indonesia, sangat mencintai Indonesia. Ada orang yang lahir di Indonesia meski nenek moyangnya berasal dari Timur Tengah seolah membenci Indonesia dan hendak menjadikan Indonesia serupa Timur Tengah yang penuh gejolak.
Majelis Ulama Indonesia mengenang Syekh Ali Jaber sebagai sosok rendah hati yang cinta Indonesia. Jusuf Kalla mengingat Syekh Ali Jaber sebagai ulama berdedikasi. Persekutuan Gereja- Gereja Indonesia mengenalnya sebagai sosok berintegritas. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut Syekh Ali Jaber berjasa besar dalam dakwah di Indonesia. Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan Syekh Ali Jaber penyejuk dan pemersatu umat, penyambung aspirasi umat dan pemerintah.
Indonesia berduka kehilangan sosok yang mencintainya. Siapa yang mencintai Indonesia akan dicintai Indonesia. Indonesia merindukan kelak lahir sosok syekh serupa Syekh Ali Jaber yang dakwahnya menyejukkan dan meneduhkan umat, bukan sosok yang dakwahnya memanas-manasi umat.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved