Membela Agama Lain di Malam Natal

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
25/12/2020 05:00
Membela Agama Lain di Malam Natal
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

“Aku lihat orang sekarat, aku menjemputnya. Aku menemukan seseorang yang lapar, aku memberinya makanan. Dia bisa mencintai dan dicintai. Aku tidak melihat warnanya, aku tidak melihat agamanya. Aku tidak melihat apa-apa. Setiap orang, apakah dia Hindu, Muslim atau Buddha, ia adalah saudaraku, adik saya.”

Itu salah satu pernyataan paling berpengaruh Bunda Teresa. Bunda Teresa seorang santa, perempuan suci Katolik. Namun, kerja-kerja kemanusiannya melampaui agamanya. Dia membela orang-orang miskin, terpinggirkan, dan tertindas, meski mereka beragama bukan Katolik. Bunda Teresa membela penganut agama-agama lain.

Mahatma Gandhi tokoh India penganut Hindu. Serupa Bunda Terese, misi kemanusiaan Gandhi melampaui agama yang dianutnya. Gandhi menolak diskriminasi terhadap muslim di India. Gandhi menggambarkan Islam agama damai. Ia mengapresiasi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan empat sahabat Nabi. Gandhi bercita-cita menyatukan Islam dan Hindu. Gandhi membela Islam.

Riyanto pemuda Mojokerto, Jawa Timur. Dia anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama. Dia pastinya penganut Islam. Pada malam Natal 24 Desember 2000, dia bertugas di Gereja Eben Haezer. Natal tahun itu bersinggungan dengan puasa Ramadan.

Riyanto tewas mendekap bom yang diletakkan di gereja tersebut. Bom yang didekapnya untuk dilarikan menjauh dari gereja meledak. Di setiap perayaan Natal setelah kejadian itu, kita mengenang Riyanto.

Riyanto melindungi rumah ibadah agama lain. Dia melindungi penganut agama lain. Serupa Bunda Teresa dan Mahatma Gandhi, Riyanto membela penganut agama lain. Riyanto membela penganut agama lain kendati harus menebus dengan nyawanya.

Riyanto, Gandhi, Bunda Teresa membela orang-orang berbeda agama. Kemanusiaan yang mempertemukan dan mempersatukan mereka.  Kerja-kerja mereka atas nama kemanusiaan, bukan atas nama agama. Yang mereka bela bukan agama, melainkan kemanusiaan. Bukankah seperti kata Ali bin Abi Thalib, sahabat Nabi, mereka yang tidak bersaudara dalam iman, bersaudara dalam kemanusiaan?

Gus Dur pernah mengatakan Tuhan tidak perlu dibela. Gus Dur hendak mengatakan yang perlu dibela ciptaan-Nya. Pun, agama tidak perlu dibela, tetapi penganutnya. Riyanto, Gandhi, Bunda Teresa tidak membela Tuhan, tetapi manusia ciptaan-Nya, bukan membela agama, melainkan penganutnya.

Gus Dur kiranya khawatir mereka yang membela Tuhan, membela agama, sekadar mengatasnamakan Tuhan dan agama untuk kepentingan politik. Lebih dari itu, Gus Dur khawatir mereka yang mengklaim membela Tuhan dan agama melancarkan kekerasaan atas nama Tuhan dan agama untuk tujuan politik.  Mereka yang mengklaim membela agama dengan jalan kekerasan, bukannya melindungi, melainkan merusak citra agama.

Dalam bahasa Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas, agama hendaknya menjadi inspirasi, bukan aspirasi. Menjadikan agama aspirasi setara artinya dengan menjadikan agama senjata untuk kepentingan politik. Menjadikan agama inspirasi sama artinya menjadikannya alat mendatangkan kebaikan. Riyanto, juga Gandhi dan Bunda Teresa, menjadikan agama inspirasi untuk berbuat kebaikan bagi kemanusiaan.

Diberitakan Riyanto sempat bertanya kepada kawannya tentang hukum muslim menjaga ibadah umat agama lain kemudian meninggal dunia. Kawannya menjawab hukumnya mati syahid karena muslim tersebut menjaga Tanah Air dan sesama manusia. Dalam Islam, mati syahid imbalannya surga.

Kawan Riyanto itu menjawab spontan dan gamblang, tidak seperti Haikal Hassan, Sekjen HRS Center, yang pakai cerita bertemu dengan Nabi dalam mimpi untuk mengatakan enam anggota laskar FPI yang tewas ditembak polisi berada di surga bersama Nabi.  Belakangan Haikal mengaku cerita dia bertemu dengan Nabi dalam mimpi cuma untuk menghibur orangtua keenam anggota laskar itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.