Malang Sumirang

16/10/2015 00:00
Malang Sumirang
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

"WALAUPUN dituturkan sampai letih, ditunjukkan jalannya, sesungguhnya ia tidak memahaminya karena ia hanya sibuk menghitung dosa besar dan kecil yang diketahuinya. Tentang hal kufur kafir yang ditolaknya itu, bukti bahwa ia adalah orang yang masih mentah pengetahuannya. Walaupun tidak pernah lupa sembahyang, puasanya dapat dibangga-banggakan tanpa sela, tapi ia terjebak menaati yang sudah ditentukan Tuhan." (Suluk Malang Sumirang)

***

MALANG Sumirang 'hidup kembali'. Ia bergema di Congress Center Messe Frankfurt, Jerman.

Tokoh 'subversif' era Kerajaan Demak di abad ke-15 yang terdengar 'samar' bagi umumnya orang Indonesia itu jadi 'bintang' pada pembukaan Frankfurt Book Fair 2015 (13/10).

Indonesia yang menjadi tamu kehormatan pada pameran buku terbesar dan tertua di dunia itu tak hanya memamerkan buku, tapi juga teater, film, arsitektur, musik, seni rupa, fotografi, dan kuliner.

Cerita Malang Sumirang, salah satu karya sastra Jawa klasik terbaik, hadir di situ, di tengah sekitar 2.500 hadirin. Pesinden Endah Laras memukau menembangkan Sumirang.

Goenawan Mohamad, penyair yang juga menjadi Ketua Komite Nasional Pelaksana bagi Indonesia sebagai tamu kehormatan, menjelaskan siapa tokoh yang tak runduk pada ulama dan umara istana Demak itu.

Suluk Malang Sumirang ditulis Sunan Panggung--nama Malang Sumirang setelah dewasa. Ini kitab yang berisi kritik terhadap kekuasaan Demak.

Malang Sumirang, sang sufi itu, tahu, seperti juga sang guru dahulu, Syekh Siti Jenar, ia menjadi 'target' kerajaan. Sumirang justru ingin segera dihukum dengan kian memperberat kesalahan, mengajak anjingnya, masuk ke masjid.

Pasal dakwaaannya: melanggar hukum dan penodaan terhadap agama. Ia dihukum mati, seperti sufi terdahulu Al Hallaj dari Baghdad dan Siti Jenar dari Demak.

Malang Sumirang dihukum bakar. Di depan para ulama dan pembesar istana, ia tak ciut menghadapi api yang berkobar di tengah alun-alun. Seperti Ibrahim, juga Dewi Shinta, Malang Sumirang imun api. Ia 'wisang geni'.

Dalam unggun kayu yang berkobar, ia minta pena, tinta, dan beberapa lembar kertas. Anjingnya yang mengantarkan benda-benda itu. Ia menulis dengan nyaman dalam panas. Api padam. Sang terhukum tak tewas. Ia turun dan menyerahkan sajak ciptannya pada baginda raja. Lalu ia pergi meninggalkan alun-alun, menembus hutan.

Sajak yang membuat pembesar agama dan istana Demak takjub akan kedalaman maknanya. Namun, seseorang yang diperintah membaca sajak itu tak kuasa.

"Tak berdayanya kekuasaan itu juga yang menyebabkan apa yang ditulis Malang Sumirang--mungkin puisi--terlepas dari cengkeraman makna yang dipaksakan. Boleh dikatakan kisah ini alegori tentang makna yang tidak bisa dikuasai, seperti tokoh cerita ini yang menghilang ke hutan. Ibarat terlindung dalam belantara, makna tak mudah dijinakkan untuk dimufakati dan dimufakati untuk dijinakkan. Makna tak mudah diringkus," kata Goenawan.

Ia berharap, kita semua mengingat kembali Malang Sumirang, yakni kita menulis untuk menegaskan kesetaraan manusia.

"Kita menulis untuk menghidupkan percakapannya dan dengan demikian, kita menulis juga untuk menumbuhkan kemerdekaannya," kata sang penyair dan pemikir kebudayaan itu mengakhiri.

Kita membaca Malang Sumirang karena menyadari 'kebenaran' bukan suatu yang dimonopoli dan berhenti, melainkan harus dibagi dan terus kita cari.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.