Mengeroyok Anies

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
12/9/2020 05:00
Mengeroyok Anies
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

MENTERI-MENTERI Jokowi dikatakan mengeroyok Anies. Mereka disebut mengeroyok Anies lantaran menyampaikan dampak ekonomi kebijakan Anies yang mendadak akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan penyebaran covid-19 di Jakarta mulai 14 September 2020.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengumuman Anies bahwa Jakarta bakal menerapkan PSBB bikin indeks harga saham gabungan anjlok sampai hampir 5% sehingga dihentikan perdagangannya pada Kamis, 10 September 2020.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan kebijakan Anies akan menekan kembali industri manufaktur yang sudah mulai menggeliat. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berkata kebijakan PSBB Anies bakal mengganggu jalur distribusi barang. Agus meminta Anies supaya jalur distribusi di wilayah yang terkena PSBB tetap berjalan.

Pernyataan para menteri kiranya normatif belaka. Sejak kapan orang yang menyampaikan secara normatif dampak satu kebijakan, meski secara bersama-sama, dikatakan mengeroyok?

Entah diorkestrasi atau tidak, sebutan mengeroyok sukses menjadikan Anies sebagai korban yang harus dibela. Bila diorkestrasi, bahasa kerennya playing victim.

Bukan cuma sebagai korban, Anies juga dibela sebagai pahlawan karena kebijakan PSBB-nya sepintas dianggap pas sebab lebih mengutamakan kesehatan. Bersamaan dengan itu, muncul keroyokan kepada para menteri bahwa mereka cuma mementingkan ekonomi, mementingkan duit. Pemerintah pusat dikeroyok karena dianggap menghalang-halangi kebijakan Anies.

Akan tetapi, kata Anies, Presiden Jokowi menyetujui kebijakan PSBB DKI. “Dalam pandemi, kesehatan dan keselamatan masyarakat ialah yang utama. Beliau mengatakan jangan dulu restart ekonomi bila wabah belum tertangani,” tegas Anies.

Presiden memang berulang kali mengatakan hal normatif itu secara terbuka. Namun, apakah itu artinya Presiden menyetujui PSBB DKI? Lalu, apakah penerapan PSBB memerlukan persetujuan presiden? Presiden justru mengatakan PSBB mikro lebih efektif.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kebijakan Anies tidak jelas. Kebijakan PSBB Anies bakal percuma bila tidak didukung Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok sebagai kawasan penyangga.

Apakah Bima Arya ikut-ikutan mengeroyok Anies? Saya pun jangan-jangan dikatakan sedang mengeroyok Anies. Emangnya gua pikirin.

Yang saya pikirkan, Anies semestinya meniadakan dulu ganjil-genap. Ganjil-genap menyebabkan banyak orang menumpang transportasi publik. Transportasi publik menjadi klaster penyebaran covid-19.

Saya juga memikirkan Anies menunda dulu pembukaan bioskop serta mengawasi tempat-tempat hiburan dan kumpul-kumpul yang beroperasi dengan mengabaikan protokol kesehatan.

Dengan perkataaan lain, saya memikirkan bagaimana Anies melakukan hal-hal serupa menginjak rem secara hati-hati dan penuh perhitungan, bukan menginjak rem secara mendadak. Pun saya memikirkan bagaimana Anies menambah kapasitas tempat perawatan dan ruang isolasi.

Mengumumkan pemberlakuan PSBB, apalagi pakai embel-embel ‘total’ segala, serupa menginjak pedal rem secara mendadak. Ibarat sopir, gara-gara Anies menginjak rem secara mendadak, banyak penumpang terjungkal. Pantas saja IHSG dan rupiah terjungkal. Mohon maaf, Anies kayak sopir amatir saja.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.